Bisnis & UMKM

Cara Membuat QRIS untuk Usaha dengan Praktis

29 Oct 2026 • 6 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Cara Membuat QRIS untuk Usaha dengan Praktis

Pembayaran digital memudahkan pelanggan bertransaksi tanpa uang tunai. Pelaku usaha cukup menyediakan satu kode QR untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi bank dan dompet digital. Cara membuat QRIS untuk usaha bisa dilakukan melalui Penyedia Jasa Pembayaran atau PJP yang berizin Bank Indonesia.

Apa Itu QRIS dan Manfaatnya bagi Usaha

QRIS adalah standar kode QR pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia. Sistem ini membuat konsumen dapat membayar dengan aplikasi pembayaran apa pun yang mendukung QRIS. Karena itu, pemilik toko, warung, jasa rumahan, hingga usaha online tidak perlu menyediakan banyak kode QR dari aplikasi berbeda.

QRIS cocok dipakai usaha mikro maupun bisnis dengan transaksi yang lebih besar. Dana pembayaran akan masuk ke rekening yang didaftarkan pada PJP. Pemilik usaha juga dapat melihat riwayat transaksi untuk membantu pencatatan pemasukan.

Memudahkan pelanggan membayar

Pelanggan cukup membuka aplikasi pembayaran, memindai kode QR, lalu memasukkan nominal bila menggunakan QRIS statis. Proses ini praktis digunakan pada transaksi sehari-hari, misalnya di kedai kopi, toko kelontong, atau layanan jasa.

Membantu pencatatan transaksi

Transaksi QRIS tercatat pada aplikasi atau dashboard dari PJP. Catatan tersebut dapat membantu pemilik usaha memeriksa pembayaran yang masuk dan mengurangi risiko salah hitung saat melayani pelanggan.

Syarat Cara Membuat QRIS untuk Usaha

Setiap PJP dapat memiliki alur pendaftaran yang sedikit berbeda. Namun, data yang diminta umumnya berkaitan dengan identitas pemilik, rekening penerima dana, dan informasi usaha. Siapkan dokumen sejak awal agar proses verifikasi berjalan lebih lancar.

Usaha perorangan biasanya memiliki persyaratan lebih sederhana dibanding badan usaha. Untuk usaha berbentuk PT, CV, koperasi, atau yayasan, PJP dapat meminta dokumen legalitas tambahan.

Data untuk usaha perorangan

Pelaku usaha perorangan umumnya perlu menyiapkan KTP, nomor ponsel aktif, alamat email, dan rekening bank. Beberapa PJP juga meminta foto tempat usaha atau informasi jenis dagangan untuk keperluan verifikasi.

Dokumen untuk badan usaha

Badan usaha biasanya perlu menyiapkan KTP penanggung jawab, NPWP, Nomor Induk Berusaha atau NIB, serta dokumen pendirian usaha. Bank Indonesia menjelaskan bahwa persyaratan merchant disesuaikan dengan kategori dan bentuk usaha yang didaftarkan. Sumber: Bank Indonesia

Langkah Cara Membuat QRIS untuk Usaha

Pendaftaran QRIS dapat dilakukan secara online melalui aplikasi atau situs PJP. Pelaku usaha juga bisa mengurusnya di kantor bank atau penyedia pembayaran tertentu. Pilih PJP yang menyediakan layanan sesuai kebutuhan, terutama terkait rekening tujuan dan fitur laporan transaksi.

Setelah data disetujui, pemilik usaha akan menerima kode QRIS. Kode tersebut dapat dicetak dan dipasang dekat area kasir, atau ditampilkan dalam bentuk digital untuk usaha yang menerima pesanan melalui media sosial.

  1. Pilih PJP berizin Bank Indonesia. PJP dapat berupa bank, perusahaan dompet digital, atau perusahaan pembayaran yang terdaftar sebagai penyelenggara QRIS.
  2. Buka menu pendaftaran merchant. Isi nama usaha, kategori usaha, alamat, nomor ponsel, serta rekening penerima dana dengan teliti.
  3. Unggah dokumen yang diminta. Pastikan foto KTP, data rekening, dan dokumen legalitas usaha terlihat jelas agar tidak perlu mengulang pengajuan.
  4. Tunggu proses verifikasi. PJP akan memeriksa kesesuaian data pemilik dan usaha. Lama proses bergantung pada kelengkapan dokumen serta kebijakan masing-masing PJP.
  5. Aktifkan dan pasang kode QRIS. Setelah disetujui, uji pembayaran dengan nominal kecil sebelum kode QR digunakan untuk melayani pelanggan.

Pilih QRIS statis atau dinamis

QRIS statis memakai satu kode yang sama untuk berbagai transaksi, sehingga pelanggan perlu memasukkan nominal pembayaran sendiri. QRIS dinamis menampilkan kode berbeda dengan nominal yang sudah terisi, sehingga lebih cocok untuk kasir dengan volume transaksi tinggi.

Pastikan nama merchant sudah sesuai

Periksa nama usaha yang muncul di layar pelanggan sebelum mulai memakai QRIS. Nama merchant yang jelas dapat membuat pelanggan lebih yakin bahwa pembayaran dikirim ke tujuan yang tepat.

Biaya dan Keamanan QRIS

Pendaftaran QRIS pada umumnya tidak dipungut biaya oleh PJP. Namun, pemilik usaha perlu memperhatikan Merchant Discount Rate atau MDR, yaitu biaya layanan yang dikenakan pada setiap transaksi. Nilai MDR bergantung pada kategori merchant dan jenis transaksi.

Untuk usaha mikro, MDR QRIS transaksi reguler ditetapkan sebesar 0 persen. Sementara itu, merchant kategori reguler dikenai MDR 0,7 persen untuk transaksi reguler. Sumber: Bank Indonesia, Standar Nasional QRIS

Jaga kode QR dari penggantian

Tempel kode QRIS di tempat yang mudah terlihat oleh kasir dan pelanggan. Periksa secara berkala agar tidak ada pihak yang menempelkan kode QR lain di atasnya. Jika ada pembayaran yang terasa janggal, cek riwayat transaksi melalui aplikasi PJP.

Jangan hanya mengandalkan bukti transfer

Kasir sebaiknya mengecek notifikasi atau riwayat transaksi sebelum menyerahkan barang. Screenshot pembayaran dapat diedit, sedangkan catatan transaksi pada aplikasi merchant menjadi bukti yang lebih dapat diandalkan.

Tips Mengoptimalkan QRIS di Tempat Usaha

QRIS akan lebih efektif jika pelanggan mudah menemukan dan memahami cara memakainya. Letakkan kode di area pembayaran dengan pencahayaan yang cukup. Selain itu, beri tahu pelanggan bahwa usaha Anda menerima pembayaran QRIS.

Pemilik usaha juga perlu memisahkan uang pribadi dan uang usaha. Kebiasaan sederhana ini memudahkan pemantauan pendapatan dari QRIS serta membantu saat membuat catatan keuangan bulanan.

Pasang informasi pembayaran yang jelas

Gunakan tulisan singkat seperti “Menerima QRIS” di dekat kasir atau pada katalog digital. Pastikan kode QR tidak terlipat, buram, atau terlalu kecil sehingga sulit dipindai kamera ponsel.

Catat transaksi secara rutin

Cocokkan riwayat transaksi QRIS dengan catatan penjualan setiap hari. Cara membuat QRIS untuk usaha akan memberi hasil lebih optimal ketika data transaksi dipakai untuk memantau produk yang paling laku dan arus kas usaha.