Bisnis & UMKM

Franchise Makanan dan Cara Memulai Usaha

11 Oct 2026 • 5 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Franchise Makanan dan Cara Memulai Usaha

Usaha kuliner tetap diminati karena makanan dibutuhkan setiap hari. Namun, membangun merek dari nol membutuhkan waktu, resep yang konsisten, serta strategi pemasaran yang jelas. Franchise makanan dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjalankan bisnis dengan sistem usaha yang sudah tersedia.

Dalam skema ini, mitra menjalankan gerai memakai merek, produk, dan standar operasional milik pemilik franchise. Calon mitra tetap perlu menghitung modal, biaya rutin, lokasi, hingga target penjualan sebelum menandatangani kerja sama.

Apa Itu Franchise Makanan

Franchise adalah istilah lain dari waralaba, yaitu kerja sama bisnis antara pemilik merek dan mitra usaha. Pemilik merek disebut franchisor, sedangkan pihak yang membeli hak menjalankan usaha disebut franchisee. Pada franchise makanan, kerja sama tersebut mencakup produk kuliner, resep, tata cara pelayanan, serta identitas merek.

Sistem ini memudahkan mitra karena tidak perlu merancang konsep bisnis dari awal. Meski begitu, mitra tetap memiliki tanggung jawab menjalankan operasional sesuai aturan yang disepakati. Hasil usaha juga sangat dipengaruhi oleh pengelolaan gerai sehari-hari.

Menurut Pemerintah Republik Indonesia dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, waralaba harus memiliki ciri usaha, terbukti memberi keuntungan, mempunyai standar tertulis, mudah diajarkan, mendapat dukungan berkelanjutan, serta memiliki kekayaan intelektual terdaftar.

Sistem yang Diperoleh Mitra

Mitra franchise makanan umumnya memperoleh panduan operasional, pelatihan karyawan, bahan promosi, dan pasokan bahan baku tertentu. Isi fasilitas dapat berbeda pada setiap merek, sehingga calon mitra perlu membaca proposal bisnis secara rinci.

Beberapa pemilik merek juga menetapkan biaya awal, biaya royalti, atau biaya pemasaran berkala. Royalti adalah biaya yang dibayarkan mitra kepada pemilik merek sebagai bagian dari kerja sama usaha.

Jenis Franchise Makanan

Franchise makanan hadir dalam banyak bentuk, mulai dari minuman, camilan, makanan cepat saji, hingga makanan berat. Ada pula usaha yang memakai gerobak, kios kecil, atau gerai di pusat perbelanjaan.

Pilihan jenis usaha sebaiknya menyesuaikan lokasi dan kebiasaan pembeli. Gerai minuman bisa cocok di area kampus, sedangkan makanan berat lebih relevan di kawasan perkantoran atau permukiman.

Keuntungan dan Risiko Franchise Makanan

Keunggulan utama franchise makanan adalah merek dan sistemnya telah dikenal pasar. Kondisi ini dapat membantu pemilik gerai menarik pelanggan pada masa awal operasional. Namun, popularitas merek tidak otomatis menjamin penjualan tinggi di setiap lokasi.

Calon mitra perlu menilai usaha ini sebagai kegiatan bisnis yang tetap memiliki risiko. Biaya sewa tempat, upah karyawan, bahan baku, dan persaingan sekitar dapat memengaruhi laba. Karena itu, lakukan perhitungan sebelum menyetorkan modal.

Keputusan membeli franchise sebaiknya didasarkan pada data penjualan dan kemampuan keuangan pribadi. Jangan hanya mengandalkan tampilan gerai atau tren makanan yang sedang ramai di media sosial.

Nilai Lebih Sistem Waralaba

Franchise memberi mitra panduan kerja yang lebih terstruktur. Standar resep dan pelayanan membantu menjaga pengalaman pelanggan agar serupa di berbagai gerai.

Selain itu, pemilik merek biasanya telah memiliki materi promosi dan identitas visual. Mitra dapat lebih fokus mengawasi stok, kebersihan, pelayanan, serta penjualan harian.

Risiko yang Perlu Dihitung

Mitra tetap menanggung risiko ketika penjualan tidak mencapai target. Lokasi yang kurang ramai, pelayanan lambat, dan biaya operasional yang membengkak dapat mengurangi keuntungan.

Menurut Pemerintah Republik Indonesia dalam Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, pelaku usaha pangan wajib memenuhi persyaratan keamanan pangan. Dalam bisnis makanan, kebersihan alat, bahan baku, dan penyimpanan produk perlu diawasi setiap hari.

Cara Memulai Franchise Makanan dengan Lebih Aman

Memulai franchise makanan perlu diawali dengan riset sederhana namun teliti. Calon mitra perlu memahami produk yang dijual, calon pembeli, serta biaya yang akan keluar setiap bulan. Langkah ini membantu menghindari keputusan yang terburu-buru.

Jangan ragu meminta penjelasan tertulis kepada pemilik merek. Dokumen kerja sama perlu menjelaskan hak, kewajiban, masa kontrak, serta aturan perpanjangan. Bila ada bagian yang belum jelas, mintalah penjelasan sebelum membayar biaya awal.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum memilih franchise makanan.

  1. Hitung modal secara menyeluruh. Masukkan biaya kemitraan, perlengkapan, sewa tempat, stok awal, gaji, dan dana cadangan.
  2. Amati lokasi usaha. Perhatikan jumlah orang yang lewat, jenis usaha pesaing, akses parkir, serta kebiasaan makan di sekitar lokasi.
  3. Pelajari produk dan target pembeli. Cicipi produk, periksa harga, dan nilai apakah produk tersebut sesuai dengan daya beli calon pelanggan.
  4. Baca perjanjian kerja sama. Pastikan aturan tentang bahan baku, promosi, royalti, wilayah usaha, dan penghentian kontrak tertulis jelas.
  5. Siapkan pengawasan harian. Franchise makanan membutuhkan kontrol stok, kebersihan, kualitas rasa, dan pelayanan agar pelanggan mau kembali.

Pilih Merek Berdasarkan Data

Mintalah informasi mengenai kebutuhan modal, biaya operasional, dan dukungan yang diberikan kepada mitra. Calon mitra juga dapat berbicara dengan pengelola gerai yang sudah berjalan untuk mengetahui kondisi operasional secara langsung.

Fokuslah pada usaha yang sesuai kemampuan mengelola bisnis. Franchise makanan akan lebih mudah berkembang ketika mitra aktif memantau kualitas dan kebutuhan pelanggan di lokasi usaha.

Jaga Kualitas Setelah Gerai Dibuka

Kualitas rasa dan pelayanan menjadi alasan utama pelanggan datang kembali. Pastikan karyawan mengikuti takaran resep, menjaga kebersihan, dan melayani pembeli dengan ramah.

Evaluasi penjualan secara rutin untuk mengetahui menu yang paling diminati dan jam ramai pembeli. Dengan pengelolaan yang disiplin, franchise makanan dapat menjadi usaha yang lebih terarah dan terukur.