
Jalankan Stock Opname Produk dan Pahami Pengertiannya
Pengertian stock opname adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan oleh perusahaan untuk menghitung kembali persediaan barang yang ada di gudang dan mencocokkannya dengan data laporan dalam sistem. Biasanya, petugas yang melakukan stock opname akan memastikan jumlah sudah sesuai sebelum dilanjutkan ke bagian penjualan.
Kegiatan ini tentunya akan memakan banyak waktu, tergantung dari jumlah rak penyimpanan dan barang yang akan dilakukan inventarisasi. Karena itulah, kamu harus mengatur waktu dengan baik agar efisien dalam melakukannya.
Manfaat Stock Opname
Proses pengecekan stok ini mempunyai manfaat di antaranya:
- Meminimalkan terjadinya kesalahan sewaktu pengecekan stock, baik kelebihan atau kekurangannya.
- Dapat mengetahui kondisi barang lebih cepat, misal ada barang yang hilang atau rusak, sehingga risiko kerugian dapat segera ditanggulangi.
- Dapat dijadikan sebagai referensi untuk melakukan analisis tahunan untuk membuat perusahaan berkembang.
- Dapat memahami alur arus keluar maupun masuknya stok secara pasti.
- Dapat memaksimalkan fungsi stock opname yaitu mengetahui kondisi fisik barang secara tepat sebelum dilanjutkan ke bagian penjualan.
Cara Mengelola Stock Opname
Agar proses stock opname dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu waktu penjualan maupun produksi, kamu harus mengelolanya dengan baik. Caranya:
1.Membuat Jadwal Rutin
Langkah awal, kamu harus membuat jadwal rutin kapan pengecekan stok harus dilakukan. Misal, kamu menjadwalkan prosesnya setiap akhir bulan atau setiap tiga bulan sekali.
Dengan memiliki jadwal yang sudah pasti ini, kamu akan bisa mengetahui berapa barang yang harus dibeli ulang dan kapan sekiranya barang tersebut datang. Dengan begitu, risiko mengalami kekosongan barang dapat diminimalisir.
2. Mempersiapkan Alat-alat Penunjang
Dalam proses pengecekan stok yang banyak, tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Maka, kamu memerlukan alat-alat penunjang. Seperti mesin barcode yang akan mempermudah dalam pengecekannya. Kemudian, sistem yang membantu dalam pencatatan dan pembuatan laporan secara otomatis.
Baca Juga: Begini Langkah Mudah Membuat Laporan Keuangan Bagi Pemula
3. Memiliki Denah Rak Penyimpanan Barang
Proses pengecekan stok akan lebih cepat bila kamu sudah memiliki denah dari rak-rak penyimpanan barang. Ini sangat dibutuhkan bila gudang penyimpanan kamu berukuran besar dan luas.
Dengan denah tersebut, petugas yang melakukan pengecekan akan lebih cepat dan tahu bagian mana saja yang sudah dicek dan belum dicek.
4. Membentuk Tim Khusus
Bila hanya satu orang yang melakukan pengecekan stok, mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk selesai, bila barang dalam gudang ada ribuan. Untuk itu, kamu memerlukan tim khusus yang bertugas melakukan pengecekan.
Jumlah dari tim khusus ini dapat disesuaikan dengan ukuran gudang dan jumlah stok yang dimiliki. Tiap perusahaan bisa berbeda-beda.
5. Membuat Laporan Hasil
Di bagian akhir, kamu harus memberikan laporan hasil dari pengecekan stok. Hasilnya berupa data berapa total stok yang masih ada secara keseluruhan untuk tiap-tiap produk, berapa produk yang kosong dan harus di restock, berapa barang yang mengalami cacat seperti hilang atau rusak, dan sebagainya. Dengan melakukan stock opname, segala kerugian akan dapat diketahui lebih cepat dan segera ditanggulangi.
Begitu pula ketika kamu berinvestasi di Amartha. Kamu harus terus memantaunya melalui laporan dalam aplikasi yang selalu diberikan secara real time. Hal-hal itu bisa diketahui dari monitoring laporan. Jadi, segera bergabung dan lakukan pendanaan agar bisa lebih berdampak positif bagi ibu Mitra.
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags











