Keuangan & Gaya Hidup

Apa Itu Investasi dan Cara Memulainya untuk Pemula

11 Oct 2026 • 5 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Apa Itu Investasi dan Cara Memulainya untuk Pemula

Uang yang hanya disimpan di rekening bisa tergerus kenaikan harga barang dari waktu ke waktu. Karena itu, banyak orang mulai menempatkan sebagian dana pada aset yang berpotensi memberi hasil di masa depan. Langkah ini dikenal sebagai investasi.

Apa itu investasi? Secara sederhana, investasi adalah kegiatan menempatkan dana pada aset tertentu dengan harapan nilainya bertambah atau menghasilkan pendapatan. Hasilnya tidak selalu datang cepat, sehingga investasi perlu disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan keuangan.

Pengertian Apa Itu Investasi

Investasi berkaitan dengan keputusan menggunakan dana saat ini untuk kebutuhan masa depan. Dana tersebut dapat ditempatkan dalam bentuk aset fisik maupun produk keuangan. Setiap pilihan memiliki potensi hasil, jangka waktu, dan risiko yang berbeda.

Menurut Eduardus Tandelilin dalam buku Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain pada saat ini untuk memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang.

Pemahaman ini membantu pemula melihat investasi sebagai rencana keuangan, bukan cara instan mencari untung. Oleh karena itu, tujuan perlu ditentukan sebelum memilih produk investasi.

Tujuan investasi

Tujuan investasi dapat berbeda pada tiap orang. Ada yang menyiapkan dana pendidikan anak, uang muka rumah, dana pensiun, atau biaya perjalanan beberapa tahun mendatang.

Tujuan yang jelas membantu menentukan jangka waktu investasi. Dana yang akan dipakai dalam waktu dekat umumnya membutuhkan pilihan yang lebih stabil daripada dana pensiun yang masih puluhan tahun lagi.

Manfaat investasi

Investasi memberi kesempatan bagi dana untuk bertumbuh melalui kenaikan nilai aset, bunga, kupon, atau pembagian hasil. Hasil tersebut bergantung pada jenis produk dan kondisi pasar.

Selain itu, kebiasaan berinvestasi dapat melatih seseorang membuat anggaran dan menyisihkan uang secara rutin. Namun, investasi tetap perlu dilakukan setelah kebutuhan dasar dan dana darurat terpenuhi.

Jenis Investasi yang Banyak Dipilih di Indonesia

Instrumen investasi dapat dibagi menjadi investasi aset riil dan investasi aset finansial. Aset riil berbentuk barang yang dapat dilihat atau digunakan, sedangkan aset finansial berupa produk yang nilainya tercatat secara keuangan. Pemula perlu memahami perbedaan ini agar tidak memilih hanya karena sedang ramai dibicarakan.

Otoritas Jasa Keuangan dalam Buku Saku Pasar Modal menjelaskan bahwa pasar modal menjadi sarana bertemunya pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang memiliki dana untuk diinvestasikan. Salah satu produknya adalah saham dan obligasi.

Sebelum membeli instrumen apa pun, kenali cara produk tersebut menghasilkan imbal hasil. Perhatikan pula biaya, aturan pencairan dana, dan tingkat risikonya.

Investasi aset riil

Emas dan properti termasuk aset riil yang cukup dikenal masyarakat. Emas sering dipilih karena mudah dibeli dalam nominal kecil, sedangkan properti memerlukan modal lebih besar dan proses jual beli yang lebih panjang.

Nilai aset riil dapat naik atau turun. Contohnya, harga emas berubah mengikuti kondisi pasar sehingga pembelian tetap perlu mempertimbangkan waktu penggunaan dana.

Investasi finansial

Investasi finansial mencakup deposito, surat berharga negara, reksa dana, saham, dan obligasi. Reksa dana menghimpun dana dari banyak investor untuk dikelola oleh manajer investasi, sehingga cocok dipelajari oleh pemula yang ingin pilihan lebih praktis.

Saham menawarkan kepemilikan pada perusahaan terbuka dan harganya dapat bergerak cepat. Sementara itu, obligasi adalah surat utang yang umumnya memberikan pembayaran kupon sesuai ketentuan penerbit.

Cara Memulai Investasi dengan Lebih Aman

Memulai investasi tidak harus dengan modal besar. Yang lebih penting adalah memahami kondisi keuangan pribadi dan memilih produk dari lembaga yang berizin. Jangan memakai uang belanja, dana darurat, atau dana untuk membayar utang.

Risiko adalah kemungkinan hasil investasi tidak sesuai harapan, termasuk nilai aset yang turun. Risiko tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat dikelola dengan keputusan yang lebih terukur.

Langkah berikut bisa menjadi panduan awal sebelum menempatkan dana.

  1. Catat pemasukan, pengeluaran, utang, dan dana darurat sebelum menentukan nominal investasi.
  2. Tentukan tujuan serta batas waktu penggunaan dana, misalnya tiga tahun untuk biaya pendidikan.
  3. Pilih produk yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
  4. Pelajari risiko, biaya transaksi, serta aturan pencairan dana dari produk yang dipilih.
  5. Mulai dari nominal kecil dan lakukan secara rutin sesuai kemampuan.
  6. Sebarkan dana ke beberapa aset jika nilai investasi sudah berkembang agar risiko tidak terkumpul pada satu pilihan.

Hindari janji keuntungan pasti

Waspadai tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko. Ciri lain yang perlu dicermati adalah desakan untuk segera transfer dana dan informasi produk yang tidak jelas.

Periksa legalitas perusahaan melalui kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan. Keputusan investasi yang baik membutuhkan waktu untuk membaca informasi dan membandingkan pilihan.

Evaluasi investasi secara berkala

Periksa perkembangan investasi sesuai tujuan yang telah dibuat, misalnya setiap enam bulan atau setahun sekali. Evaluasi membantu melihat apakah produk yang dipilih masih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan menanggung risiko.

Pada akhirnya, apa itu investasi dapat dipahami sebagai cara menyiapkan tujuan keuangan dengan menempatkan dana secara sadar, terukur, dan bertahap.