Bisnis & UMKM

Agen: Perantara, Kenali Tugas dan Jenisnya

04 Oct 2026 • 5 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Agen: Perantara, Kenali Tugas dan Jenisnya

Dalam kegiatan jual beli, asuransi, hingga urusan hukum, agen membantu pihak lain menjalankan kepentingannya. Perannya dapat berupa menawarkan produk, mencari pelanggan, atau mewakili pemberi kuasa dalam suatu urusan. Karena itu, hubungan antara agen dan pihak yang diwakilinya perlu memiliki aturan yang jelas.

Agen Adalah Pihak yang Bertindak untuk Pemberi Kuasa

Agen adalah orang atau badan usaha yang mendapat wewenang untuk bertindak bagi kepentingan pihak lain. Pihak yang memberi wewenang sering disebut prinsipal, yaitu pemilik usaha, perusahaan, atau orang yang membutuhkan perwakilan. Ruang tugas agen selalu bergantung pada kesepakatan yang dibuat bersama.

Menurut Bryan A. Garner dalam buku Black's Law Dictionary, agen merupakan pihak yang berwenang bertindak atas nama pihak lain yang disebut prinsipal.

Wewenang tersebut tidak berarti agen bebas mengambil semua keputusan. Agen harus bekerja sesuai batas tugas, target, dan ketentuan yang telah disetujui. Misalnya, agen penjualan dapat menawarkan barang kepada calon pembeli, tetapi belum tentu berhak mengubah harga tanpa persetujuan perusahaan.

Hubungan Agen dan Prinsipal

Hubungan agen dan prinsipal dibangun atas dasar kepercayaan serta kesepakatan. Prinsipal memberi tugas dan informasi yang diperlukan, sedangkan agen menjalankan tugas itu dengan jujur. Pembagian komisi, wilayah kerja, dan masa kerja biasanya dicantumkan dalam perjanjian.

Dalam urusan hukum, pemberian kuasa juga memakai prinsip perwakilan. Menurut Kitab Undang Undang Hukum Perdata Pasal 1792, pemberian kuasa adalah persetujuan yang memberi kekuasaan kepada seseorang untuk menyelenggarakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa.

Agen Berbeda dengan Distributor

Agen dan distributor sama sama membantu penjualan barang, tetapi cara kerjanya berbeda. Agen umumnya menjual atau mencari pembeli atas nama perusahaan yang menunjuknya. Sementara itu, distributor biasanya membeli barang untuk kemudian menjualnya kembali melalui jaringan usahanya sendiri.

Perbedaan ini berpengaruh pada tanggung jawab dan keuntungan yang diterima. Agen lazim memperoleh komisi dari hasil penjualan, sedangkan distributor memperoleh margin dari selisih harga beli dan harga jual.

Jenis Agen yang Sering Ditemui

Istilah agen digunakan dalam banyak bidang sehingga tugasnya tidak selalu sama. Ada agen yang fokus memasarkan barang, ada pula yang membantu pengurusan layanan tertentu. Memahami jenisnya dapat membantu masyarakat memilih pihak yang tepat saat memakai jasa agen.

Dalam kegiatan distribusi barang, agen bekerja berdasarkan penunjukan dari produsen, pemasok, atau importir. Perannya diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2021 tentang Perikatan Distribusi Barang oleh Distributor dan Agen.

Berikut beberapa jenis agen yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari hari.

Agen Penjualan dan Properti

Agen penjualan bertugas menawarkan produk perusahaan kepada calon pelanggan. Mereka dapat bekerja untuk produk makanan, kendaraan, alat rumah tangga, atau layanan usaha. Penghasilan agen penjualan umumnya terkait pencapaian transaksi atau target tertentu.

Sementara itu, agen properti membantu pemilik memasarkan rumah, tanah, apartemen, atau ruko. Agen dapat mengatur jadwal survei, menjelaskan kondisi properti, dan mempertemukan penjual dengan calon pembeli.

Agen Asuransi dan Perjalanan

Agen asuransi membantu masyarakat memahami produk perlindungan yang ditawarkan perusahaan asuransi. Mereka juga dapat mendampingi calon nasabah saat memilih manfaat, premi, dan jangka waktu perlindungan. Undang Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian menyebut agen asuransi sebagai pihak yang bekerja atas nama perusahaan asuransi untuk memasarkan produk asuransi.

Agen perjalanan membantu pelanggan mengurus tiket, penginapan, paket wisata, atau dokumen perjalanan sesuai layanan yang tersedia. Sebelum membayar, pelanggan sebaiknya memastikan identitas usaha, rincian biaya, serta ketentuan pembatalan layanan.

Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Memakai Jasa Agen

Jasa agen dapat mempermudah transaksi, terutama ketika pembeli atau pengguna layanan membutuhkan pendampingan. Namun, masyarakat tetap perlu memahami posisi agen dalam transaksi tersebut. Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko kesalahpahaman mengenai biaya, layanan, dan tanggung jawab.

Pastikan agen menjelaskan perusahaan atau pihak yang diwakilinya. Tanyakan juga apakah agen memiliki surat penunjukan, identitas resmi, atau perjanjian kerja sama yang masih berlaku. Informasi itu penting sebelum menyerahkan uang atau dokumen pribadi.

Periksa seluruh ketentuan secara tertulis, terutama harga, komisi, jangka waktu, dan prosedur pengajuan keluhan. Dalam konteks usaha, agen adalah perantara yang bekerja untuk prinsipal, sehingga keputusan akhir tertentu bisa saja tetap berada di tangan perusahaan atau pemberi kuasa.

Periksa Legalitas dan Identitas Agen

Gunakan agen yang mencantumkan identitas diri dan informasi perusahaan secara jelas. Untuk transaksi bernilai besar, mintalah bukti penunjukan atau konfirmasi langsung kepada perusahaan yang diwakili. Langkah ini berguna untuk menghindari pihak yang mengaku sebagai agen tanpa wewenang.

Jangan terburu buru percaya pada penawaran dengan biaya yang tidak dijelaskan. Agen yang profesional akan menerangkan layanan, risiko, dan biaya sejak awal.

Simpan Bukti Komunikasi dan Pembayaran

Simpan percakapan, penawaran tertulis, kuitansi, serta bukti transfer selama transaksi berlangsung. Dokumen tersebut dapat membantu jika muncul perbedaan informasi antara pelanggan, agen, dan perusahaan. Bukti tertulis juga memudahkan proses pengaduan bila layanan tidak berjalan sesuai kesepakatan.

Pastikan pembayaran dilakukan melalui cara yang dapat dilacak. Jika agen meminta pembayaran ke rekening pribadi, pelanggan perlu meminta penjelasan dan konfirmasi kepada perusahaan terkait.