Bisnis & UMKM

Investasi: Cara Menyiapkan Tujuan Keuangan

13 Sep 20264 min read

Ditulis oleh Unknown Author
Investasi: Cara Menyiapkan Tujuan Keuangan

Uang yang disimpan saja bisa kehilangan daya beli karena harga barang terus berubah. Karena itu, banyak orang mulai menempatkan dana pada aset yang berpotensi memberi hasil di masa depan. Investasi adalah salah satu cara untuk menyiapkan tujuan keuangan, seperti dana pendidikan, membeli rumah, atau masa pensiun.

Apa Itu Investasi Adalah?

Investasi adalah kegiatan menempatkan uang atau aset pada instrumen tertentu dengan harapan memperoleh keuntungan di masa mendatang. Keuntungan tersebut dapat berasal dari kenaikan harga aset, bunga, dividen, atau bagi hasil. Hasil investasi tidak selalu pasti karena setiap instrumen memiliki risiko.

Menurut Eduardus Tandelilin dalam buku Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, investasi berkaitan dengan komitmen sejumlah dana atau sumber daya saat ini untuk memperoleh keuntungan pada masa depan. (Sumber: Eduardus Tandelilin)

Tujuan dan Manfaat Investasi

Setiap orang bisa memiliki tujuan investasi yang berbeda. Tujuan yang jelas membantu investor memilih jangka waktu dan instrumen yang lebih sesuai.

  1. Mengumpulkan dana pendidikan anak atau diri sendiri.
  2. Menyiapkan uang muka rumah atau kendaraan.
  3. Membangun dana pensiun sejak usia produktif.
  4. Menjaga nilai uang dari dampak inflasi.
  5. Mengejar pertumbuhan aset dalam jangka panjang.

Bedanya Investasi dan Menabung

Menabung umumnya bertujuan menjaga dana agar mudah dipakai kapan saja. Sementara itu, investasi berfokus pada peluang pertumbuhan nilai aset dalam periode tertentu.

Tabungan cocok untuk kebutuhan dekat, misalnya biaya bulanan atau dana darurat. Dana investasi sebaiknya tidak berasal dari uang yang akan digunakan dalam waktu singkat.

Jenis Investasi yang Umum di Indonesia

Instrumen investasi memiliki cara kerja, potensi hasil, dan tingkat risiko yang berbeda. Pemula tidak perlu membeli semua jenis aset sekaligus. Pilih instrumen yang dipahami dan sesuai dengan kemampuan keuangan.

Dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, saham dan obligasi termasuk dalam kategori efek yang dapat diperdagangkan di pasar modal. (Sumber: Pemerintah Republik Indonesia)

Investasi Finansial

Investasi finansial berbentuk produk keuangan yang pengelolaannya dapat dilakukan melalui lembaga berizin. Contohnya saham, obligasi, reksa dana, dan surat berharga negara.

Saham memberi peluang keuntungan dari kenaikan harga dan dividen, tetapi nilainya dapat naik turun. Reksa dana dapat menjadi pilihan awal karena dana investor dikelola oleh manajer investasi.

Investasi Non Finansial

Investasi non finansial menggunakan aset berwujud, seperti emas dan properti. Emas sering dipilih karena mudah dijual kembali, sedangkan properti membutuhkan dana awal serta biaya perawatan yang lebih besar.

Nilai aset berwujud juga dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Sebelum membeli, perhitungkan biaya tambahan, likuiditas, serta waktu yang dibutuhkan untuk menjual aset tersebut.

Cara Memulai Investasi untuk Pemula

Memulai investasi tidak harus dengan modal besar. Langkah awal yang lebih penting adalah membangun kebiasaan mengatur uang secara disiplin. Pastikan kebutuhan harian, cicilan, dan dana darurat sudah terkelola lebih dulu.

Tentukan Tujuan dan Profil Risiko

Profil risiko menggambarkan kemampuan seseorang menghadapi perubahan nilai investasi. Investor konservatif biasanya lebih nyaman dengan perubahan kecil, sedangkan investor agresif cenderung siap menghadapi fluktuasi yang lebih tinggi.

Mulailah dengan lima langkah berikut.

  1. Tulis tujuan investasi dan target dananya.
  2. Tentukan jangka waktu pencapaian tujuan.
  3. Sisihkan dana investasi secara rutin.
  4. Pilih platform atau lembaga yang berizin.
  5. Pelajari produk sebelum membeli.

Hindari Janji Keuntungan Tidak Wajar

Jangan mudah tergoda penawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan masyarakat untuk memeriksa legalitas pihak yang menawarkan produk investasi sebelum menyetorkan dana. (Sumber: Otoritas Jasa Keuangan)

Risiko investasi dapat dikelola dengan menyebar dana ke beberapa instrumen dan tidak memakai uang kebutuhan pokok. Dengan langkah yang terukur, investasi adalah kebiasaan keuangan yang dapat dibangun secara bertahap.