
Mutasi rekening atau tagihan kartu yang memuat transaksi asing perlu diperiksa secepat mungkin. Nama merchant, yaitu nama usaha penerima pembayaran, kadang berbeda dengan nama toko yang dikenal pelanggan. Namun, transaksi tersebut juga dapat menandakan penyalahgunaan data rekening, kartu, atau akun pembayaran.
Memecahkan masalah transaksi tidak dikenal dimulai dengan memisahkan transaksi yang benar benar tidak pernah dilakukan dari tagihan langganan, pembayaran tertunda, atau transaksi keluarga. Jangan menghapus bukti transaksi sebelum proses klarifikasi selesai. Langkah yang tepat membantu bank atau platform menelusuri laporan dengan lebih cepat.
Memahami Transaksi Tidak Dikenal
Transaksi tidak dikenal adalah catatan pembayaran, penarikan, atau transfer yang tidak diakui oleh pemilik rekening atau akun. Catatan ini dapat muncul pada mobile banking, kartu kredit, dompet digital, maupun rekening bank. Penyebabnya perlu diperiksa secara teliti karena tidak semua transaksi asing merupakan penipuan.
Periksa juga apakah akun pernah dipakai untuk pembayaran bersama atau tersambung ke layanan digital tertentu. Kesalahan mengenali transaksi dapat terjadi saat nama merchant pada mutasi berbeda dari nama aplikasi atau toko. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan adanya pembobolan rekening.
Kenali transaksi langganan dan pembayaran tertunda
Biaya langganan aplikasi, layanan streaming, penyimpanan digital, atau gim dapat tercatat dengan nama perusahaan pengelola pembayaran. Pembayaran yang dilakukan beberapa hari sebelumnya juga kadang baru muncul setelah transaksi diproses oleh merchant.
Menurut Bank Indonesia dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen Bank Indonesia, penyelenggara wajib menerapkan pelindungan konsumen dalam penyediaan produk dan jasa sistem pembayaran. Ketentuan ini menjadi dasar bagi pengguna untuk meminta penjelasan atas transaksi yang dipersoalkan. (Sumber: Bank Indonesia)
Waspadai tanda penyalahgunaan akun
Transaksi bernilai kecil yang muncul berulang dapat menjadi tanda pelaku sedang menguji kartu atau akun. Tanda lain yang perlu diwaspadai ialah munculnya pemberitahuan perubahan kata sandi, kode OTP, atau login dari perangkat yang tidak dikenal.
OTP adalah kode sekali pakai untuk memverifikasi transaksi atau akses akun. Jangan membagikan kode ini kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku petugas bank atau layanan pelanggan.
Langkah Memecahkan Masalah Transaksi Tidak Dikenal
Utamakan pengamanan akses sebelum mencari penjelasan dari merchant. Semakin cepat laporan dibuat, semakin cepat pula penerbit kartu, bank, atau platform dapat memeriksa transaksi tersebut. Simpan seluruh bukti agar kronologi laporan tetap jelas.
Ikuti kanal resmi yang tersedia di aplikasi, situs, atau nomor layanan pelanggan bank. Hindari mencari nomor pengaduan dari komentar media sosial karena pelaku penipuan sering membuat akun palsu. Berikut langkah yang dapat dilakukan.
- Catat tanggal, waktu, nominal, dan nama merchant yang tercantum pada mutasi.
- Periksa email, riwayat pesanan, serta daftar langganan untuk memastikan transaksi tidak terkait layanan yang pernah digunakan.
- Ganti kata sandi akun dan keluarkan perangkat yang tidak dikenal dari daftar perangkat yang terhubung.
- Hubungi bank, penerbit kartu, atau platform pembayaran melalui kanal resminya untuk meminta pemblokiran sementara bila diperlukan.
- Ajukan keberatan transaksi atau dispute, yaitu permohonan penelusuran transaksi yang tidak diakui, lalu simpan nomor laporan.
Hubungi penyedia layanan dan ajukan keberatan
Sampaikan kronologi secara singkat, termasuk waktu pertama kali Anda melihat transaksi. Petugas biasanya akan meminta data transaksi dan identitas untuk verifikasi, sehingga siapkan bukti mutasi serta tangkapan layar yang relevan.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, pelaku usaha jasa keuangan wajib memiliki layanan pengaduan konsumen. Gunakan saluran tersebut jika transaksi terjadi pada produk keuangan yang diawasi OJK. (Sumber: Otoritas Jasa Keuangan)
Amankan rekening setelah membuat laporan
Blokir kartu atau fitur transaksi sesuai arahan penyedia layanan jika ada dugaan kuat penyalahgunaan. Setelah itu, pantau mutasi rekening dan pemberitahuan akun secara rutin untuk melihat apakah ada transaksi baru.
Jika terdapat petunjuk tindak pidana, seperti pengambilalihan akun atau penggunaan data pribadi tanpa izin, buat laporan kepada kepolisian. Simpan bukti percakapan, nomor laporan, dan dokumen pendukung untuk kebutuhan penelusuran.
Mencegah Transaksi Tidak Dikenal Terulang
Pencegahan dimulai dari kebiasaan sederhana saat memakai layanan keuangan digital. Pengguna perlu menjaga data pribadi, kartu, serta akses aplikasi agar tidak jatuh ke tangan pihak lain. Pemeriksaan mutasi secara berkala juga membuat transaksi mencurigakan lebih cepat ditemukan.
Jangan menyimpan nomor kartu, PIN, atau OTP di pesan dan catatan yang mudah diakses orang lain. Gunakan kata sandi berbeda untuk mobile banking, email, dan dompet digital. Aktifkan pemberitahuan transaksi agar setiap aktivitas rekening dapat segera diketahui.
Jaga data pribadi saat bertransaksi
Hindari mengirim foto kartu, identitas, atau kode verifikasi melalui chat. Data tersebut dapat dipakai pelaku untuk menyamar atau mengambil alih akun.
Undang Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur hak subjek data pribadi dan kewajiban pihak yang memproses data. Karena itu, pengguna perlu lebih selektif saat memberikan data kepada aplikasi atau pihak lain. (Sumber: Pemerintah Republik Indonesia)
Biasakan memeriksa mutasi secara rutin
Periksa transaksi setelah berbelanja daring, membayar tagihan, atau menggunakan kartu di tempat umum. Kebiasaan ini membantu Anda membedakan transaksi yang sah dengan transaksi yang perlu segera dilaporkan.
Memecahkan masalah transaksi tidak dikenal akan lebih mudah jika bukti tersedia, akun segera diamankan, dan laporan dibuat melalui kanal resmi.











