Keuangan & Gaya Hidup

5 Aplikasi Penghasil Uang Untuk Tambahan Uang Jajan

07 Jul 2023 • 9 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
5 Aplikasi Penghasil Uang Untuk Tambahan Uang Jajan

Aplikasi Penghasil Uang: Benarkah Bisa Jadi Sumber Penghasilan?

Di era digital, smartphone bukan hanya digunakan untuk berkomunikasi atau mencari hiburan. Dengan berbagai aplikasi yang tersedia, smartphone juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Beragam aplikasi kini menawarkan skema reward setelah menyelesaikan misi mulai dari menonton video, mengisi survei, membuat konten untuk mendapatkan penghasilan hingga aplikasi yang memungkinkan Anda mengelola dan mengembangkan dana.

Namun, “aplikasi penghasil uang” bukan berarti semua aplikasi bisa memberikan penghasilan secara instan. Setiap aplikasi memiliki cara kerja, persyaratan, serta potensi keuntungan yang berbeda.

Sebelum mengunduh atau menggunakan aplikasi penghasil uang, pastikan Anda memahami cara kerjanya, siapa pengembangnya, bagaimana data pribadi digunakan, dan apakah ada biaya yang perlu dibayarkan.

Baca Juga: Jangan Asal Kasih Data Pribadi, Ini Deretan Bahayanya!

Apa Itu Aplikasi Penghasil Uang?

Aplikasi penghasil uang adalah aplikasi yang memberi imbalan berupa saldo e-wallet, saldo Google Play, kartu hadiah, atau uang tunai atas aktivitas tertentu, seperti mengisi survei, menonton video, membaca konten, membuat konten, menjual produk sebagai afiliator, atau menawarkan jasa.

Namun, penting untuk diingat bahwa aplikasi penghasil uang umumnya memberikan nominal yang relatif kecil dan bergantung pada waktu serta konsistensi penggunanya.

Berikut 5 aplikasi penghasil uang yang paling umum dipakai saat ini beserta cara kerjanya.

12 Aplikasi Penghasil Uang Di Smartphone

Tidak semua aplikasi memiliki mekanisme yang sama. Ada yang memberikan reward dari aktivitas sederhana, sementara lainnya memungkinkan pengguna mendapatkan penghasilan berdasarkan aktivitas atau karya yang mereka buat.

Berikut beberapa contoh yang pernah populer sebagai aplikasi penghasil uang.

cara dapat passive incomeSumber Foto: Shutterstock

1. TikTok / TikTok Lite

TikTok tetap menjadi salah satu platform yang paling banyak dicari sebagai sumber penghasilan tambahan. Selain fitur monetisasi konten bagi kreator (TikTok Creator Rewards Program, live gifting, afiliasi produk), TikTok Lite juga menyediakan misi harian dan program reward berbasis poin yang bisa ditukar dengan saldo.

Mendapatkan penghasilan yang signifikan dari TikTok membutuhkan konsistensi, kreativitas, dan kemampuan membangun audiens

2. SnackVideo

SnackVideo adalah platform video pendek yang memberikan reward koin kepada pengguna yang aktif menonton video, melakukan check-in harian, dan mengajak teman bergabung lewat tautan referral. Koin yang terkumpul dapat ditukar dengan saldo e-wallet setelah mencapai jumlah minimum tertentu.

Sebagian besar pengguna mendapatkan penghasilan yang lebih terasa dari program referral dibanding sekadar menonton video, jadi perhatikan realistis tidaknya waktu yang dibutuhkan.

3. Google Opinion Rewards

Aplikasi resmi dari Google ini memberikan survei-survei singkat kepada penggunanya. Setiap survei yang diselesaikan akan memberikan saldo Google Play, yang bisa digunakan untuk membeli aplikasi, game, atau konten digital lainnya.

Karena berasal dari perusahaan teknologi besar dengan model bisnis yang transparan, aplikasi ini relatif mudah dipahami cara kerjanya, meski frekuensi survei yang muncul tidak menentu.

4. JAKPAT

JAKPAT merupakan platform survei riset pasar buatan lokal yang cukup populer di Indonesia. Pengguna mengisi survei tentang berbagai topik mulai dari kebiasaan belanja hingga opini terhadap produk tertentu lalu mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan saldo e-wallet.

Ketersediaan survei biasanya disesuaikan dengan profil demografi pengguna yang dicari oleh pihak periset, sehingga tidak semua pengguna mendapat jumlah survei yang sama.

5. Fizzo Novel

Fizzo Novel adalah platform baca dan tulis cerita digital. Pengguna yang aktif membaca cerita bisa mendapatkan poin harian, sementara penulis berkesempatan mendapatkan penghasilan dari pembaca yang mengikuti karyanya. Aplikasi ini juga memiliki program referral berupa bonus saldo untuk mengajak pembaca baru.

Untuk skema referral berjenjang, ada baiknya pengguna memahami betul mekanismenya agar tidak keliru menganggapnya sebagai sumber penghasilan utama.

6. Ipsos iSay

Aplikasi survei dari perusahaan riset pasar global Ipsos. Anda mengisi survei singkat dan mengumpulkan poin untuk ditukar dengan reward. Seperti platform survei lain, jumlah survei bergantung pada kecocokan profil Anda.

7. Shopee Affiliate Program

Anda mempromosikan produk lewat tautan afiliasi dan mendapat komisi saat ada pembelian. Cocok bagi yang aktif di media sosial atau punya audiens. Penghasilan bergantung pada kualitas konten, pemilihan produk, dan jumlah audiens.

8. YouTube (YouTube Partner Program)

Kreator bisa mendapat penghasilan dari iklan, keanggotaan channel, dan fitur lain setelah memenuhi syarat program. Ini platform milik Google dengan sistem pembayaran AdSense yang transparan, tetapi butuh waktu untuk membangun channel.

9. Fiverr

Marketplace freelance tempat Anda menawarkan jasa seperti desain, penulisan, video editing, hingga pemrograman dengan tarif yang Anda tentukan. Cocok jika Anda punya keahlian spesifik.

10. Upwork

Platform freelance untuk mencari proyek, mengirim proposal, dan bekerja dengan klien dari berbagai negara. Persaingan cukup ketat, jadi profil dan portofolio yang kuat sangat berpengaruh.

11. ShopBack

Aplikasi cashback yang memberi imbalan sebagian dari belanja online Anda. Ini bukan penghasilan baru, melainkan penghematan yang efektif bila Anda memang rutin berbelanja online.

12. Swagbucks

Platform internasional yang memberi poin dari survei, video, dan aktivitas belanja, lalu poin ditukar dengan kartu hadiah atau uang tunai. Cek dulu metode pencairan yang tersedia untuk pengguna di Indonesia.

Itulah 12 aplikasi penghasil uang yang bisa dicoba untuk tambahan uang jajan hingga penghasilan sampingan.

Berapa Penghasilan Realistis dari Aplikasi Penghasil Uang?

Untuk aplikasi berbasis survei dan misi, nominalnya umumnya kecil dan tidak bisa diandalkan sebagai penghasilan utama. Untuk kreator, afiliasi, dan freelance, potensinya lebih besar, tetapi sangat bergantung pada skill, konsistensi, dan waktu yang di investasikan.

Selain Reward, Ada Cara Lain Mengembangkan Uang dari Smartphone

Aplikasi penghasil uang tidak selalu harus berarti mendapatkan uang dari menyelesaikan misi.

Jika tujuan Anda bukan sekadar mendapatkan tambahan uang, tetapi mengembangkan dana yang sudah dimiliki, investasi bisa menjadi alternatif yang perlu dipertimbangkan.

Selain mencari aplikasi penghasil uang, smartphone juga bisa digunakan untuk mengelola investasi.

Salah satunya melalui Amartha Prosper, solusi investasi berdampak dari Amartha yang memberikan kesempatan kepada investor untuk mengembangkan portofolio sekaligus mendukung pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.

Salah satu produk yang tersedia adalah Grassroots Growth Series. Melalui Grassroots Growth Series, dana investor disalurkan ke usaha mikro perempuan di berbagai daerah Indonesia yang berada dalam ekosistem Amartha.

Grassroots Growth Series menawarkan potensi imbal hasil hingga 14% per tahun dan tersedia dalam beberapa katalog investasi, yaitu Balanced, Progressive, dan Dynamic. Masing-masing profil memiliki karakteristik yang berbeda sehingga investor dapat memilih sesuai tujuan dan preferensi risikonya.

Yang menarik, investasi di Amartha Prosper bukan hanya tentang potensi pertumbuhan finansial.

Dana yang diinvestasikan juga berkontribusi pada akses pembiayaan bagi perempuan pengusaha mikro di berbagai daerah. Dengan begitu, investor dapat menggabungkan tujuan finansial dan dampak sosial dalam satu keputusan investasi.

Perlu diingat: investasi memiliki risiko. Potensi imbal hasil bukan merupakan jaminan keuntungan. Pastikan memahami karakteristik, risiko, dan ketentuan produk sebelum berinvestasi.


Aplikasi Penghasil Uang atau Investasi, Mana yang Lebih Cocok?

Jawabannya tergantung pada tujuan Anda.

Jika Anda ingin mendapatkan reward dari aktivitas sehari-hari, aplikasi berbasis reward mungkin lebih sesuai.

Jika Anda ingin membangun aset dan mencapai tujuan finansial dalam jangka menengah atau panjang, investasi dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.

Yang terpenting adalah jangan mudah tergiur dengan klaim “uang cepat”. Pastikan Anda mengetahui dari mana penghasilan atau keuntungan tersebut berasal dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkannya.


Tips Memilih Aplikasi Penghasil Uang yang Aman

Sebelum mengunduh aplikasi apa pun, terutama aplikasi yang berkaitan dengan uang, lakukan beberapa pengecekan berikut:

1. Cek Pengembang Aplikasi

Pastikan aplikasi berasal dari perusahaan atau pengembang yang jelas dan memiliki informasi yang dapat diverifikasi.

2. Baca Kebijakan Privasi

Jangan langsung memberikan KTP, nomor rekening, atau informasi pribadi lainnya tanpa memahami bagaimana data tersebut digunakan.

3. Jangan Mudah Percaya Klaim Penghasilan

Jika sebuah aplikasi menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, lakukan pengecekan lebih lanjut sebelum menggunakannya.

4. Pahami Cara Mendapatkan Uang

Cari tahu apakah penghasilan berasal dari reward, aktivitas pengguna, penjualan, konten, komisi, atau investasi.


Kesimpulan

Ada banyak cara memanfaatkan smartphone untuk mendapatkan atau mengelola uang. TikTok, SnackVideo, Google Opinion Rewards, JAKPAT, Ipsos iSay, Fizzo Novel, Shopee Affiliate, YouTube, Fiverr, Upwork, ShopBack, dan Swagbucks memiliki mekanisme berbeda, jadi pahami dulu cara kerjanya sebelum memakainya secara rutin.

Aplikasi penghasil uang bukan cara instan untuk kaya. Jika tujuan Anda sudah berkembang menjadi mengembangkan dana, investasi seperti Amartha Prosper Grassroots Growth Series, dengan potensi imbal hasil hingga 14% per tahun dan beberapa profil investasi, bisa dipertimbangkan. Mulai dengan memahami tujuan finansial Anda, kenali risikonya, lalu pilih produk yang sesuai.

*artikel ini di update pada tahun 2026. Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan atau ajakan membeli produk tertentu.