Sekuritas: Instrumen Investasi, Kenali Jenis dan Cara Belinya
04 Oct 2026 • 6 min read

Investasi di pasar modal memberi masyarakat pilihan untuk menempatkan dana pada saham, obligasi, dan produk keuangan lain. Setiap produk memiliki potensi imbal hasil serta risiko yang berbeda. Karena itu, calon investor perlu memahami arti sekuritas sebelum mulai membeli.
Sekuritas adalah istilah yang sering dipakai untuk menyebut surat berharga yang dapat diperjualbelikan di pasar modal. Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini juga kerap merujuk pada perusahaan sekuritas, yaitu perantara yang membantu investor bertransaksi.
Pengertian Sekuritas Adalah
Sekuritas menjadi bukti kepemilikan, tagihan, atau hak atas suatu aset keuangan. Nilainya dapat berubah mengikuti kondisi perusahaan, suku bunga, dan situasi ekonomi. Oleh karena itu, investor perlu memilih produk sesuai tujuan dan kemampuan menanggung risiko.
Di Indonesia, istilah resmi yang banyak digunakan dalam aturan pasar modal adalah efek. Efek mencakup berbagai surat berharga yang dapat menjadi objek investasi. Perusahaan yang menyediakan jasa transaksi disebut perusahaan efek.
Apa Itu Sekuritas
Menurut Undang Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, efek mencakup surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, serta turunannya.
Contohnya, saat seseorang membeli saham sebuah bank melalui aplikasi investasi, ia membeli sekuritas berupa bukti kepemilikan sebagian kecil perusahaan tersebut. Sementara pembeli obligasi memegang bukti bahwa penerbit memiliki kewajiban membayar pokok dan imbal hasil sesuai ketentuan.
Peran Perusahaan Sekuritas
Perusahaan sekuritas membantu investor membuka rekening efek, memasukkan pesanan jual beli, dan menyediakan informasi transaksi. Perusahaan ini dapat menjalankan kegiatan sebagai perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, atau manajer investasi.
Otoritas Jasa Keuangan mengawasi dan memberi izin kepada pelaku jasa keuangan di sektor pasar modal. Investor sebaiknya memastikan perusahaan yang dipilih tercantum dalam daftar berizin OJK.
Jenis Sekuritas yang Umum di Indonesia
Jenis sekuritas memiliki cara kerja yang berbeda. Saham menawarkan peluang kenaikan harga dan dividen, sedangkan obligasi umumnya memberikan pembayaran imbal hasil dalam jadwal tertentu. Ada pula produk yang menghimpun dana banyak investor untuk dikelola secara profesional.
Pemahaman terhadap karakter setiap instrumen membantu investor menghindari keputusan terburu-buru. Pilihan investasi sebaiknya disesuaikan dengan target dana, jangka waktu, dan profil risiko pribadi.
Saham
Saham adalah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan. Pemegang saham berpotensi memperoleh dividen jika perusahaan membagikan laba dan mendapatkan keuntungan saat harga saham naik.
Namun, harga saham dapat turun karena kinerja perusahaan memburuk atau kondisi pasar berubah. Bursa Efek Indonesia mencatat perdagangan saham dilakukan melalui anggota bursa yang bertindak sebagai perantara investor.
Obligasi
Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh dana. Investor yang membeli obligasi pada dasarnya meminjamkan uang kepada penerbit dalam jangka waktu tertentu.
Imbal hasil obligasi dapat berupa kupon, yaitu pembayaran berkala kepada pemegangnya. Risiko utama obligasi antara lain risiko gagal bayar serta perubahan harga ketika suku bunga bergerak.
Reksa Dana dan Produk Lain
Reksa dana menghimpun dana dari banyak investor untuk ditempatkan ke sejumlah aset, seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Manajer investasi mengelola portofolio tersebut sesuai kebijakan produk.
Produk lain yang termasuk efek antara lain efek beragun aset dan derivatif. Derivatif adalah instrumen yang nilainya mengikuti aset lain, misalnya saham atau indeks, sehingga risikonya perlu dipahami lebih dulu.
Sejarah Singkat Sekuritas di Indonesia
Pasar modal Indonesia memiliki perjalanan panjang sebelum transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi. Bursa efek pertama di Indonesia dibuka di Batavia pada 1912 pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Aktivitas bursa kemudian beberapa kali berhenti akibat perang dan perubahan politik.
Pemerintah mengaktifkan kembali pasar modal pada 1977 dengan pembukaan Bursa Efek Jakarta. Perkembangan teknologi dan regulasi kemudian membuat akses investasi semakin luas bagi masyarakat.
Pembentukan Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia berdiri pada 2007 melalui penggabungan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Penggabungan ini bertujuan menyatukan perdagangan efek dalam satu bursa.
Menurut Bursa Efek Indonesia dalam publikasi Sejarah Pasar Modal Indonesia, penggabungan tersebut berlangsung pada 30 November 2007. Kini, BEI menjadi penyelenggara perdagangan saham dan sejumlah efek lain di Indonesia.
Investasi yang Kian Mudah Diakses
Digitalisasi membuat pembukaan rekening investasi dan pemantauan portofolio dapat dilakukan lewat aplikasi. Meski prosesnya lebih mudah, investor tetap perlu membaca informasi produk dan memahami risikonya.
Kemudahan akses tidak menjamin keuntungan. Harga efek tetap bergerak sesuai mekanisme pasar dan kondisi penerbitnya.
Cara Memulai Investasi Sekuritas
Memulai investasi sekuritas sebaiknya dilakukan secara bertahap. Investor tidak perlu langsung membeli banyak produk dalam waktu bersamaan. Langkah awal yang rapi membantu dana investasi lebih terarah.
Pastikan dana yang digunakan bukan dana untuk kebutuhan harian, cicilan, atau dana darurat. Setelah itu, pilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan.
Buka Rekening pada Perusahaan Berizin
Pilih perusahaan sekuritas atau manajer investasi yang memiliki izin OJK. Investor biasanya perlu menyiapkan kartu identitas, nomor rekening bank, dan nomor pokok wajib pajak bila diperlukan.
Setelah rekening efek aktif, investor dapat menyetor dana ke rekening dana nasabah. Rekening ini digunakan khusus untuk menyelesaikan transaksi pembelian dan penjualan efek.
Pilih Produk Sesuai Tujuan
Investor dapat mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli sekuritas:
- Menentukan tujuan investasi, misalnya dana pendidikan atau pensiun.
- Menetapkan jangka waktu investasi.
- Mengukur kemampuan menerima penurunan nilai investasi.
- Mempelajari kondisi penerbit saham atau obligasi.
- Menyebarkan dana ke beberapa instrumen untuk mengurangi risiko.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Buku Saku Pasar Modal, investor perlu memahami karakteristik produk pasar modal sebelum berinvestasi. Langkah ini membantu investor menyesuaikan pilihan dengan profil risikonya.
Pantau Risiko dengan Realistis
Keuntungan investasi sekuritas tidak bersifat pasti. Saham dapat turun tajam, obligasi dapat menghadapi risiko gagal bayar, dan reksa dana juga dapat mengalami penurunan nilai aktiva bersih.
Gunakan informasi dari laporan keuangan, keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dan prospektus produk. Hindari membeli hanya karena mengikuti tren atau ajakan yang menjanjikan keuntungan cepat.










