Bisnis & UMKM

Laba Bersih dan Cara Membacanya untuk Bisnis

04 Oct 2026 • 4 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Laba Bersih dan Cara Membacanya untuk Bisnis

Angka penjualan yang besar belum tentu menunjukkan usaha benar-benar menghasilkan uang. Pemilik bisnis perlu melihat sisa pendapatan setelah seluruh biaya dan pajak dibayar. Angka tersebut dikenal sebagai laba bersih.

Laba bersih membantu pemilik usaha menilai hasil kerja bisnis dalam satu periode, misalnya per bulan atau per tahun. Investor, bank, dan calon mitra juga sering memakai angka ini untuk membaca kondisi keuangan perusahaan.

Apa Itu Laba Bersih

Laba bersih adalah keuntungan akhir yang tersisa setelah perusahaan mengurangi pendapatan dengan seluruh beban. Beban itu mencakup biaya produksi, gaji, sewa, bunga pinjaman, hingga pajak penghasilan. Angka ini biasanya tercantum pada bagian akhir laporan laba rugi.

Menurut Kasmir dalam buku Analisis Laporan Keuangan, laporan laba rugi menunjukkan pendapatan dan biaya perusahaan selama periode tertentu untuk mengetahui hasil usaha yang diperoleh.

Nilai laba bersih dapat positif maupun negatif. Nilai negatif berarti perusahaan mengalami rugi bersih pada periode tersebut.

Perbedaan Laba Bersih dan Laba Kotor

Laba kotor berasal dari penjualan setelah dikurangi harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan adalah biaya langsung untuk membeli atau menghasilkan barang yang dijual, seperti bahan baku dan ongkos produksi.

Sementara itu, laba bersih menghitung biaya yang lebih lengkap. Biaya pemasaran, gaji administrasi, bunga utang, dan pajak ikut mengurangi nilainya.

Fungsi Laba Bersih bagi Usaha

Usaha dapat memakai laba bersih untuk melihat apakah pendapatan sudah mampu menutup semua pengeluaran. Angka ini juga membantu pemilik menentukan apakah bisnis perlu menekan biaya atau meningkatkan penjualan.

Namun, laba bersih perlu dibaca bersama arus kas. Perusahaan bisa mencatat laba, tetapi tetap menghadapi kesulitan membayar tagihan jika uang dari pelanggan belum masuk.

Cara Menghitung Laba Bersih

Perhitungan laba bersih dimulai dari total pendapatan usaha. Setelah itu, perusahaan mengurangi biaya yang berkaitan dengan kegiatan operasional dan beban lainnya. Data tersebut sebaiknya diambil dari catatan transaksi yang rapi.

Rumus sederhananya adalah pendapatan dikurangi seluruh beban sama dengan laba bersih. Pada perusahaan yang membayar pajak penghasilan, pajak menjadi salah satu pengurang sebelum memperoleh angka akhir.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1 Penyajian Laporan Keuangan, laporan laba rugi menyajikan penghasilan dan beban suatu periode.

Rumus Dasar yang Perlu Dipahami

Rumus laba bersih dapat ditulis sebagai berikut: total pendapatan dikurangi harga pokok penjualan, beban operasional, beban bunga, dan pajak. Pendapatan dapat berasal dari penjualan barang atau jasa.

Beban operasional mencakup pengeluaran rutin untuk menjalankan usaha. Contohnya biaya listrik toko, gaji pegawai, ongkos kirim, promosi, dan sewa tempat.

Contoh Perhitungan Sederhana

Sebuah kedai memperoleh pendapatan Rp20 juta dalam sebulan. Kedai tersebut mengeluarkan Rp8 juta untuk bahan baku, Rp5 juta untuk gaji dan sewa, serta Rp1 juta untuk pajak.

Laba bersihnya adalah Rp6 juta. Perhitungannya berasal dari Rp20 juta dikurangi total biaya Rp14 juta.

Faktor yang Memengaruhi Laba Bersih

Laba bersih dapat berubah meski nilai penjualan terlihat stabil. Kenaikan harga bahan baku, biaya sewa, atau bunga pinjaman dapat mengurangi keuntungan. Karena itu, pemilik usaha perlu memantau pendapatan dan biaya secara berkala.

Pengelolaan biaya yang baik membantu bisnis menjaga margin keuntungan. Margin adalah persentase keuntungan dibandingkan pendapatan yang diperoleh.

Di sisi lain, perusahaan tetap perlu menjaga kualitas produk dan layanan saat melakukan penghematan. Pengurangan biaya yang berlebihan dapat membuat pelanggan berpindah.

Volume Penjualan dan Harga Produk

Penjualan yang meningkat berpotensi menaikkan laba bersih apabila biaya tidak naik terlalu besar. Namun, diskon yang terlalu sering bisa menurunkan keuntungan per produk.

Pemilik usaha perlu menghitung harga jual berdasarkan biaya dan target keuntungan. Catatan penjualan harian memudahkan bisnis mengenali produk yang paling menghasilkan.

Biaya dan Pajak Penghasilan

Biaya yang tidak terkontrol sering menjadi penyebab laba bersih mengecil. Usaha dapat meninjau pengeluaran rutin, membandingkan pemasok, dan menghindari pembelian yang belum dibutuhkan.

Pajak penghasilan juga memengaruhi hasil akhir. Dengan pencatatan yang tertib, perusahaan dapat menghitung kewajiban pajak secara lebih akurat dan membaca laba bersih dengan jelas.