Keuangan & Gaya Hidup

Cara Mendapatkan Passive Income untuk Pemula

24 Sep 20264 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Cara Mendapatkan Passive Income untuk Pemula

Penghasilan tambahan dapat membantu memenuhi kebutuhan, menabung, atau menyiapkan dana darurat. Salah satu pilihan yang sering dibahas adalah passive income, yaitu pendapatan yang tetap bisa masuk setelah sistem atau asetnya berjalan. Meski begitu, sumber penghasilan ini tetap membutuhkan modal, waktu, dan pengelolaan di tahap awal.

Apa Itu Passive Income

Passive income adalah pendapatan yang tidak menuntut seseorang bekerja setiap hari untuk setiap uang yang diterima. Contohnya, bunga deposito, dividen saham, sewa properti, dan royalti karya. Namun, penghasilan ini tetap perlu dipantau agar nilainya tidak menurun atau justru menimbulkan kerugian.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Modul Perencanaan Keuangan, perencanaan keuangan membantu seseorang menentukan tujuan, mengatur pengeluaran, serta memilih instrumen keuangan sesuai kemampuan. Karena itu, passive income sebaiknya dipandang sebagai bagian dari rencana keuangan jangka panjang.

Bedakan dengan Active Income

Active income adalah penghasilan yang diterima setelah seseorang bekerja secara langsung, seperti gaji karyawan, upah harian, atau bayaran jasa. Sementara itu, passive income berasal dari aset atau sistem yang sudah dibangun sebelumnya.

Perbedaannya tidak selalu mutlak. Penulis yang menerima royalti buku, misalnya, tetap perlu menulis, mengurus promosi, dan membuat karya baru agar pendapatannya berlanjut.

Pahami Risiko Sebelum Memulai

Passive income tidak berarti bebas risiko. Harga saham dapat turun, penyewa properti bisa kosong, dan bisnis digital dapat kehilangan pembeli ketika tren berubah.

Hindari tawaran pendapatan tetap yang terlalu tinggi tanpa penjelasan produk dan risiko. Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan masyarakat untuk memeriksa legalitas pihak yang menawarkan investasi melalui kanal resmi.

Cara Mendapatkan Passive Income yang Realistis

Cara mendapatkan passive income perlu disesuaikan dengan modal, waktu, dan kemampuan yang dimiliki. Pemula tidak perlu langsung membeli aset mahal atau mengejar banyak sumber penghasilan sekaligus. Mulailah dari pilihan yang mudah dipahami dan memiliki aturan yang jelas.

Berikut beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pilih Sumber Pendapatan Sesuai Modal

  • Deposito berjangka untuk pemilik dana yang ingin menerima bunga dengan risiko relatif rendah.
  • Saham dividen untuk investor yang siap menghadapi perubahan harga saham.
  • Reksa dana pendapatan tetap bagi pemula yang ingin membeli obligasi melalui pengelola investasi.
  • Sewa kamar, rumah, atau kendaraan bagi pemilik aset yang dapat disewakan.
  • Produk digital, seperti e-book, template desain, atau kelas rekaman yang dapat dijual berulang.
  • Royalti dari buku, musik, foto, atau karya lain yang memiliki perlindungan hak cipta.

Menurut Bursa Efek Indonesia dalam materi Sekolah Pasar Modal, saham merupakan bukti kepemilikan pada sebuah perusahaan. Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dapat dibagikan kepada pemegang saham, tetapi pembagiannya bergantung pada keputusan perusahaan.

Gunakan Produk Digital dan Afiliasi dengan Hati-hati

Produk digital cocok bagi orang yang memiliki keahlian tertentu, misalnya membuat desain CV, materi belajar, atau panduan memasak. Setelah dibuat, produk dapat dijual berkali-kali melalui platform digital, meski pembaruan dan promosi tetap diperlukan.

Afiliasi juga dapat menghasilkan komisi ketika pembaca membeli produk melalui tautan promosi. Pilih produk yang benar-benar dikenal dan jelaskan informasi promosi secara jujur agar kepercayaan audiens tetap terjaga.

Mulai dari Perencanaan dan Diversifikasi

Langkah awal yang aman adalah mengecek kondisi keuangan pribadi terlebih dahulu. Jangan memakai dana darurat atau uang kebutuhan bulanan untuk mengejar passive income. Setelah itu, tentukan target yang masuk akal, misalnya menambah pendapatan bulanan secara bertahap.

Catat modal yang tersedia, potensi biaya, serta risiko dari setiap pilihan. Diversifikasi berarti membagi dana ke beberapa aset agar kerugian pada satu sumber tidak langsung mengganggu seluruh rencana keuangan.

Deposito dapat menjadi pilihan awal bagi orang yang mengutamakan kepastian. Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama memenuhi syarat penjaminan yang berlaku.

Pastikan pula bank, platform investasi, atau pengelola dana terdaftar dan diawasi oleh lembaga yang berwenang. Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko terjebak investasi ilegal.

Bangun Penghasilan Secara Bertahap

Mulailah dari satu sumber yang paling dipahami, lalu evaluasi hasilnya setiap beberapa bulan. Jika sudah stabil, keuntungan dapat dialokasikan untuk menambah aset atau mencoba sumber pendapatan lain.

Cara mendapatkan passive income yang sehat membutuhkan kesabaran, disiplin mencatat keuangan, dan keputusan yang realistis. Pendapatan tambahan yang tumbuh perlahan biasanya lebih mudah dikelola daripada keuntungan besar yang datang tanpa dasar jelas.