
Setiap instrumen investasi memiliki risiko, termasuk produk yang relatif stabil. Karena itu, pemula perlu memilih produk yang legal, memahami cara kerjanya, dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan. Investasi aman biasanya mengutamakan perlindungan dana serta risiko yang lebih mudah dipahami.
Apa Itu Investasi Aman
Investasi aman adalah penempatan dana pada produk yang dikelola pihak berizin dan memiliki aturan yang jelas. Istilah aman tidak berarti nilai investasi selalu naik atau bebas dari risiko kerugian. Artinya, risiko produk tersebut dapat dipelajari dan diawasi melalui regulasi yang berlaku.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan, pilihan investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu, dan kemampuan seseorang menghadapi risiko.
Ciri investasi yang layak dipertimbangkan
Produk yang lebih aman memiliki informasi terbuka tentang risiko, biaya, serta mekanisme pencairan dana. Penyedia produknya juga tercatat atau diawasi oleh lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, atau Lembaga Penjamin Simpanan.
Manfaat memilih produk berizin
Produk berizin memberi investor jalur pengaduan apabila terjadi masalah. Selain itu, investor bisa memeriksa informasi perusahaan, dokumen produk, dan ketentuan perlindungan konsumen sebelum menyetor dana.
Jenis Investasi Aman yang Bisa Dipilih
Pilihan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada iming iming keuntungan. Perhatikan tujuan penggunaan dana dan kapan dana tersebut dibutuhkan. Dana untuk kebutuhan dekat umumnya lebih cocok ditempatkan pada produk yang mudah dicairkan.
Setiap jenis investasi tetap punya kelebihan dan risiko yang berbeda. Pemula dapat mulai dari nominal kecil sambil memahami produk yang dipilih.
Deposito berjangka
Deposito adalah simpanan bank dengan jangka waktu tertentu, misalnya satu, tiga, atau enam bulan. Menurut Lembaga Penjamin Simpanan dalam Simpanan yang Dijamin LPS, simpanan nasabah dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank selama memenuhi syarat penjaminan.
Surat Berharga Negara
Surat Berharga Negara atau SBN adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah untuk pembiayaan negara. Menurut Pemerintah Republik Indonesia dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, pemerintah wajib membayar bunga dan pokok Surat Utang Negara pada saat jatuh tempo.
Reksa dana pasar uang dan emas
Reksa dana pasar uang menempatkan dana pada instrumen jangka pendek, sehingga nilainya cenderung lebih stabil dibanding reksa dana saham. Sementara itu, emas dapat digunakan untuk tujuan jangka panjang, tetapi harga jualnya tetap dapat berubah dan ada selisih antara harga beli serta harga jual.
Cara Memulai Investasi Aman
Memulai investasi tidak harus menunggu memiliki dana besar. Langkah awal yang lebih penting adalah menyiapkan kondisi keuangan pribadi dan mengenali produk yang akan dibeli. Hindari memakai dana kebutuhan harian, dana darurat, atau uang untuk membayar cicilan.
Periksa informasi dari sumber resmi sebelum membuka rekening investasi. Jangan terburu buru karena promosi keuntungan tinggi dalam waktu singkat.
Tentukan tujuan dan kemampuan keuangan
Gunakan langkah berikut agar keputusan investasi lebih terarah.
- Tentukan tujuan, misalnya dana pendidikan atau uang muka rumah.
- Tetapkan jangka waktu penggunaan dana.
- Siapkan dana darurat terlebih dahulu.
- Mulai dari nominal yang tidak mengganggu kebutuhan bulanan.
- Pilih produk sesuai tingkat risiko yang sanggup diterima.
Dengan cara ini, investasi aman dapat menjadi kebiasaan keuangan yang realistis dan tidak membebani pengeluaran sehari hari.
Periksa legalitas dan waspadai penawaran mencurigakan
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Investor Alert Portal, masyarakat dapat memeriksa informasi entitas investasi yang terindikasi ilegal melalui kanal resmi OJK. Waspadai penawaran yang menjanjikan keuntungan pasti, bonus besar karena mengajak anggota baru, atau permintaan transfer ke rekening pribadi.











