Bisnis & UMKM

Piutang Usaha Adalah Tagihan Bisnis yang Perlu Dijaga

26 Oct 2026 • 4 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Piutang Usaha Adalah Tagihan Bisnis yang Perlu Dijaga

Penjualan kredit dapat membantu bisnis menarik pelanggan, terutama saat pembeli membutuhkan waktu untuk membayar. Namun, uang dari transaksi tersebut belum langsung masuk ke kas perusahaan. Karena itu, pemilik usaha perlu memantau tagihan agar modal kerja tetap aman.

Piutang usaha adalah nilai tagihan perusahaan kepada pelanggan akibat penjualan barang atau jasa secara kredit. Tagihan ini biasanya memiliki batas waktu pembayaran yang telah disepakati sejak awal transaksi.

Pengertian Piutang Usaha Adalah

Piutang usaha tercatat sebagai aset lancar karena perusahaan memperkirakan tagihan dapat ditagih dalam waktu dekat, umumnya kurang dari satu tahun. Nilainya berasal dari transaksi utama bisnis, seperti toko grosir yang menjual barang kepada pengecer dengan tempo pembayaran 30 hari. Catatan piutang membantu perusahaan mengetahui berapa uang yang masih berada di tangan pelanggan.

Berbeda dari Piutang Lainnya

Piutang usaha muncul dari penjualan rutin kepada pelanggan. Sementara itu, piutang lain dapat berasal dari pinjaman karyawan, uang muka, atau tagihan di luar kegiatan penjualan utama.

Menurut Rudianto dalam buku Pengantar Akuntansi, piutang merupakan hak perusahaan untuk menerima sejumlah uang dari pihak lain pada masa mendatang. Dalam praktiknya, piutang usaha perlu dipisahkan dari jenis tagihan lain agar laporan keuangan lebih jelas.

Perannya dalam Arus Kas

Arus kas adalah pergerakan uang masuk dan keluar dalam bisnis. Piutang yang terlalu lama belum dibayar dapat membuat perusahaan kesulitan membeli stok, membayar gaji, atau melunasi kewajiban kepada pemasok.

Di sisi lain, penjualan kredit tetap berguna untuk menjaga hubungan dengan pelanggan yang memiliki riwayat pembayaran baik. Kuncinya ada pada aturan kredit yang masuk akal dan penagihan yang konsisten.

Jenis dan Pencatatan Piutang Usaha

Dalam penggunaan sehari-hari, banyak orang menyebut semua tagihan sebagai piutang usaha. Padahal, akuntansi membedakan tagihan berdasarkan asal transaksinya. Pemisahan ini memudahkan pemilik usaha menilai risiko pembayaran dari setiap pelanggan.

Piutang Dagang dan Non Dagang

Piutang dagang berasal dari penjualan barang atau jasa yang menjadi kegiatan utama usaha. Contohnya, distributor minuman mengirim produk ke warung dan memberi waktu pembayaran selama dua minggu.

Piutang non dagang berasal dari transaksi di luar penjualan utama. Misalnya, perusahaan menagih pinjaman kepada karyawan atau uang muka yang belum dipertanggungjawabkan.

Jurnal Sederhana saat Menjual Kredit

Saat bisnis menjual barang secara kredit, pencatatan dasarnya adalah debit piutang usaha dan kredit penjualan. Ketika pelanggan membayar, perusahaan mencatat debit kas dan kredit piutang usaha.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 71 tentang Instrumen Keuangan, perusahaan perlu mempertimbangkan risiko kerugian kredit ekspektasian saat menilai aset keuangan seperti piutang. Kerugian kredit ekspektasian berarti perkiraan kerugian karena sebagian tagihan berpotensi tidak tertagih.

Cara Mengelola Piutang Usaha agar Cepat Tertagih

Piutang usaha adalah aset yang nilainya dapat menurun bila pelanggan terlambat atau gagal membayar. Pengelolaan yang rapi membantu bisnis mengurangi risiko tersebut sejak transaksi belum terjadi. Pemilik usaha juga lebih mudah mengambil tindakan sebelum tunggakan menumpuk.

Tetapkan Aturan Kredit yang Jelas

Sampaikan tempo pembayaran, denda keterlambatan, dan metode pembayaran sebelum barang atau jasa diberikan. Untuk pelanggan baru, bisnis dapat meminta uang muka atau memberi batas kredit yang lebih kecil.

Menurut Kasmir dalam buku Analisis Laporan Keuangan, rasio perputaran piutang digunakan untuk menilai seberapa cepat piutang berubah menjadi kas. Perputaran yang makin cepat umumnya menunjukkan penagihan berjalan lebih baik.

Lakukan Lima Langkah Penagihan

Penagihan tidak perlu menunggu hingga tagihan melewati jatuh tempo. Buat alur sederhana yang dijalankan secara rutin oleh bagian keuangan atau pemilik usaha.

  1. Catat nama pelanggan, nilai transaksi, dan tanggal jatuh tempo.
  2. Kirim invoice segera setelah barang atau jasa diterima pelanggan.
  3. Ingatkan pelanggan beberapa hari sebelum jatuh tempo.
  4. Hubungi pelanggan secara langsung ketika pembayaran terlambat.
  5. Evaluasi pelanggan yang berulang kali menunggak sebelum memberi kredit baru.

Simpan bukti percakapan, invoice, dan pembayaran dalam satu sistem administrasi. Cara ini membuat piutang usaha lebih mudah dipantau serta mengurangi kesalahan saat mencocokkan tagihan dengan uang yang masuk.