Keuangan & Gaya Hidup

Contoh Investasi yang Bisa Dipilih Sesuai Tujuan Keuangan

15 Sep 20265 min read

Ditulis oleh Unknown Author
Contoh Investasi yang Bisa Dipilih Sesuai Tujuan Keuangan

Uang yang hanya disimpan di rekening bisa tergerus kenaikan harga barang dari waktu ke waktu. Karena itu, banyak orang mulai menempatkan dana pada instrumen yang berpotensi memberi hasil di masa depan. Pilihannya beragam, dari emas yang mudah dikenal hingga saham yang pergerakan nilainya lebih cepat.

Investasi berarti menanamkan dana atau aset dengan harapan memperoleh keuntungan pada periode tertentu. Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Modul Pasar Modal, investasi dilakukan untuk mendapatkan sejumlah keuntungan di masa mendatang. Setiap instrumen memiliki potensi hasil, jangka waktu, dan risiko yang berbeda.

Contoh Investasi yang Banyak Dipilih di Indonesia

Contoh investasi dapat disesuaikan dengan kemampuan dana serta tujuan keuangan. Pemula tidak perlu langsung memilih instrumen dengan risiko tinggi. Mulailah dari produk yang cara kerjanya mudah dipahami dan tersedia di lembaga resmi.

Pastikan pula produk investasi berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, atau instansi pemerintah terkait. Langkah ini membantu mengurangi risiko terjebak penawaran investasi ilegal.

Emas, deposito, dan reksa dana

Emas sering dipilih untuk tujuan jangka menengah hingga panjang karena dapat dibeli dalam nominal kecil dan mudah dijual kembali. Deposito cocok bagi orang yang ingin menyimpan dana dalam periode tertentu dengan bunga tetap, sedangkan reksa dana menghimpun dana investor untuk dikelola oleh manajer investasi.

Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan nasabah bank hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama memenuhi syarat penjaminan yang berlaku. Ketentuan ini membuat deposito dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan kestabilan dana. Sumber: Lembaga Penjamin Simpanan.

Saham, obligasi, dan surat berharga negara

Saham adalah bukti kepemilikan pada sebuah perusahaan terbuka. Nilainya dapat naik atau turun mengikuti kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, dan sentimen pasar, sehingga lebih sesuai untuk tujuan jangka panjang serta investor yang siap menghadapi risiko.

Obligasi merupakan surat utang yang memberi imbal hasil kepada pemegangnya. Salah satu contohnya adalah Surat Berharga Negara ritel, yaitu produk pemerintah yang dapat dibeli masyarakat saat masa penawaran. Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Properti, pendidikan, dan usaha

Rumah, tanah, atau tempat usaha dapat menjadi investasi properti bila nilainya meningkat atau menghasilkan uang sewa. Namun, dana yang dibutuhkan besar dan proses penjualannya tidak secepat emas atau reksa dana.

Pendidikan dan usaha juga termasuk bentuk investasi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, mengikuti pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan atau memakai modal untuk membuka usaha makanan, dengan catatan pengeluarannya direncanakan secara matang.

Cara Memulai Investasi untuk Pemula

Memulai investasi tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar. Yang lebih penting adalah dana kebutuhan sehari-hari dan dana darurat sudah dipisahkan. Setelah itu, tentukan target agar pilihan instrumen terasa lebih jelas.

Jangan menggunakan uang cicilan, biaya sekolah, atau dana yang akan dipakai dalam waktu dekat. Investasi membutuhkan waktu, terutama pada instrumen yang nilainya dapat berubah.

Tentukan tujuan dan batas waktu

Buat tujuan yang spesifik, misalnya menyiapkan biaya kuliah lima tahun lagi atau dana pensiun 20 tahun mendatang. Tujuan jangka pendek lebih cocok memakai instrumen yang relatif stabil, sedangkan tujuan jangka panjang dapat mempertimbangkan instrumen dengan risiko lebih tinggi.

Gunakan lima langkah sederhana berikut untuk memulai:

  1. Tentukan tujuan keuangan.
  2. Hitung dana yang dapat dialokasikan setiap bulan.
  3. Siapkan dana darurat terlebih dahulu.
  4. Pilih produk dari lembaga resmi.
  5. Pelajari risiko sebelum menyetor dana.

Pahami risiko sebelum membeli

Hasil investasi tidak selalu pasti, terutama pada saham, reksa dana, dan properti. Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Modul Literasi Keuangan, calon investor perlu memahami manfaat, risiko, biaya, serta hak dan kewajiban sebelum memakai produk keuangan.

Hindari tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa penjelasan usaha atau produk yang jelas. Periksa legalitas perusahaan melalui kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan sebelum mengambil keputusan.

Menyesuaikan Contoh Investasi dengan Kebutuhan

Pilihan investasi yang tepat bergantung pada tujuan, kemampuan menanggung risiko, dan jangka waktu penggunaan dana. Seseorang yang menabung untuk uang muka rumah tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan pekerja yang menyiapkan dana pensiun. Karena itu, membandingkan produk sebelum membeli menjadi langkah yang masuk akal.

Investor juga dapat membagi dana ke beberapa instrumen agar risiko tidak bertumpu pada satu produk saja. Cara ini dikenal sebagai diversifikasi, yaitu penyebaran dana ke beberapa aset.

Untuk target jangka pendek

Target satu hingga tiga tahun, seperti dana liburan atau biaya pindah rumah, membutuhkan instrumen yang lebih mudah dicairkan. Deposito, reksa dana pasar uang, atau emas dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan pemahaman masing-masing.

Periksa biaya pencairan, pajak, serta aturan tenor sebelum memilih. Dana untuk kebutuhan dekat sebaiknya tidak ditempatkan seluruhnya pada saham karena harganya dapat turun saat dana dibutuhkan.

Untuk target jangka panjang

Target seperti dana pendidikan anak dan pensiun memberi waktu lebih panjang untuk menghadapi perubahan nilai investasi. Saham, reksa dana saham, obligasi, atau Surat Berharga Negara dapat dipelajari sebagai pilihan sesuai profil risiko.

Contoh investasi akan lebih bermanfaat jika dilakukan rutin dan sesuai kemampuan. Mulai dari nominal kecil, catat perkembangan dana, lalu tingkatkan investasi saat kondisi keuangan sudah lebih stabil.