Keuangan & Gaya Hidup

Orang Terkaya di Dunia 2025 dan Sumber Kekayaannya

12 Oct 2026 • 5 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Orang Terkaya di Dunia 2025 dan Sumber Kekayaannya

Elon Musk menempati posisi pertama dalam daftar miliarder dunia versi Forbes 2025. Kekayaannya terutama berasal dari saham Tesla, SpaceX, serta sejumlah perusahaan teknologi lain yang ia dirikan atau pimpin. Peringkat ini dapat berubah cepat karena nilai aset para miliarder banyak dipengaruhi pergerakan harga saham dan pasar.

Daftar orang terkaya di dunia sering menarik perhatian karena menunjukkan sektor bisnis yang sedang tumbuh. Teknologi, perdagangan digital, investasi, barang mewah, dan energi masih menjadi sumber kekayaan terbesar bagi banyak miliarder global.

Orang Terkaya di Dunia Tahun 2025

Forbes merilis daftar miliarder dunia setiap tahun dengan menghitung nilai aset, saham, investasi, dan kepemilikan bisnis. Perhitungan Forbes 2025 menggunakan gambaran kekayaan pada 7 Maret 2025. Karena itu, angka kekayaan bersih dapat berbeda dengan daftar harian yang terus bergerak.

Lima nama teratas pada daftar tahunan tersebut datang dari Amerika Serikat dan Prancis. Mereka membangun kekayaan melalui bidang usaha yang berbeda, meski sektor teknologi tetap sangat dominan.

Lima Miliarder dengan Kekayaan Terbesar

  1. Elon Musk dari Amerika Serikat, dengan estimasi kekayaan 342 miliar dolar AS. Sumber utamanya berasal dari Tesla, SpaceX, dan xAI.
  2. Mark Zuckerberg dari Amerika Serikat, dengan estimasi kekayaan 216 miliar dolar AS. Ia adalah pendiri Meta, perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
  3. Jeff Bezos dari Amerika Serikat, dengan estimasi kekayaan 215 miliar dolar AS. Kekayaannya terkait dengan kepemilikan saham Amazon.
  4. Larry Ellison dari Amerika Serikat, dengan estimasi kekayaan 192 miliar dolar AS. Ia mendirikan Oracle, perusahaan perangkat lunak dan layanan basis data.
  5. Bernard Arnault dan keluarga dari Prancis, dengan estimasi kekayaan 178 miliar dolar AS. Arnault memimpin LVMH, grup pemilik merek seperti Louis Vuitton, Dior, dan Sephora.

Data tersebut menunjukkan bahwa kekayaan para miliarder terbesar tidak selalu berbentuk uang tunai. Sebagian besar nilainya tersimpan dalam saham perusahaan, sehingga nilainya dapat naik atau turun dalam waktu singkat. Sumber: Forbes.

Mengapa Peringkatnya Mudah Berubah

Harga saham Tesla, Meta, Amazon, dan Oracle punya pengaruh langsung terhadap posisi para pemiliknya. Saat harga saham naik, nilai kekayaan pemegang saham besar ikut meningkat. Di sisi lain, pelemahan pasar dapat membuat urutan orang terkaya di dunia berubah dalam hitungan hari.

Cara Daftar Orang Terkaya di Dunia Disusun

Status miliarder biasanya mengacu pada individu dengan kekayaan bersih minimal 1 miliar dolar AS. Kekayaan bersih adalah nilai seluruh aset setelah dikurangi utang. Aset tersebut dapat berupa saham, perusahaan tertutup, properti, investasi, kapal pesiar, hingga koleksi seni yang dapat dinilai.

Forbes mengumpulkan informasi dari laporan perusahaan, dokumen pasar modal, wawancara, serta data kepemilikan aset yang tersedia untuk publik. Perhitungan ini tetap berupa estimasi karena sebagian aset miliarder berada di perusahaan tertutup. Sumber: Forbes.

Sejarah Daftar Miliarder Forbes

Forbes menerbitkan daftar miliarder dunia pertamanya pada 1987. Saat itu, daftar tersebut memuat 140 miliarder dengan total kekayaan sekitar 295 miliar dolar AS. Kini jumlah miliarder dunia bertambah ribuan orang seiring berkembangnya pasar saham, teknologi, dan bisnis lintas negara.

Kekayaan Bersih Bukan Pendapatan Tahunan

Kekayaan bersih berbeda dari gaji atau pendapatan tahunan. Seseorang dapat memiliki kekayaan sangat besar karena memegang saham perusahaan bernilai tinggi, meski uang yang tersedia di rekeningnya tidak sebesar nilai aset tersebut. Kondisi ini juga menjelaskan mengapa nilai kekayaan Elon Musk atau Mark Zuckerberg dapat berubah tajam saat pasar saham bergerak.

Dari Mana Kekayaan Para Miliarder Dunia Berasal

Teknologi menjadi sektor yang paling menonjol dalam daftar orang terkaya di dunia saat ini. Perusahaan digital dapat menjangkau pasar global dengan cepat dan menghasilkan nilai bisnis yang besar. Selain teknologi, sektor barang mewah, investasi, manufaktur, dan energi juga tetap melahirkan miliarder.

Namun, kekayaan besar juga memunculkan perbincangan tentang kesenjangan ekonomi. Oxfam melaporkan bahwa peningkatan kekayaan para miliarder terjadi jauh lebih cepat dibandingkan kenaikan kekayaan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di banyak negara. Sumber: Oxfam International.

Teknologi dan Kepemilikan Saham

Elon Musk, Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, dan Larry Ellison menunjukkan besarnya peran kepemilikan saham dalam membangun kekayaan. Nilai perusahaan mereka tumbuh karena produk dan layanan digunakan dalam skala besar, mulai dari belanja daring hingga kecerdasan buatan. Bagi pembaca, hal yang bisa dipelajari adalah pentingnya membangun bisnis yang memberi nilai nyata dan mampu berkembang dalam jangka panjang.

Pengaruh Sosial dan Filantropi

Para miliarder memiliki pengaruh besar terhadap investasi, lapangan kerja, inovasi, serta kegiatan sosial. Banyak di antaranya menyalurkan dana melalui yayasan untuk pendidikan, kesehatan, penelitian, dan bantuan kemanusiaan. Meski begitu, publik tetap perlu mengawasi dampak bisnis besar terhadap persaingan usaha, pajak, lingkungan, dan ketimpangan ekonomi.