Keuangan & Gaya Hidup

Orang Terkaya di Indonesia dan Sektor Bisnisnya

12 Oct 2026 • 4 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Orang Terkaya di Indonesia dan Sektor Bisnisnya

Nama-nama miliarder Indonesia banyak berasal dari sektor energi, perbankan, manufaktur, hingga ritel. Nilai kekayaan mereka dapat berubah cepat karena harga saham, kurs dolar AS, dan kinerja perusahaan. Karena itu, daftar orang terkaya di Indonesia perlu dibaca sebagai potret kekayaan pada waktu tertentu, bukan angka yang tetap.

Data Forbes Indonesia’s 50 Richest 2024 mencatat Prajogo Pangestu sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan sekitar 43,4 miliar dolar AS. Posisi berikutnya ditempati keluarga Hartono dan Low Tuck Kwong. Data ini memakai estimasi kepemilikan saham, aset perusahaan, serta informasi publik lain yang tersedia.

Daftar Orang Terkaya di Indonesia Berdasarkan Forbes 2024

Forbes menerbitkan daftar tahunan untuk memperkirakan kekayaan individu dan keluarga kaya di berbagai negara. Perhitungan tersebut umumnya memakai harga saham dan nilai aset pada tanggal tertentu. Nilainya dapat naik atau turun saat pasar modal bergerak.

Daftar berikut merangkum lima nama dengan nilai kekayaan terbesar dalam Forbes Indonesia’s 50 Richest 2024. Angka kekayaan ditulis dalam dolar AS agar sesuai dengan sumber aslinya.

Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu berada di posisi teratas dengan estimasi kekayaan 43,4 miliar dolar AS. Sumber utama kekayaannya berasal dari Barito Pacific, yang bergerak di bidang petrokimia dan energi panas bumi melalui anak usaha seperti Chandra Asri dan Barito Renewables. Kenaikan nilai saham perusahaan energi turut memengaruhi posisinya dalam daftar tersebut. Sumber: Forbes.

Keluarga Hartono

Robert Budi Hartono dan Michael Hartono dikenal sebagai pemilik Grup Djarum serta pemegang saham utama Bank Central Asia atau BCA. Forbes memperkirakan kekayaan gabungan keduanya mencapai sekitar 50,3 miliar dolar AS pada 2024. Portofolio keluarga Hartono juga mencakup properti, elektronik, dan investasi digital. Sumber: Forbes.

Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong merupakan pendiri Bayan Resources, perusahaan batu bara yang beroperasi di Indonesia. Forbes mencatat kekayaannya sekitar 27,4 miliar dolar AS pada 2024. Nilai kekayaannya erat terkait dengan pergerakan harga batu bara dan valuasi saham Bayan Resources. Sumber: Forbes.

Dari Mana Sumber Kekayaan Para Konglomerat

Daftar orang terkaya di Indonesia menunjukkan bahwa sektor berbasis sumber daya alam masih sangat kuat. Namun, bank, industri konsumen, dan teknologi juga memberi ruang besar bagi pertumbuhan kekayaan. Kepemilikan saham menjadi faktor utama karena nilainya dapat meningkat saat perusahaan berkembang.

Energi dan sumber daya alam

Batu bara, petrokimia, kelapa sawit, dan panas bumi menjadi sumber pendapatan besar bagi sejumlah konglomerat. Sektor ini membutuhkan modal besar, izin usaha, serta jaringan distribusi yang kuat. Perubahan harga komoditas dunia dapat langsung memengaruhi nilai perusahaan dan harta pemegang sahamnya.

Perbankan dan bisnis konsumen

Perbankan menghasilkan nilai besar karena melayani tabungan, kredit, pembayaran, dan layanan keuangan masyarakat. Di sisi lain, bisnis konsumen seperti rokok, ritel, makanan, dan properti memiliki pasar luas di Indonesia. Perusahaan dengan merek kuat cenderung lebih tahan menghadapi perubahan tren belanja.

Kepemilikan keluarga

Banyak perusahaan besar di Indonesia tumbuh sebagai bisnis keluarga yang kemudian berkembang menjadi grup usaha. Kepemilikan saham sering diwariskan atau dikelola bersama melalui perusahaan induk. Menurut Richard Robison dan Vedi R. Hadiz dalam buku Reorganising Power in Indonesia, jaringan bisnis besar memiliki pengaruh kuat dalam struktur ekonomi dan politik Indonesia.

Apa Arti Konsentrasi Kekayaan bagi Ekonomi

Kekayaan besar dapat mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan memperluas kegiatan usaha. Namun, konsentrasi aset pada sedikit pihak juga perlu diawasi agar kesempatan ekonomi tetap terbuka bagi masyarakat luas. Transparansi perusahaan dan kebijakan persaingan usaha berperan penting dalam menjaga pasar yang sehat.

Ketimpangan masih menjadi perhatian

Badan Pusat Statistik mencatat rasio gini Indonesia pada September 2024 sebesar 0,381. Rasio gini adalah ukuran ketimpangan pengeluaran, dengan angka yang mendekati satu menunjukkan ketimpangan yang lebih tinggi. Angka tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu dibarengi pemerataan akses pendidikan, pekerjaan, dan pembiayaan usaha. Sumber: Badan Pusat Statistik.

Daftar kekayaan perlu dibaca secara kritis

Nilai kekayaan miliarder tidak selalu berupa uang tunai yang siap dibelanjakan. Sebagian besar berbentuk saham, kepemilikan perusahaan, tanah, atau aset investasi lain. Pembaca dapat memakai daftar orang terkaya di Indonesia sebagai gambaran tentang sektor ekonomi yang sedang kuat, lalu melihatnya bersama data ketimpangan dan kesempatan usaha masyarakat.