Keuangan & Gaya Hidup

Apa Itu Growth Mindset dan Cara Melatihnya Setiap Hari

13 Oct 2026 • 4 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Apa Itu Growth Mindset dan Cara Melatihnya Setiap Hari

Kemampuan seseorang tidak berhenti pada nilai rapor, pengalaman kerja, atau kegagalan yang pernah dialami. Cara memandang proses belajar ikut menentukan apakah seseorang mau mencoba lagi saat menghadapi kesulitan. Di sinilah growth mindset dapat membantu seseorang membangun kebiasaan belajar yang lebih sehat.

Apa Itu Growth Mindset

Growth mindset adalah pola pikir bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui latihan, strategi yang tepat, dan kemauan belajar. Pola pikir ini tidak menjanjikan hasil instan. Namun, seseorang akan lebih fokus pada proses dan perbaikan diri.

Menurut Carol S. Dweck dalam buku Mindset Mengubah Pola Berpikir untuk Perubahan Besar dalam Hidup Anda, keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang memengaruhi cara seseorang merespons tantangan dan kegagalan.

Bedakan dengan Fixed Mindset

Fixed mindset adalah keyakinan bahwa kecerdasan atau bakat bersifat tetap. Orang dengan pola pikir ini cenderung menghindari tugas yang sulit karena takut terlihat tidak mampu.

Sementara itu, orang yang melatih growth mindset melihat kesalahan sebagai bahan evaluasi. Misalnya, nilai ujian yang rendah dapat menjadi alasan untuk mengganti cara belajar, bukan alasan untuk berhenti mencoba.

Fokus pada Usaha dan Strategi

Growth mindset tidak berarti semua orang bisa menguasai hal apa pun dalam waktu singkat. Setiap orang tetap memiliki minat, kecepatan belajar, dan kondisi yang berbeda.

Pola pikir ini mengarahkan perhatian pada langkah yang bisa dikendalikan, seperti berlatih rutin, meminta masukan, dan memperbaiki strategi. Hasil biasanya mengikuti proses yang dijalani dengan konsisten.

Manfaat Growth Mindset dalam Aktivitas Sehari Hari

Growth mindset dapat diterapkan di sekolah, kampus, tempat kerja, hingga kehidupan pribadi. Pola ini membantu seseorang lebih siap menghadapi tugas yang belum dikuasai. Selain itu, seseorang dapat menilai kemajuan secara lebih realistis.

Manfaatnya tidak selalu terlihat dalam satu hari. Perubahan biasanya muncul dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang. Karena itu, penting untuk memberi waktu pada diri sendiri saat belajar keterampilan baru.

Membantu Proses Belajar

Siswa yang menganggap kemampuan bisa dilatih cenderung lebih terbuka saat mendapat koreksi. Mereka dapat melihat komentar guru sebagai arahan untuk memperbaiki jawaban atau cara belajar.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan dalam dokumen Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila menempatkan refleksi terhadap proses dan hasil belajar sebagai bagian dari kemandirian peserta didik.

Membuat Sikap Kerja Lebih Adaptif

Di dunia kerja, perubahan tugas dan teknologi sering menuntut kemampuan baru. Growth mindset mendorong seseorang untuk bertanya, mengikuti pelatihan, atau mencoba cara kerja yang lebih efektif.

Sikap ini juga membantu saat menerima evaluasi dari atasan atau rekan kerja. Masukan yang spesifik dapat dipakai untuk meningkatkan kemampuan, misalnya saat memperbaiki cara presentasi atau mengatur prioritas tugas.

Cara Melatih Growth Mindset secara Bertahap

Melatih growth mindset dapat dimulai dari perubahan bahasa yang digunakan saat menilai diri sendiri. Hindari memberi label seperti tidak berbakat atau selalu gagal. Pilih penilaian yang lebih spesifik agar langkah perbaikannya jelas.

Latihan ini perlu dilakukan saat berhasil maupun gagal. Dengan begitu, seseorang tidak hanya bergantung pada pujian atau hasil akhir. Kebiasaan berikut dapat diterapkan dalam rutinitas harian.

Ubah Cara Merespons Kesulitan

Saat menghadapi tugas yang sulit, coba ganti kalimat belum bisa menjadi belum bisa saat ini. Kalimat tersebut mengingatkan bahwa kemampuan masih dapat dilatih.

  1. Tentukan satu keterampilan yang ingin ditingkatkan, seperti menulis, berbicara, atau mengatur waktu.
  2. Buat target kecil yang dapat dikerjakan setiap hari.
  3. Catat kesalahan dan penyebabnya setelah menyelesaikan tugas.
  4. Minta masukan yang spesifik dari guru, teman, atau atasan.
  5. Coba strategi baru bila cara lama belum memberi hasil.

Hargai Kemajuan yang Terukur

Nilai kemajuan dari tindakan yang dilakukan, bukan dari hasil akhir saja. Contohnya, apresiasi diri karena mampu menyelesaikan lima soal latihan yang sebelumnya selalu dihindari.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen menekankan pentingnya umpan balik untuk membantu peserta didik memahami kemajuan belajar dan langkah perbaikannya. Growth mindset akan lebih mudah terbentuk ketika seseorang rutin mengevaluasi proses belajarnya.