
Laba bersih menunjukkan uang yang benar-benar tersisa setelah usaha membayar seluruh biaya. Angka ini membantu pemilik bisnis melihat apakah penjualan yang tinggi sudah menghasilkan keuntungan yang sehat. Karena itu, pencatatan pendapatan dan pengeluaran perlu dilakukan secara rutin.
Cara menghitung laba bersih bisa diterapkan pada usaha kecil, toko online, hingga perusahaan besar. Perhitungannya cukup sederhana, asalkan setiap biaya dicatat sesuai jenisnya.
Pengertian Laba Bersih
Laba bersih adalah keuntungan akhir yang diperoleh bisnis dalam satu periode tertentu. Nilainya didapat setelah pendapatan dikurangi harga pokok penjualan, biaya operasional, bunga, dan pajak. Periode perhitungan dapat dibuat mingguan, bulanan, atau tahunan sesuai kebutuhan usaha.
Angka laba bersih berbeda dari jumlah uang yang ada di kas. Uang kas dapat berasal dari pinjaman atau pembayaran pelanggan di muka, sedangkan laba bersih dihitung dari kegiatan usaha pada periode tersebut.
Menurut Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dalam PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan, laporan laba rugi menyajikan pendapatan, beban, serta laba atau rugi suatu entitas.
Apa Arti Laba Bersih bagi Pemilik Usaha
Laba bersih memberi gambaran hasil akhir dari kegiatan jual beli atau layanan yang dijalankan. Jika nilainya positif, bisnis memperoleh keuntungan setelah menanggung seluruh beban.
Nilai negatif berarti bisnis mengalami rugi bersih. Kondisi ini perlu segera ditinjau agar pemilik usaha dapat menekan biaya atau memperbaiki strategi penjualan.
Alasan Laba Bersih Perlu Dipantau
Pemantauan laba bersih membantu pemilik usaha menentukan jumlah uang yang bisa diputar kembali sebagai modal. Data ini juga berguna saat ingin menambah stok, membuka cabang, atau merekrut karyawan.
Selain itu, laporan laba bersih memudahkan bisnis menilai produk mana yang paling menguntungkan. Keputusan usaha pun tidak hanya bergantung pada perkiraan.
Rumus Dasar Cara Menghitung Laba Bersih
Rumus laba bersih perlu memasukkan semua pengeluaran yang berkaitan dengan usaha. Jangan hanya mengurangi pendapatan dengan biaya belanja stok karena masih ada biaya lain, seperti sewa, listrik, gaji, dan ongkos pengiriman.
Harga pokok penjualan adalah biaya langsung untuk memperoleh atau membuat barang yang dijual. Sementara itu, biaya operasional mencakup pengeluaran untuk menjalankan usaha sehari-hari.
Menurut Donald E. Kieso dalam buku Intermediate Accounting, beban merupakan arus keluar atau pemakaian aset yang terjadi saat perusahaan menjalankan kegiatan untuk memperoleh pendapatan.
Komponen dalam Perhitungan
Pendapatan berasal dari penjualan barang atau jasa. Setelah itu, kurangi pendapatan dengan harga pokok penjualan untuk mengetahui laba kotor.
Laba kotor kemudian dikurangi biaya operasional, bunga pinjaman jika ada, serta pajak penghasilan. Hasil akhirnya adalah laba bersih setelah pajak.
Rumus yang Umum Digunakan
Rumus sederhana laba bersih adalah pendapatan dikurangi harga pokok penjualan, biaya operasional, bunga, dan pajak. Rumus ini dapat disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan bisnis.
Secara ringkas, laba bersih sama dengan laba kotor dikurangi seluruh beban usaha dan pajak. Pastikan biaya pribadi pemilik tidak dicampur dengan biaya usaha agar hasilnya akurat.
Langkah Cara Menghitung Laba Bersih Secara Praktis
Perhitungan akan lebih mudah jika dilakukan dari catatan transaksi yang rapi. Simpan nota belanja, bukti pembayaran, dan catatan penjualan agar tidak ada biaya yang terlewat.
Misalnya, sebuah usaha makanan memiliki pendapatan Rp10 juta dalam sebulan. Pemilik usaha perlu mengurangi angka itu dengan biaya bahan baku, kemasan, gaji, listrik, transportasi, serta pajak yang berlaku.
Berikut langkah praktis yang dapat digunakan untuk menghitung laba bersih setiap bulan.
Catat dan Kurangi Semua Biaya Usaha
- Jumlahkan seluruh pendapatan dari penjualan barang atau jasa.
- Kurangi pendapatan dengan biaya bahan baku atau harga beli barang dagangan.
- Catat biaya operasional, seperti sewa, gaji, listrik, internet, dan kemasan.
- Masukkan beban bunga apabila usaha menggunakan pinjaman.
- Kurangi hasilnya dengan pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.
Contohnya, pendapatan Rp10 juta dikurangi harga pokok Rp4 juta dan biaya operasional Rp3 juta menghasilkan Rp3 juta sebelum pajak. Jika pajaknya Rp300 ribu, laba bersih usaha tersebut adalah Rp2,7 juta.
Hindari Kesalahan Pencatatan
Pisahkan rekening usaha dan rekening pribadi sejak awal. Kebiasaan ini membuat pengeluaran pribadi tidak ikut terbaca sebagai biaya bisnis.
Periksa kembali transaksi yang belum dibayar atau piutang pelanggan. Penjualan yang masih berupa piutang tetap perlu dicatat sebagai pendapatan bila barang atau jasa sudah diberikan.
Perbedaan Laba Bersih dan Laba Kotor
Laba kotor dan laba bersih sama-sama menunjukkan hasil usaha, tetapi tahap perhitungannya berbeda. Laba kotor dihitung lebih awal setelah pendapatan dikurangi harga pokok penjualan.
Laba bersih memberikan gambaran yang lebih lengkap karena seluruh biaya usaha sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, pemilik bisnis sebaiknya memantau kedua angka tersebut.
Menurut Pemerintah Republik Indonesia dalam Undang Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, pajak penghasilan dikenakan atas tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak.
Laba Kotor
Laba kotor menunjukkan selisih antara pendapatan dan biaya langsung untuk menyediakan barang atau jasa. Angka ini membantu pemilik usaha mengevaluasi harga jual dan biaya bahan baku.
Laba kotor belum memperhitungkan sewa tempat, gaji administrasi, promosi, bunga, maupun pajak. Karena itu, laba kotor tidak bisa langsung dianggap sebagai keuntungan akhir.
Laba Bersih
Laba bersih dihitung setelah seluruh beban dikurangkan dari pendapatan. Angka ini dapat digunakan sebagai dasar pembagian keuntungan, penambahan modal, atau evaluasi kondisi keuangan usaha.
Cara menghitung laba bersih secara rutin membuat pemilik bisnis lebih cepat melihat kebocoran biaya dan mengambil keputusan berdasarkan data.
Tags











