
Setiap bisnis perlu mengetahui berapa uang yang tersisa setelah membayar biaya barang yang dijual. Angka ini membantu pemilik usaha melihat apakah harga jual dan biaya produksi sudah seimbang. Dalam laporan keuangan, laba kotor menjadi salah satu angka awal untuk menilai kemampuan usaha menghasilkan keuntungan.
Laba kotor adalah selisih antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan. Penjualan bersih berarti pendapatan setelah dikurangi potongan penjualan, retur, atau pengembalian barang. Sementara itu, harga pokok penjualan mencakup biaya langsung untuk membeli atau membuat barang yang terjual.
Pengertian Laba Kotor Adalah
Laba kotor menunjukkan hasil penjualan sebelum bisnis membayar biaya operasional. Biaya operasional dapat berupa gaji karyawan, sewa tempat, listrik, biaya pemasaran, dan administrasi. Karena itu, laba kotor belum menggambarkan keuntungan akhir yang benar benar diterima perusahaan.
Menurut Kasmir dalam buku Analisis Laporan Keuangan, laba kotor diperoleh dari penjualan bersih yang dikurangi harga pokok penjualan. Perhitungan ini lazim muncul dalam laporan laba rugi perusahaan.
Apa Itu Laba Kotor
Laba kotor memperlihatkan seberapa besar sisa pendapatan dari penjualan barang atau jasa setelah biaya langsungnya dibayar. Misalnya, toko roti menjual roti senilai Rp10 juta dan mengeluarkan Rp6 juta untuk bahan baku serta produksi. Laba kotornya sebesar Rp4 juta.
Angka tersebut dapat menjadi tanda awal apakah usaha memiliki ruang yang cukup untuk membayar pengeluaran lain. Jika laba kotor terlalu kecil, bisnis akan lebih sulit menutup biaya sewa, gaji, hingga promosi.
Perbedaan Laba Kotor dan Laba Bersih
Laba bersih dihitung setelah laba kotor dikurangi seluruh beban usaha, beban bunga, serta pajak. Oleh karena itu, laba bersih biasanya lebih kecil daripada laba kotor. Pemilik bisnis perlu memeriksa keduanya agar tidak keliru menganggap seluruh laba kotor sebagai uang yang siap digunakan.
Menurut Hery dalam buku Analisis Laporan Keuangan, laporan laba rugi menyajikan hasil usaha perusahaan selama satu periode, termasuk pendapatan dan beban yang memengaruhi laba. Dengan melihat susunan laporan ini, pemilik usaha dapat mengetahui sumber biaya yang paling besar.
Rumus dan Cara Menghitung Laba Kotor
Rumus laba kotor cukup sederhana dan bisa dipakai oleh usaha kecil maupun perusahaan besar. Data utamanya berasal dari catatan penjualan dan biaya barang yang sudah terjual. Pencatatan yang rapi akan membuat hasil hitung lebih akurat.
Dalam usaha dagang, harga pokok penjualan dapat berasal dari harga beli barang, ongkos kirim, dan biaya lain yang berkaitan langsung dengan persediaan. Pada usaha makanan, komponen ini dapat mencakup bahan baku dan biaya produksi langsung. Biaya promosi umumnya tidak masuk ke dalam harga pokok penjualan.
Rumus Laba Kotor
Rumusnya adalah penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. Jika penjualan bersih sebuah toko pakaian mencapai Rp25 juta dan harga pokok penjualannya Rp15 juta, laba kotornya adalah Rp10 juta.
Bisnis juga bisa menghitung margin laba kotor untuk mengetahui persentase keuntungan dari penjualan. Rumusnya adalah laba kotor dibagi penjualan bersih, lalu dikalikan 100 persen.
Faktor yang Memengaruhi Laba Kotor
Naik turunnya laba kotor dipengaruhi oleh harga jual dan biaya barang yang dijual. Harga bahan baku yang meningkat dapat menekan laba apabila bisnis tidak menyesuaikan harga jual. Di sisi lain, diskon besar juga dapat mengurangi pendapatan dari setiap transaksi.
Beberapa hal yang perlu dipantau meliputi:
- harga beli bahan baku atau stok barang
- biaya produksi langsung
- harga jual kepada pelanggan
- potongan harga dan program diskon
- barang rusak, hilang, atau tidak laku
Manfaat Laba Kotor bagi Keputusan Bisnis
Laba kotor membantu pemilik usaha menentukan langkah sebelum masalah keuangan menjadi lebih besar. Angka ini dapat dibandingkan dari bulan ke bulan untuk melihat perubahan kinerja penjualan. Jika nilainya menurun, pemilik usaha bisa segera mengecek biaya bahan, stok, atau strategi harga.
Selain itu, laba kotor memberi gambaran tentang efisiensi kegiatan utama bisnis. Bisnis dengan penjualan tinggi belum tentu sehat jika biaya barang yang dijual ikut melonjak. Karena itu, penjualan dan laba kotor perlu dibaca secara bersamaan.
Menentukan Harga Jual yang Lebih Tepat
Data laba kotor membantu pelaku usaha menentukan harga jual yang masih memberi ruang keuntungan. Pemilik warung kopi, misalnya, dapat menghitung biaya kopi, susu, gula, gelas, dan bahan pendukung sebelum menetapkan harga menu. Cara ini mengurangi risiko menjual produk terlalu murah.
Menurut V. Wiratna Sujarweni dalam buku Analisis Laporan Keuangan, analisis laporan keuangan digunakan untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi. Dalam praktiknya, laba kotor dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi harga dan biaya usaha.
Mengendalikan Biaya dan Stok
Pemilik bisnis dapat memakai laba kotor untuk menilai produk mana yang paling menguntungkan. Produk dengan penjualan tinggi tetapi laba kecil perlu dievaluasi, terutama bila biaya bahan atau pembeliannya terus naik. Langkah ini membantu usaha memusatkan modal pada produk yang lebih sehat.
Pada akhirnya, laba kotor adalah angka yang perlu dipantau rutin, bukan sekadar dicatat saat membuat laporan. Catat penjualan dan biaya barang secara konsisten agar keputusan harga, pembelian stok, serta pengeluaran usaha dibuat berdasarkan data.
Tags











