
Sudah terpikir untuk pensiun dini? Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menghitung pesangon pensiun dini. Ini diperlukan supaya kamu mendapatkan gambaran, berapa biaya hidup yang perlu kamu persiapkan untuk masa pensiun nanti. Serta agar kamu mengetahui kapan waktu yang tepat jika ingin pensiun dini.
Sebaiknya kamu tidak terburu-buru dan mengambil keputusan pensiun dini tanpa perencanaan yang matang. Lakukan perhitungan pensiun dini secara cermat dan terencana. Setiap orang baik itu pegawai swasta, BUMN maupun PNS atau ASN (Aparatur Sipil Negara) berhak mengajukan pensiun dini.
Apa Itu Pensiun Dini?
Dari namanya kita sudah bisa mengertikan pensiun dini yaitu ketika pekerja memutuskan untuk pensiun lebih cepat. Misalnya 10 tahun lebih awal. Sedangkan pada umumnya pekerja baru bisa pensiun di usia 55 tahun, tetapi ketentuan ini juga bisa berbeda, tergantung peraturan perusahaan.
Sedangkan untuk PNS, batas usia pensiun ada yang 58- 60 tahun. Hak PNS yang pensiun dini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017. Dijelaskan bahwa PNS yang sudah berusia minimal 45 tahun dan telah mengabdi paling sedikit 20 tahun, bisa mengajukan pensiun dini.
Syarat Mendapatkan Pesangon Pensiun Dini
Ketika pegawai berniat mengajukan pensiun dini, perusahaan tidak langsung menyetujui. Ada syarat-syarat tertentu yang membuat seorang karyawan bisa berhenti bekerja dan mendapatkan pesangon pensiun dini.
Kamu perlu mengetahui apa saja syarat-syaratnya. Ketentuan tersebut ada yang sudah tertuang dalam kontrak kerja, ketika kamu pertama kali bergabung ke perusahaan. Ada juga yang dicantumkan dalam peraturan tempat kerja.
Namun umumnya kriteria pegawai yang bisa mengajukan pensiun dini baik untuk swasta maupun BUMN yaitu sebagai berikut:
Berusia 45- 50 tahun
Mempunyai masa kerja minimal 10 tahun. Ada juga yang 15- 20 tahun. Setiap perusahaan memiliki ketentuan yang berbeda
Mendapatkan persetujuan manajemen. Dimana sebelumnya kamu perlu mengajukan dulu surat permohonan untuk pensiun dini
Selebihnya adalah persyaratan administratif berupa dokumen yang perlu dilengkapi
Baca Juga: Ini Dia Syarat Pensiun Dini, Yuk Persiapkan dari Sekarang!
Cara Menghitung Pesangon Pensiun Dini
Lalu bagaimana cara menghitung pesangon pensiun dini? Mari kita lakukan simulasi perhitungannya berikut ini:
Misalkan biaya hidup atau pengeluaran kamu per bulan adalah Rp4.000.000. Dan pendapatan kamu setiap bulannya Rp20.000.000. Saat ini kamu berusia 30 tahun dan ingin pensiun dini di umur 45 tahun. Anggaplah usia harapan hidup kamu 85 tahun.
Maka perhitungan dana pensiun akan seperti ini:
Dana pensiun dini = Rp 4.000.000 x 12 x (85 tahun – 45 tahun)
= Rp 48.000.000 x 40
= Rp 1.920.000.000 ini adalah jumlah dana pensiun dini yang perlu kamu persiapkan.
Selanjutnya tabungan pensiun yang harus kamu persiapkan:
Tabungan per bulan = Rp 1.920.000.000 : (45 tahun - 30 tahun) : 12 bulan
= 128.000.000 : 12
= Rp 10.666.666
Jadi dana yang perlu kamu persiapkan setiap bulannya untuk tabungan pensiun sebesar Rp10.666.666
Nah itu dia perhitungan pesangon pensiun 2022. Sebelum mengajukan pensiun dini ada beberapa hal yang perlu kamu pastikan. Selain menghitung target pensiun dan biaya hidup per bulan, kamu juga perlu pastikan sumber pendapatan lain dan aktivitas setelah pensiun.
Karena saat masih bekerja, kamu sangat aktif dengan segala pekerjaan dan kegiatan yang sifatnya rutin. Ketika pensiun nanti, perlu ada aktivitas baru untuk mengisi hari-harimu, selain berkumpul bersama keluarga.
Misalnya memulai hobi baru atau membuka usaha bila ingin produktif. Rencanakan semuanya dari sekarang. Selain itu, kamu juga perlu menyiapkan sumber pendapatan lain jika penghasilan dari tempat kerja belum cukup untuk memenuhi tabungan pensiun. Belum lagi kalau kamu masih memiliki tanggungan dan hal lain yang memerlukan biaya.
Bagaimana Cara Mengejar Dana Pensiun Dini?
Investasi sebagai Bagian dari Strategi Persiapan Pensiun
Menyiapkan dana pensiun tidak harus dilakukan hanya dengan menabung. Untuk tujuan jangka panjang, sebagian dana dapat dialokasikan ke berbagai instrumen investasi sesuai profil risiko dan horizon investasi.
Diversifikasi penting agar seluruh dana tidak bergantung pada satu instrumen.
Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah Amartha Prosper, solusi investasi berdampak yang menghubungkan modal investor dengan pertumbuhan usaha mikro di Indonesia. Melalui Grassroots Growth Series (GGS), investor dapat memilih seri investasi dengan karakteristik yang berbeda sesuai kebutuhan dan preferensi risikonya.
Dengan begitu, investasi dapat menjadi salah satu bagian dari strategi untuk membangun aset sebelum pensiun, bukan sekadar mengandalkan tabungan.
Penting: investasi memiliki risiko. Potensi imbal hasil bukan jaminan keuntungan. Pastikan memahami karakteristik dan risiko produk sebelum berinvestasi
Tags











