Bisnis & UMKM

Supply and Demand sebagai Dasar Terbentuknya Harga

10 Oct 2026 • 4 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Supply and Demand sebagai Dasar Terbentuknya Harga

Harga cabai, beras, hingga tiket konser bisa berubah dalam waktu singkat ketika jumlah barang dan minat pembeli tidak seimbang. Perubahan tersebut dijelaskan melalui konsep supply and demand atau penawaran dan permintaan. Konsep ini membantu masyarakat memahami alasan harga naik, turun, atau tetap stabil di pasar.

Permintaan menggambarkan keinginan konsumen membeli barang pada tingkat harga tertentu. Sementara itu, penawaran menunjukkan jumlah barang yang ingin dijual produsen pada harga tertentu. Pertemuan keduanya membentuk harga yang berlaku di pasar.

Memahami Konsep Supply and Demand

Supply and demand bekerja seperti hubungan antara pembeli dan penjual dalam kegiatan sehari-hari. Pembeli mempertimbangkan harga serta kebutuhan mereka, sedangkan penjual menghitung biaya dan peluang memperoleh keuntungan. Karena itu, perubahan kecil pada salah satu sisi dapat memengaruhi harga pasar.

Istilah permintaan dan penawaran sering dipakai bersamaan, tetapi keduanya memiliki arah yang berbeda. Permintaan berasal dari konsumen, sedangkan penawaran datang dari produsen atau penjual. Keseimbangan terjadi saat jumlah yang ingin dibeli sama dengan jumlah yang ingin dijual.

Menurut Sadono Sukirno dalam buku Mikroekonomi Teori Pengantar, permintaan adalah jumlah suatu barang yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu. Penjelasan ini menunjukkan bahwa kemampuan membeli juga menentukan permintaan, bukan sekadar keinginan.

Permintaan dari Sisi Konsumen

Ketika harga suatu barang turun, lebih banyak orang cenderung tertarik membeli barang tersebut. Contohnya, diskon minyak goreng di ritel dapat mendorong konsumen membeli lebih banyak untuk kebutuhan rumah. Namun, pendapatan, selera, jumlah penduduk, dan harga barang pengganti juga dapat mengubah permintaan.

Kopi kemasan dan teh kemasan dapat menjadi contoh barang pengganti. Jika harga kopi kemasan naik tajam, sebagian konsumen mungkin beralih membeli teh kemasan. Perpindahan pilihan ini bisa menaikkan permintaan terhadap teh.

Penawaran dari Sisi Produsen

Penawaran umumnya meningkat ketika harga jual barang naik karena produsen melihat peluang keuntungan yang lebih besar. Meski begitu, produsen tetap harus memperhitungkan biaya bahan baku, upah pekerja, cuaca, dan ketersediaan alat produksi. Kenaikan biaya dapat membuat jumlah barang yang dijual berkurang.

Petani sayur, misalnya, dapat menghadapi penurunan hasil panen saat curah hujan sangat tinggi. Pasokan sayur ke pasar lalu berkurang, meski kebutuhan masyarakat tetap ada. Situasi ini sering mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Bagaimana Supply and Demand Membentuk Harga

Harga pasar terbentuk saat jumlah barang yang diminta konsumen bertemu dengan jumlah yang ditawarkan penjual. Kondisi ini disebut harga keseimbangan. Pada titik tersebut, pasar tidak mengalami kelebihan barang maupun kekurangan barang yang besar.

Namun, keseimbangan pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Musim, gangguan distribusi, kebijakan pemerintah, hingga perubahan tren belanja bisa menggeser permintaan dan penawaran. Oleh karena itu, harga sebuah barang tidak selalu sama sepanjang tahun.

Modul Ekonomi Kelas X Permintaan dan Penawaran yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa harga keseimbangan terjadi ketika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Konsep tersebut menjadi dasar untuk membaca perubahan harga di pasar.

Ketika Permintaan Lebih Tinggi dari Pasokan

Harga cenderung naik jika banyak orang ingin membeli barang, sementara stoknya terbatas. Kondisi ini sering terlihat menjelang hari raya saat permintaan bahan pangan meningkat. Penjual dapat menaikkan harga karena barang yang tersedia lebih sedikit dibanding jumlah pembeli.

Kenaikan harga juga dapat mendorong produsen menambah pasokan. Akan tetapi, prosesnya tidak selalu cepat, terutama untuk produk pertanian yang membutuhkan waktu tanam dan panen. Karena itu, harga dapat bertahan tinggi selama pasokan belum pulih.

Ketika Pasokan Lebih Besar dari Permintaan

Harga berpotensi turun saat barang tersedia melimpah, tetapi jumlah pembeli tidak bertambah. Pedagang bisa memberi potongan harga agar stok segera terjual dan tidak menumpuk. Situasi ini umum terjadi pada barang yang mudah rusak, seperti buah dan sayur.

Bagi konsumen, harga yang turun dapat menjadi kesempatan membeli lebih hemat. Bagi produsen, kondisi tersebut menjadi pengingat untuk menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar. Pemahaman supply and demand membantu pembeli dan penjual mengambil keputusan yang lebih masuk akal.