
Pemilik usaha perlu mengetahui apakah kegiatan operasionalnya menghasilkan keuntungan atau justru kerugian. Informasi itu dapat dilihat melalui laporan laba rugi yang mencatat pendapatan dan seluruh biaya dalam satu periode. Dokumen ini juga membantu pelaku usaha menilai pengeluaran yang perlu dikendalikan.
Contoh laporan laba rugi biasanya dicari oleh pemilik toko, usaha makanan, jasa laundry, hingga pekerja lepas yang ingin merapikan pencatatan keuangan. Formatnya dapat dibuat sederhana, asalkan angka pendapatan dan biaya dicatat secara konsisten.
Apa Itu Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan hasil usaha selama periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun. Hasil akhirnya berupa laba bersih jika pendapatan lebih besar daripada biaya, atau rugi bersih jika biaya melebihi pendapatan.
Menurut Kasmir dalam buku Analisis Laporan Keuangan, laporan laba rugi menggambarkan jumlah pendapatan dan biaya yang terjadi dalam suatu periode. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menilai kemampuan usaha menghasilkan laba.
Pelaku usaha sebaiknya memisahkan uang pribadi dan uang bisnis saat menyusun laporan ini. Langkah tersebut membuat hasil pencatatan lebih mudah dibaca dan lebih akurat.
Komponen yang Dicatat
Komponen utama laporan laba rugi meliputi pendapatan, harga pokok penjualan, beban operasional, serta laba atau rugi bersih. Pendapatan adalah uang yang diterima dari penjualan barang atau jasa.
Beban operasional mencakup biaya yang diperlukan untuk menjalankan usaha, seperti sewa tempat, listrik, gaji pegawai, ongkos kirim, dan biaya promosi. Setiap pengeluaran perlu disertai bukti transaksi agar mudah diperiksa kembali.
Manfaat bagi Usaha
Laporan ini membantu pemilik usaha melihat sumber pendapatan terbesar dan pos biaya yang paling banyak menyerap dana. Dengan data tersebut, pemilik dapat menentukan harga jual, mengatur anggaran, atau mengurangi biaya yang tidak mendesak.
Selain itu, laporan laba rugi dapat digunakan saat usaha mengajukan pembiayaan ke bank atau mencari mitra bisnis. Catatan keuangan yang rapi menunjukkan bahwa usaha dikelola secara lebih terukur.
Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana
Format laporan dapat disesuaikan dengan jenis usaha. Usaha jasa umumnya mencatat pendapatan jasa dan beban operasional, sedangkan usaha dagang perlu memperhitungkan harga pokok barang yang terjual.
Berikut contoh laporan laba rugi sederhana untuk usaha laundry selama April 2026. Angka ini merupakan ilustrasi agar cara menghitung laba bersih lebih mudah dipahami.
Jumlah pendapatan dikurangi seluruh biaya akan menghasilkan laba bersih. Jika hasilnya negatif, usaha mengalami kerugian pada periode tersebut.
Contoh Usaha Jasa Laundry
Pendapatan jasa laundry selama April tercatat sebesar Rp8.000.000. Biaya yang dikeluarkan terdiri dari sewa tempat Rp2.000.000, gaji pegawai Rp2.500.000, listrik dan air Rp500.000, serta sabun dan pewangi Rp300.000.
- Pendapatan jasa: Rp8.000.000
- Total beban operasional: Rp5.300.000
- Laba bersih: Rp2.700.000
Perhitungan tersebut menunjukkan usaha laundry memperoleh laba bersih Rp2.700.000 selama April. Pemilik dapat membandingkan angka ini dengan bulan sebelumnya untuk melihat perkembangan usaha.
Contoh Usaha Dagang
Pada usaha dagang, harga pokok penjualan perlu dihitung sebelum laba kotor diketahui. Harga pokok penjualan adalah biaya barang yang benar-benar terjual kepada pelanggan.
Misalnya, sebuah toko memperoleh penjualan Rp15.000.000 dan harga pokok barang terjual Rp9.000.000. Laba kotor toko tersebut sebesar Rp6.000.000 sebelum dikurangi biaya sewa, listrik, gaji, dan pengeluaran lainnya.
Cara Membuat Contoh Laporan Laba Rugi
Penyusunan laporan laba rugi dapat dilakukan secara manual melalui buku catatan atau memakai aplikasi pembukuan. Yang paling penting, transaksi dicatat pada periode yang sama dan tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi.
Usaha kecil tidak harus langsung memakai format rumit. Pemilik dapat memulai dari pencatatan pendapatan dan biaya utama, lalu menambah rincian saat usaha berkembang.
Ikuti langkah berikut agar contoh laporan laba rugi lebih mudah dibuat dan diperiksa.
Catat Transaksi Secara Rutin
- Catat seluruh penjualan setiap hari.
- Kumpulkan bukti pembayaran dan nota belanja.
- Kelompokkan biaya, seperti sewa, gaji, bahan baku, dan listrik.
- Jumlahkan pendapatan pada akhir periode.
- Kurangkan total biaya dari pendapatan untuk mengetahui laba bersih.
Jangan menunda pencatatan karena detail transaksi mudah terlupa. Catatan harian juga memudahkan pemilik usaha menemukan kesalahan angka sebelum laporan selesai.
Periksa Angka Sebelum Mengambil Keputusan
Bandingkan pendapatan dan biaya dengan periode sebelumnya untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Jika penjualan naik tetapi laba turun, pemilik perlu mengecek apakah harga bahan baku, biaya pengiriman, atau pengeluaran lain meningkat.
Menurut IFRS Foundation dalam IAS 1 Presentation of Financial Statements, laporan keuangan perlu menyajikan informasi yang relevan dan dapat dibandingkan agar berguna bagi pengambilan keputusan. Karena itu, gunakan format yang sama setiap periode agar contoh laporan laba rugi mudah dianalisis.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Kesalahan kecil dalam pencatatan dapat membuat laba terlihat lebih besar atau lebih kecil dari kondisi sebenarnya. Dampaknya, pemilik usaha dapat mengambil keputusan yang kurang tepat terkait stok, harga, atau pengeluaran.
Masalah yang paling sering terjadi adalah mencampur uang usaha dengan uang pribadi. Selain itu, beberapa biaya kecil seperti parkir, ongkos kirim, dan pembelian perlengkapan sering tidak dicatat.
Simpan bukti transaksi dan buat jadwal pencatatan rutin setiap hari atau setiap minggu. Kebiasaan sederhana ini membantu contoh laporan laba rugi mencerminkan kondisi usaha secara lebih nyata.











