
Modal tambahan dapat membantu pelaku usaha membeli bahan baku, menambah alat produksi, atau memperluas penjualan. Namun, setiap sumber dana punya syarat, biaya, dan risiko yang berbeda. Karena itu, pelaku UMKM perlu memilih bantuan modal usaha sesuai kondisi bisnisnya.
Cara mendapatkan bantuan modal usaha dapat dimulai dengan memastikan usaha sudah berjalan, memiliki catatan keuangan sederhana, dan tujuan penggunaan dana yang jelas. Langkah ini akan memudahkan proses pengajuan ke pemerintah, bank, koperasi, maupun platform pendanaan.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengajukan Modal Usaha
Pemberi dana biasanya ingin melihat apakah usaha mampu menggunakan modal secara produktif. Mereka juga perlu menilai kemampuan peminjam dalam mengembalikan dana jika pembiayaannya berbentuk kredit. Oleh karena itu, persiapan dokumen menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan.
Menurut Kementerian Koperasi dan UKM dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, pembiayaan menjadi salah satu aspek pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Pelaku usaha tetap perlu mengelola dana secara bertanggung jawab agar bisnis dapat tumbuh.
Siapkan identitas dan legalitas usaha
Dokumen dasar yang umumnya diminta meliputi KTP, Kartu Keluarga, Nomor Induk Berusaha, serta NPWP untuk kebutuhan tertentu. Nomor Induk Berusaha dapat dibuat melalui sistem OSS dan berguna sebagai identitas resmi pelaku usaha.
Buat catatan keuangan sederhana
Catat pemasukan, pengeluaran, stok barang, dan keuntungan usaha setiap hari. Catatan ini membantu bank atau lembaga pembiayaan melihat aktivitas usaha secara lebih jelas.
Tentukan tujuan penggunaan dana
Jelaskan kebutuhan modal secara rinci, misalnya untuk membeli mesin, menambah bahan baku, atau membuka gerai baru. Hindari mengajukan dana tanpa rencana karena hal ini dapat membuat pengajuan terlihat kurang meyakinkan.
Cara Mendapatkan Bantuan Modal Usaha dari Pemerintah
Program pemerintah dapat menjadi pilihan bagi UMKM yang membutuhkan pembiayaan dengan ketentuan tertentu. Salah satu program yang banyak dikenal adalah Kredit Usaha Rakyat atau KUR. KUR merupakan pembiayaan kredit, sehingga dana tersebut perlu dikembalikan sesuai perjanjian dengan penyalur.
Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat, KUR ditujukan bagi usaha produktif yang layak namun belum memiliki agunan tambahan yang cukup. Pengajuan dilakukan melalui bank atau lembaga penyalur KUR yang bekerja sama dengan pemerintah.
Datangi bank atau penyalur KUR
Pelaku usaha dapat mendatangi bank penyalur KUR dengan membawa identitas, dokumen usaha, dan catatan keuangan. Petugas akan memeriksa kelengkapan berkas serta menilai kelayakan usaha sebelum menentukan keputusan.
Ikuti informasi hibah UMKM dari instansi resmi
Bantuan hibah biasanya memiliki kuota, jadwal, dan syarat yang berubah sesuai program pemerintah daerah atau kementerian. Pantau pengumuman dari dinas koperasi dan UKM setempat agar terhindar dari informasi palsu atau pungutan ilegal.
Cek status pengajuan secara berkala
Simpan nomor registrasi, bukti pendaftaran, dan dokumen pengajuan. Jika ada berkas yang kurang, segera lengkapi agar proses verifikasi tidak terhenti.
Pilih Sumber Modal Usaha Alternatif dengan Bijak
Bank bukan satu-satunya tempat untuk mencari modal usaha. Koperasi, layanan urun dana, dan investor dapat menjadi pilihan bagi bisnis dengan kebutuhan yang berbeda. Meski begitu, pelaku usaha perlu memahami kewajiban sebelum menerima dana.
Berikut beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan.
- Koperasi simpan pinjam. Koperasi dapat memberi pinjaman kepada anggota dengan mekanisme yang disepakati bersama. Pastikan koperasi memiliki izin dan pengelolaan yang jelas.
- Kredit mikro bank. Pilihan ini cocok bagi usaha yang sudah memiliki arus kas dan kemampuan membayar cicilan. Bandingkan bunga, tenor, serta biaya administrasi sebelum menandatangani perjanjian.
- Urun dana. Urun dana adalah pengumpulan dana dari banyak pihak melalui platform digital. Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 57 Tahun 2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi, layanan ini berada dalam kerangka pengawasan OJK.
- Investor individu. Investor dapat memberi modal sebagai imbalan atas kepemilikan atau bagi hasil usaha. Siapkan proposal berisi produk, target pasar, omzet, dan rencana penggunaan dana.
- Pinjaman keluarga. Opsi ini dapat dipilih untuk kebutuhan kecil dan mendesak. Tetap buat kesepakatan tertulis mengenai nominal, waktu pengembalian, dan cara pembayaran.
Cara mendapatkan bantuan modal usaha akan lebih aman jika pelaku UMKM memilih sumber dana resmi, menyiapkan dokumen lengkap, dan menghitung kemampuan pembayaran sejak awal. Jangan tergoda tawaran dana instan yang meminta biaya pencairan di muka atau akses ke data pribadi.











