Bisnis & UMKM

Apa Itu UMKM dan Perannya bagi Ekonomi Indonesia

26 Oct 2026 • 5 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Apa Itu UMKM dan Perannya bagi Ekonomi Indonesia

Warung makan, penjahit rumahan, toko kelontong, hingga usaha kerajinan termasuk kegiatan ekonomi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak usaha tersebut masuk kategori UMKM dan menjadi sumber penghasilan bagi jutaan keluarga. Lalu, apa itu UMKM dan bagaimana perannya bagi ekonomi Indonesia?

Pengertian Apa Itu UMKM

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Istilah ini digunakan untuk mengelompokkan usaha berdasarkan skala modal atau hasil penjualan dalam setahun. Klasifikasi tersebut membantu pemerintah menyiapkan kebijakan, pembiayaan, serta pendampingan yang sesuai.

Definisi UMKM dalam aturan Indonesia

Menurut Pemerintah Indonesia dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dijalankan oleh orang perorangan atau badan usaha. Artinya, usaha ini tidak dikuasai oleh perusahaan besar.

Kriteria usaha mikro, kecil, dan menengah

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 memakai modal usaha atau hasil penjualan tahunan sebagai dasar pengelompokan. Modal usaha tidak menghitung tanah dan bangunan tempat usaha.

  • Usaha mikro memiliki modal sampai Rp1 miliar atau penjualan sampai Rp2 miliar per tahun.
  • Usaha kecil memiliki modal lebih dari Rp1 miliar sampai Rp5 miliar atau penjualan lebih dari Rp2 miliar sampai Rp15 miliar per tahun.
  • Usaha menengah memiliki modal lebih dari Rp5 miliar sampai Rp10 miliar atau penjualan lebih dari Rp15 miliar sampai Rp50 miliar per tahun.

Contoh UMKM di sekitar masyarakat

Contoh UMKM antara lain kedai kopi milik perorangan, usaha katering rumahan, bengkel motor, pengrajin mebel, dan toko pakaian daring. Skala usaha dapat berkembang seiring naiknya modal, jumlah pekerja, serta penjualan. Karena itu, pelaku usaha perlu mencatat keuangan sejak awal.

Perkembangan UMKM di Indonesia

Usaha kecil sudah lama tumbuh dalam kegiatan perdagangan, pertanian, dan produksi rumahan di Indonesia. Pemerintah kemudian memberi dasar hukum yang lebih jelas melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995. Aturan tersebut diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 agar pembinaan UMKM lebih terarah.

Kebijakan yang terus berubah

Kebijakan UMKM kini mencakup kemudahan perizinan, akses pembiayaan, pelatihan, dan perluasan pasar. Pemerintah juga mendorong penggunaan Nomor Induk Berusaha agar pelaku usaha lebih mudah mengurus legalitas. Legalitas membantu usaha membangun kepercayaan saat bekerja sama dengan bank atau mitra dagang.

Peralihan ke penjualan digital

Marketplace, media sosial, dan layanan pesan antar membuka pilihan baru bagi UMKM untuk menjangkau pembeli. Namun, pelaku usaha tetap perlu menjaga kualitas produk, stok, serta pelayanan pelanggan. Promosi digital akan lebih efektif jika didukung foto produk yang jelas dan informasi harga yang terbuka.

Peran UMKM bagi Ekonomi Indonesia

UMKM memberi ruang bagi masyarakat untuk memulai usaha dengan modal yang relatif terjangkau. Sektor ini tersebar di banyak daerah dan bergerak dalam beragam bidang. Kehadirannya ikut membuat kegiatan ekonomi lebih dekat dengan kebutuhan warga.

Membuka lapangan kerja

UMKM menyerap tenaga kerja melalui usaha keluarga, pegawai toko, pekerja produksi, hingga kurir lokal. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut UMKM menyumbang sekitar 61 persen produk domestik bruto Indonesia dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Data tersebut menunjukkan besarnya peran usaha berskala kecil dalam perputaran ekonomi.

Menggerakkan ekonomi daerah

Pelaku UMKM biasanya membeli bahan baku dari pemasok di sekitarnya dan menjual produk kepada masyarakat setempat. Pola ini membuat uang berputar di daerah. Selain itu, produk khas daerah seperti makanan olahan dan kerajinan dapat memiliki pasar yang lebih luas melalui penjualan daring.

Tantangan dan Cara Mengembangkan UMKM

Setiap UMKM menghadapi kondisi yang berbeda, tetapi persoalan modal, pemasaran, dan pengelolaan usaha sering muncul. Persaingan juga semakin ketat karena konsumen mudah membandingkan harga serta kualitas produk. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu membangun langkah yang realistis dan konsisten.

Kelola usaha dari hal paling dasar

Agar usaha lebih terarah, pelaku UMKM dapat melakukan beberapa langkah berikut.

  1. Catat pemasukan dan pengeluaran secara terpisah dari uang pribadi.
  2. Tentukan produk yang menjawab kebutuhan pelanggan.
  3. Jaga mutu produk dan layanan agar pelanggan mau membeli kembali.
  4. Urus perizinan usaha sesuai kebutuhan.
  5. Gunakan media digital untuk promosi dan komunikasi dengan pelanggan.

Manfaatkan dukungan yang tersedia

Pelaku usaha dapat mencari pelatihan dari dinas koperasi, komunitas bisnis, lembaga keuangan, atau platform penjualan. Pembiayaan juga perlu dipilih dengan hati-hati agar cicilan sesuai kemampuan usaha. Dengan memahami apa itu UMKM dan kriterianya, pemilik usaha dapat memilih dukungan yang paling relevan untuk berkembang.