Loading...
Loading...

Pengeluaran mendadak dapat muncul saat motor rusak, kehilangan pekerjaan, atau anggota keluarga sakit. Dana darurat membantu Anda menghadapi kondisi tersebut tanpa langsung berutang atau mencairkan investasi. Lalu, dana darurat berapa persen dari gaji yang sebaiknya disisihkan setiap bulan?
Dana darurat adalah uang yang disimpan khusus untuk kebutuhan tidak terduga. Uang ini berbeda dari tabungan liburan, uang belanja, maupun modal investasi. Dana darurat perlu mudah dicairkan saat benar-benar dibutuhkan.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam buku Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan, dana darurat dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan saat terjadi kondisi mendesak. Karena itu, dana ini sebaiknya menjadi prioritas sebelum mengambil risiko investasi yang lebih tinggi.
Dana darurat dapat dipakai saat penghasilan berhenti, biaya berobat tidak tertutup asuransi, atau ada perbaikan rumah yang mendesak. Keinginan membeli gawai baru, tiket konser, atau liburan tidak termasuk keadaan darurat.
Tabungan darurat memberi waktu untuk mengambil keputusan dengan lebih tenang. Anda pun tidak perlu terburu-buru memakai kartu kredit atau pinjaman online ketika ada pengeluaran besar.
Besaran setoran dana darurat dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan. Banyak orang dapat memulai dari 10 persen hingga 20 persen gaji per bulan. Angka ini adalah target menabung bulanan, bukan jumlah dana darurat akhir yang wajib dimiliki.
Target akhir lebih tepat dihitung dari kebutuhan hidup bulanan. Semakin banyak tanggungan dan semakin tidak tetap penghasilan seseorang, semakin besar cadangan yang diperlukan. Mulailah dari nominal yang realistis agar kebiasaan menabung bertahan lama.
Orang lajang dengan penghasilan tetap umumnya dapat menargetkan dana darurat setara tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Pasangan menikah, pekerja lepas, atau pencari nafkah utama keluarga dapat mempertimbangkan cadangan enam hingga dua belas kali pengeluaran.
Jika pengeluaran wajib Anda Rp5 juta setiap bulan, target awal tiga bulan berarti Rp15 juta. Pengeluaran wajib mencakup makan, tempat tinggal, transportasi, cicilan, tagihan, dan kebutuhan anak.
Membangun dana darurat tidak harus dimulai dari jumlah besar. Kuncinya adalah membuat setoran rutin segera setelah menerima gaji. Setelah target tercapai, uang tersebut tetap perlu dijaga dan diisi kembali bila terpakai.
Consumer Financial Protection Bureau dalam panduan An Essential Guide to Building an Emergency Fund menyarankan penyimpanan dana darurat yang aman dan mudah diakses. Pilihan yang umum digunakan ialah rekening tabungan terpisah agar tidak tercampur dengan uang belanja harian.
Anda tidak perlu menunggu gaji naik untuk mulai menabung. Setoran Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per bulan tetap dapat membentuk kebiasaan dan memperkuat cadangan keuangan.
Catat alasan penggunaan dana agar Anda tahu apakah pengeluaran tersebut memang mendesak. Setelah kondisi membaik, jadikan pengisian kembali sebagai prioritas sebelum menambah belanja yang tidak diperlukan.
Jawaban dana darurat berapa persen dari gaji bergantung pada kemampuan Anda, tetapi menyisihkan 10 persen hingga 20 persen dapat menjadi langkah awal yang masuk akal. Fokuslah mencapai target berdasarkan pengeluaran rutin, lalu tingkatkan perlahan sesuai perubahan kebutuhan hidup.