Loading...
Loading...

Keuntungan investasi tidak datang dari memilih produk yang sedang ramai dibicarakan. Hasil investasi dipengaruhi oleh tujuan keuangan, waktu yang tersedia, risiko, serta kemampuan memahami produk yang dibeli. Karena itu, investasi yang menguntungkan bagi satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.
Investor pemula sebaiknya memulai dari produk yang legal dan mudah dipahami. Langkah ini membantu mengurangi risiko keputusan terburu-buru, termasuk tergiur janji imbal hasil tinggi dalam waktu singkat.
Investasi adalah penempatan dana pada aset tertentu dengan harapan memperoleh hasil pada masa depan. Hasil tersebut dapat berupa kenaikan nilai aset, bunga, dividen, atau pendapatan sewa. Namun, setiap peluang keuntungan selalu memiliki risiko yang perlu dipahami sejak awal.
Menurut Eduardus Tandelilin dalam buku Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan saat ini untuk memperoleh keuntungan pada masa depan.
Investasi yang menguntungkan umumnya sesuai dengan target pemilik dana. Contohnya, dana pendidikan lima tahun lagi dapat ditempatkan pada instrumen dengan risiko lebih terukur daripada dana yang disiapkan untuk jangka sangat panjang.
Return adalah hasil atau imbal yang diperoleh dari investasi. Produk dengan potensi return tinggi, seperti saham, dapat mengalami perubahan harga yang cepat. Karena itu, investor perlu siap menghadapi kemungkinan nilai investasi turun dalam jangka pendek.
Di sisi lain, deposito dan surat berharga negara cenderung menawarkan pergerakan nilai yang lebih stabil. Potensi hasilnya mungkin lebih rendah, tetapi risikonya lebih mudah diperkirakan.
Tentukan dulu tujuan dana sebelum membeli produk investasi. Tujuan tersebut dapat berupa dana rumah, pendidikan anak, dana pensiun, atau tambahan modal usaha. Target yang jelas membuat investor lebih mudah memilih jangka waktu dan tingkat risiko.
Jangan gunakan dana darurat untuk investasi jangka panjang. Dana darurat perlu tetap mudah dicairkan saat ada kebutuhan mendesak.
Indonesia memiliki pilihan investasi yang cukup beragam, dari emas hingga saham. Setiap instrumen memiliki cara kerja, risiko, dan kebutuhan modal yang berbeda. Investor dapat memilihnya berdasarkan kondisi keuangan pribadi.
Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan masyarakat untuk memeriksa legalitas produk dan pihak yang menawarkan investasi melalui kanal resmi OJK. Langkah ini penting untuk menghindari penipuan berkedok investasi.
Berikut beberapa jenis investasi yang banyak digunakan masyarakat.
Saham adalah bukti kepemilikan pada sebuah perusahaan terbuka. Pemegang saham dapat memperoleh dividen jika perusahaan membagikan laba, serta keuntungan saat harga saham naik. Namun, harga saham dapat turun sehingga lebih sesuai bagi investor yang siap menghadapi risiko pasar.
Reksa dana menghimpun dana dari banyak investor untuk dikelola oleh manajer investasi. Produk ini dapat menjadi pilihan pemula karena dana ditempatkan ke sejumlah aset sesuai jenis reksa dananya.
Emas sering dipilih untuk tujuan jangka menengah hingga panjang karena mudah dikenal dan dapat dibeli secara bertahap. Harga emas tetap dapat berubah, sehingga pembelian sebaiknya dilakukan dengan rencana yang konsisten.
Properti dapat memberikan kenaikan nilai aset dan pendapatan sewa, tetapi membutuhkan modal besar serta waktu penjualan yang lebih panjang. Sementara itu, Surat Berharga Negara ritel diterbitkan pemerintah dan memiliki ketentuan kupon serta waktu jatuh tempo yang jelas.
Selain instrumen investasi yang umum seperti saham, reksa dana, emas, dan Surat Berharga Negara, masyarakat juga dapat mempertimbangkan pendanaan usaha mikro sebagai salah satu bentuk investasi alternatif.
Amartha merupakan platform yang menyediakan akses pendanaan bagi usaha mikro. Melalui skema tersebut, investor dapat menempatkan dana untuk mendukung kebutuhan permodalan pelaku usaha mikro yang membutuhkan akses pembiayaan.
Investasi melalui Amartha memiliki karakteristik yang berbeda dari saham atau reksa dana. Potensi hasil dan risiko perlu dipahami sebelum investor menempatkan dana. Karena itu, investor sebaiknya membaca informasi pendanaan, memahami mekanisme investasi, serta mempertimbangkan kemampuan menanggung risiko.
Bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi, pendanaan usaha mikro melalui Amartha dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan. Selain berpotensi memberikan hasil investasi, dana yang ditempatkan juga berperan dalam mendukung perkembangan usaha mikro.
Namun, istilah investasi yang menguntungkan tidak berarti investasi yang selalu menghasilkan keuntungan. Setiap investasi tetap memiliki risiko. Investor perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, jangka waktu, dan profil risiko sebelum memilih Amartha maupun instrumen investasi lainnya.
Memilih investasi perlu dilakukan dengan kepala dingin. Jangan menjadikan unggahan media sosial atau ajakan teman sebagai satu-satunya dasar keputusan. Luangkan waktu untuk memeriksa informasi produk sebelum menempatkan uang.
Investor juga perlu menerima bahwa tidak ada produk yang selalu untung. Janji keuntungan tetap, tinggi, dan cepat patut dicurigai, terutama bila pihak penawar tidak menjelaskan risiko secara terbuka.
Lima langkah berikut dapat membantu Anda memilih investasi dengan lebih bijak.
Investasi tidak harus dimulai dengan dana besar. Mulailah dari nominal yang tidak mengganggu kebutuhan harian dan kewajiban pembayaran. Kebiasaan menyisihkan dana secara rutin sering lebih bermanfaat daripada membeli aset dalam jumlah besar tanpa perencanaan.
Menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia dalam Statistik Pasar Modal Indonesia, jumlah investor pasar modal terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini menunjukkan akses investasi makin terbuka, meski keputusan investasi tetap perlu didasari pemahaman yang cukup.
Periksa perkembangan investasi secara berkala, misalnya setiap enam bulan atau setahun sekali. Evaluasi membantu memastikan komposisi aset masih sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan terbaru.
Investasi yang menguntungkan adalah investasi yang legal, dipahami cara kerjanya, dan selaras dengan kemampuan Anda menanggung risiko.