Bergabung dengan Amartha, Titiek Partina Sukses Kembangkan Usaha Batik
07 Jul 2023 • 2 min read
Ditulis oleh Unknown Author

Tak pernah berhenti belajar. Itulah mottonya dalam menjalani hidup. Meskipun, Titiek Partina (50) telah menekuni batik sejak enam tahun lalu. Namun, dia terus belajar membatik bersama sahabatnya.
“Saya punya teman di Imogiri melatih batik juga. Saya datang bawa kain sendiri, mencoba pelan-pelan dan hasilnya bagus. Saya jadi senang dan mau belajar terus,” katanya dengan semangat, dirumahnya, Kebondalem, Kindul, Prambanan.
Batik sudah menjadi hobinya sejak masih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Setiap waktu senggang, dia terus belajar membatik. Pada 2013, dia mulai belajar membatik bersama UNESCO di Candi Sojiwan. Sejak itu, dia terus belajar membatik selama lebih dari 10 jam setiap hari. “Kemauan kuat untuk belajar membuat saya bisa seperti ini. Dulu waktu masih kerja, saya setiap hari libur dipakai untuk belajar batik. Setelah pensiun, saya setiap hari belajar membatik,” ujarnya.
Babak baru Titiek terjadi saat dirinya pensiun dari PNS. Dia memutuskan untuk mendirikan usaha batik tulis bernama “Giriwangi“ bersama sang suami. Usia bukan halangan bagi ibu satu anak ini dalam membangun usahanya. Selain mendirikan usaha, dia juga membuka kelas belajar membatik dengan teman-temannya.
Pada 2015, modal awal didapatnya dari Amartha. Kala itu, dia meminjam modal usaha sebesar Rp 2 juta. Modal itu dipakainya untuk membeli peralatan batik serta kain. “Modal awal, saya pakai untuk beli kain, beli malam, sama beli kompor listrik juga,” ujarnya.
Tak dinyana, usaha batiknya terus berkembang. Bahkan, dia mengikuti salah satu pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara yaitu, International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) di Jakarta. Tak hanya itu, dia juga membuka toko di kawasan Mangga Dua dan Thamrin City, Jakarta. Bisnisnya pun terus berkembang hingga kini. “Saya sering diundang ke pameran. Di INACRAFT juga tiap tahun diundang,” ungkapnya.











