
Hasil investasi tidak selalu terlihat dari kenaikan harga aset saja. Investor juga perlu menghitung pendapatan lain, seperti dividen saham atau kupon obligasi. Karena itu, memahami arti return membantu seseorang menilai apakah dana yang ditanamkan memberi hasil sesuai tujuan.
Pengertian Arti Return dalam Investasi
Arti return dalam keuangan adalah tingkat keuntungan atau kerugian dari suatu investasi selama periode tertentu. Return dapat berasal dari kenaikan nilai aset maupun pendapatan yang dibagikan kepada investor. Angka ini biasanya ditampilkan dalam nominal rupiah atau persentase.
Return sebagai hasil investasi
Menurut Zvi Bodie dalam buku Investments, return mengukur perubahan nilai investasi dalam suatu periode. Misalnya, saham yang dibeli seharga Rp1 juta lalu nilainya menjadi Rp1,1 juta memberi keuntungan Rp100 ribu sebelum biaya transaksi.
Fungsi return bagi investor
Return membantu investor membandingkan hasil dari beberapa pilihan, seperti deposito, saham, reksa dana, dan obligasi. Perhitungan ini juga berguna untuk melihat apakah hasil investasi sebanding dengan risiko yang diambil.
Jenis Return yang Perlu Dipahami
Return memiliki beberapa bentuk yang dipakai sesuai kebutuhan analisis. Perbedaannya terletak pada waktu pengukuran dan dasar perhitungannya. Memahami jenisnya membuat investor tidak keliru membaca potensi keuntungan.
Return realisasi
Return realisasi adalah hasil yang benar-benar sudah terjadi pada periode sebelumnya. Investor dapat menghitungnya dari perubahan harga aset dan pendapatan yang telah diterima, seperti dividen atau kupon.
Return ekspektasi dan return riil
Return ekspektasi adalah perkiraan hasil investasi pada masa depan. Sementara itu, return riil menunjukkan hasil setelah memperhitungkan inflasi, yaitu kenaikan harga barang dan jasa yang menurunkan daya beli uang.
Cara Menghitung Return Investasi
Rumus return dapat diterapkan pada berbagai instrumen investasi. Investor perlu mencatat harga beli, harga jual atau harga akhir, serta pendapatan yang diterima. Biaya transaksi juga sebaiknya dimasukkan agar hasilnya lebih mendekati kondisi nyata.
Rumus dasar return
Return dapat dihitung dengan rumus nilai akhir dikurangi nilai awal lalu ditambah pendapatan, kemudian dibagi nilai awal. Setelah itu, hasilnya dikalikan seratus persen untuk mendapatkan angka persentase.
Contoh pada saham dan obligasi
Saham senilai Rp2 juta yang naik menjadi Rp2,2 juta dan memberi dividen Rp50 ribu menghasilkan return 12,5 persen. Pada obligasi, return dapat berasal dari kupon rutin dan perubahan harga obligasi saat dijual.
Faktor yang Memengaruhi Return
Besarnya return dapat berubah karena kondisi pasar dan ekonomi. Aset dengan peluang keuntungan tinggi umumnya memiliki pergerakan harga yang lebih besar. Oleh karena itu, return perlu dinilai bersama tingkat risiko investasi.
Inflasi dan suku bunga
Inflasi dapat mengurangi nilai nyata dari keuntungan investasi. Kenaikan suku bunga juga sering memengaruhi harga obligasi serta minat investor terhadap saham dan instrumen pendapatan tetap.
Kinerja perusahaan dan kondisi pasar
Laba perusahaan, kebijakan dividen, serta sentimen pasar dapat menggerakkan harga saham. Menurut Edwin J. Elton dalam buku Modern Portfolio Theory and Investment Analysis, investor perlu mempertimbangkan risiko dan imbal hasil saat menyusun portofolio.
Manfaat Menghitung Return Sebelum Berinvestasi
Perhitungan return membantu investor membuat keputusan yang lebih terukur. Angka ini dapat dipakai untuk mengevaluasi hasil investasi dari waktu ke waktu. Selain itu, investor bisa menyesuaikan pilihan aset dengan target keuangan pribadi.
Hal yang dapat dinilai dari return
- Membandingkan hasil beberapa instrumen investasi.
- Mengevaluasi kinerja portofolio secara berkala.
- Mengukur dampak biaya transaksi terhadap keuntungan.
- Menyesuaikan investasi dengan target dana masa depan.
- Menilai apakah risiko yang diambil masih masuk akal.
Gunakan return bersama pertimbangan lain
Return tinggi tidak selalu berarti investasi tersebut cocok untuk semua orang. Investor tetap perlu melihat jangka waktu investasi, kebutuhan dana, dan kemampuan menghadapi penurunan nilai aset.
Arti return pada akhirnya berkaitan dengan hasil yang diperoleh investor dari dana yang ditanamkan. Dengan menghitungnya secara rutin, investor dapat mengambil keputusan berdasarkan angka, bukan sekadar mengikuti tren pasar.











