Keuangan & Gaya Hidup

Dividen: Hak Investor dari Laba Perusahaan

11 Oct 2026 • 6 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Dividen: Hak Investor dari Laba Perusahaan

Investor saham dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham dan pembagian laba perusahaan. Pembagian laba tersebut dikenal sebagai dividen. Besaran dan jadwalnya berbeda pada setiap emiten karena bergantung pada keputusan perusahaan serta kondisi keuangannya.

Dividen adalah bagian laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Pembagian ini perlu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS. Karena itu, investor perlu memahami aturan dan tanggal penting sebelum membeli saham yang membagikan dividen.

Pengertian Dividen Adalah Hak Pemegang Saham

Dividen merupakan imbal hasil yang bisa diterima investor saat perusahaan membagikan laba. Namun, perusahaan tidak wajib membagikan seluruh laba yang diperoleh dalam satu tahun. Sebagian laba dapat disimpan untuk modal kerja, membayar utang, atau ekspansi bisnis.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, penggunaan laba bersih diputuskan oleh RUPS setelah perusahaan menyisihkan cadangan wajib. Aturan ini menunjukkan bahwa dividen berasal dari laba yang telah dipertimbangkan penggunaannya. Pemegang saham memiliki hak ekonomi sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Peran Dividen dalam Investasi Saham

Dividen dapat menjadi sumber pendapatan berkala bagi investor, terutama bagi mereka yang berinvestasi untuk jangka panjang. Misalnya, investor yang memiliki 1.000 saham dapat menerima dividen sesuai nilai dividen per saham yang ditetapkan perusahaan.

Menurut Eduardus Tandelilin dalam buku Portofolio dan Investasi, return investasi saham dapat berasal dari capital gain dan dividend yield. Capital gain adalah keuntungan dari kenaikan harga saham, sedangkan dividend yield menggambarkan perbandingan dividen dengan harga saham.

Syarat Perusahaan Membagikan Dividen

Perusahaan umumnya membagikan dividen setelah membukukan laba dan mendapat persetujuan pemegang saham. Manajemen juga perlu memastikan kondisi kas cukup kuat untuk memenuhi kewajiban perusahaan. Laba besar belum tentu menghasilkan dividen besar apabila perusahaan sedang membutuhkan dana ekspansi.

Jenis Dividen yang Dapat Diterima Investor

Dividen tidak selalu diberikan dalam bentuk uang tunai. Bentuk pembagian laba bergantung pada kebijakan perusahaan dan hasil keputusan RUPS. Meski begitu, dividen tunai merupakan jenis yang paling umum ditemukan di Bursa Efek Indonesia.

Investor perlu membaca keterbukaan informasi emiten agar memahami bentuk serta nominal dividen. Informasi tersebut biasanya tersedia setelah RUPS berlangsung. Berikut beberapa jenis dividen yang dikenal dalam praktik pasar modal.

Dividen Tunai

Dividen tunai adalah pembagian laba dalam bentuk uang yang dikirim ke rekening dana nasabah investor. Nilainya biasanya disebut sebagai rupiah per saham. Jika dividen yang ditetapkan Rp100 per saham, pemilik 1.000 saham berhak menerima Rp100.000 sebelum pajak.

Dividen Saham dan Properti

Dividen saham diberikan dalam bentuk tambahan saham kepada pemegang saham. Sementara itu, dividen properti dapat berupa aset selain kas, walau jenis ini lebih jarang digunakan. Dalam buku Financial Management, Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston menjelaskan bahwa perusahaan dapat membagikan dividen dalam bentuk kas, saham, maupun aset.

Proses Pembagian Dividen di Bursa Efek Indonesia

Pembagian dividen berlangsung melalui beberapa tahapan yang perlu diperhatikan investor. Tahapan tersebut menentukan siapa yang berhak menerima dividen dan kapan dana dibayarkan. Investor yang terlambat membeli saham dapat kehilangan hak atas dividen periode tersebut.

Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia mencantumkan jadwal aksi korporasi melalui pengumuman emiten. Aksi korporasi adalah keputusan perusahaan yang memengaruhi pemegang saham, termasuk pembagian dividen. Jadwal ini perlu dipantau sebelum mengambil keputusan transaksi.

Cum Date dan Ex Date

Cum date adalah batas akhir pembelian saham agar investor tercatat berhak menerima dividen. Investor yang membeli saham pada atau sebelum cum date masih memperoleh hak tersebut. Ex date adalah hari ketika pembeli saham baru tidak lagi mendapatkan dividen yang telah diumumkan.

Recording Date dan Payment Date

Recording date merupakan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen. Setelah itu, perusahaan menetapkan payment date atau tanggal pembayaran dividen. Kustodian Sentral Efek Indonesia dalam materi edukasi aksi korporasi menjelaskan bahwa hak investor mengikuti data kepemilikan pada tanggal pencatatan yang telah ditentukan emiten.

Manfaat dan Risiko Dividen bagi Investor

Dividen dapat membantu investor memperoleh arus kas tanpa menjual saham yang dimiliki. Meski demikian, dividen tidak menjamin harga saham akan terus naik. Investor tetap perlu menilai kesehatan bisnis perusahaan secara menyeluruh.

Nilai dividen juga dapat berubah dari tahun ke tahun. Perusahaan yang rutin membagikan dividen tetap dapat mengurangi nilainya saat laba menurun. Oleh karena itu, jangan memilih saham hanya berdasarkan nominal dividennya.

Manfaat Menerima Dividen

Dividen memberi beberapa keuntungan bagi investor, antara lain:

  1. Menyediakan pendapatan tambahan secara berkala.
  2. Membantu investor menjaga arus kas investasi.
  3. Menjadi sinyal bahwa perusahaan memiliki laba yang dapat dibagikan.
  4. Mengurangi kebutuhan menjual saham untuk memperoleh dana.
  5. Mendukung strategi investasi jangka panjang.

Risiko yang Perlu Dipertimbangkan

Harga saham sering menyesuaikan setelah memasuki ex date karena nilai dividen telah keluar dari perusahaan. Selain itu, dividen dapat dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Investor sebaiknya memeriksa laba, utang, arus kas, dan rencana ekspansi emiten sebelum membeli saham.

Faktor yang Memengaruhi Kebijakan Dividen

Kebijakan dividen dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan kas. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan investasi pada masa depan. Keputusan ini biasanya dibahas oleh direksi, komisaris, dan pemegang saham dalam RUPS.

Kinerja Keuangan dan Arus Kas

Laba bersih yang stabil memberi perusahaan ruang lebih besar untuk membagikan dividen. Namun, laba dalam laporan keuangan perlu didukung kas yang cukup. Perusahaan dengan kas terbatas dapat memilih menahan laba demi menjaga operasional.

Rencana Ekspansi Perusahaan

Perusahaan yang sedang membangun pabrik, membuka cabang, atau mengembangkan produk biasanya membutuhkan dana besar. Dalam kondisi ini, manajemen dapat menahan sebagian laba. Dividen adalah salah satu pertimbangan penting dalam investasi saham, tetapi kualitas bisnis perusahaan tetap perlu menjadi dasar utama keputusan investor.