
Potensi keuntungan yang besar selalu datang bersama peluang kerugian yang lebih besar pula. Prinsip ini sering muncul saat orang membahas saham, reksa dana saham, usaha rintisan, hingga aset kripto. Istilah high risk high return membantu calon investor memahami bahwa imbal hasil tinggi tidak pernah menjadi jaminan.
Apa Arti High Risk High Return
High risk high return berarti instrumen atau keputusan dengan risiko tinggi berpeluang memberi hasil yang lebih besar. Risiko adalah kemungkinan hasil investasi berbeda dari harapan, termasuk saat nilainya turun. Sementara itu, return atau imbal hasil adalah keuntungan yang diperoleh dari kenaikan nilai aset, dividen, bunga, atau bagi hasil.
Risiko dan Imbal Hasil Bergerak Beriringan
Menurut Eduardus Tandelilin dalam buku Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, investor perlu mempertimbangkan return harapan dan risiko secara bersamaan sebelum mengambil keputusan investasi. Artinya, keuntungan yang terlihat menarik perlu dinilai bersama kemungkinan kerugiannya.
Contohnya, harga saham dapat naik dalam waktu singkat dan memberi capital gain, yaitu keuntungan dari selisih harga beli dan jual. Namun, harga saham juga bisa turun karena kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, atau sentimen pasar.
Risiko Tinggi Tidak Menjamin Untung Tinggi
Ungkapan high risk high return kerap disalahartikan sebagai janji keuntungan besar. Padahal, istilah ini hanya menunjukkan adanya potensi hasil yang lebih besar, bukan kepastian bahwa keuntungan akan terjadi.
Menurut Jogiyanto Hartono dalam buku Teori Portofolio dan Analisis Investasi, risiko investasi berkaitan dengan penyimpangan hasil yang diterima dari hasil yang diharapkan. Karena itu, investor perlu siap menghadapi nilai investasi yang berfluktuasi.
Contoh High Risk High Return dalam Kehidupan
Konsep ini tidak terbatas pada pasar modal. Saat seseorang memakai modal besar untuk membuka usaha baru, ia juga menghadapi risiko dan peluang hasil yang lebih tinggi. Perbedaannya terletak pada jenis risiko, jangka waktu, serta kemampuan mengelolanya.
Saham dan Reksa Dana Saham
Saham memberi investor kesempatan memiliki sebagian kepemilikan perusahaan terbuka. Nilainya dapat naik saat perusahaan tumbuh dan pasar merespons positif, tetapi dapat turun ketika kondisi perusahaan atau pasar memburuk.
Reksa dana saham juga memiliki risiko tinggi karena mayoritas dananya ditempatkan pada saham. Otoritas Jasa Keuangan dalam buku Pasar Modal menjelaskan bahwa investasi pasar modal memiliki risiko sesuai karakter instrumennya, sehingga investor perlu memahami produknya sebelum membeli.
Usaha Baru dan Bisnis Rintisan
Membuka kedai makanan, toko daring, atau bisnis jasa dapat menghasilkan keuntungan besar jika produk diterima pasar. Namun, pemilik usaha tetap menghadapi biaya sewa, modal barang, persaingan, dan risiko penjualan tidak sesuai target.
Risiko usaha bisa ditekan melalui riset pasar sederhana. Misalnya, pemilik kedai dapat menguji menu dalam skala kecil sebelum menyewa lokasi yang lebih mahal.
Cara Mengelola High Risk High Return dengan Bijak
Strategi berisiko tinggi cocok bagi orang yang memahami produk dan mampu menanggung kerugian. Dana yang dipakai juga sebaiknya bukan uang untuk kebutuhan sehari hari, dana darurat, pendidikan, atau cicilan. Dengan persiapan yang tepat, high risk high return dapat menjadi bagian dari rencana keuangan yang lebih terukur.
Tentukan Batas Risiko Sejak Awal
Tetapkan jumlah dana yang siap mengalami penurunan tanpa mengganggu kondisi keuangan. Langkah ini membantu investor menghindari keputusan panik ketika nilai aset melemah.
Gunakan Lima Langkah Dasar
- Pahami produk investasi sebelum menempatkan dana.
- Sesuaikan dengan tujuan, misalnya dana jangka panjang atau pengembangan usaha.
- Gunakan dana dingin yang tidak dipakai untuk kebutuhan penting.
- Sebar dana investasi ke beberapa aset agar kerugian tidak bertumpu pada satu pilihan.
- Evaluasi berkala berdasarkan tujuan, bukan sekadar kenaikan harga harian.
Menurut Zvi Bodie dalam buku Investments, diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko yang berasal dari kondisi khusus pada satu aset atau perusahaan. Meski begitu, diversifikasi tidak menghapus seluruh risiko pasar.
Pada akhirnya, high risk high return lebih aman dipahami sebagai hubungan antara peluang keuntungan dan kemungkinan kerugian. Keputusan terbaik datang dari pemahaman produk, tujuan yang jelas, serta kemampuan finansial untuk menanggung risiko.











