Loading...
Loading...

Kehilangan penghasilan, biaya berobat, atau kendaraan yang mendadak rusak dapat mengganggu anggaran bulanan. Dana darurat memberi ruang agar kebutuhan tersebut tidak langsung dibayar dengan utang. Karena itu, setiap orang perlu menghitung nominalnya berdasarkan pengeluaran rutin dan kondisi keluarga.
Dana darurat adalah uang yang disiapkan khusus untuk menghadapi kebutuhan mendesak. Uang ini berbeda dari tabungan liburan, uang muka rumah, atau dana investasi jangka panjang. Dana tersebut sebaiknya mudah dicairkan saat diperlukan.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam buku Perencanaan Keuangan Seri Literasi Keuangan Perguruan Tinggi, dana darurat membantu seseorang menghadapi peristiwa tak terduga tanpa mengganggu rencana keuangan yang telah dibuat.
Penggunaannya perlu dibatasi untuk kondisi yang benar-benar mendesak. Misalnya, biaya pengobatan yang tidak tertutup asuransi, perbaikan atap bocor, atau kebutuhan hidup saat pekerjaan terhenti.
Dana darurat membantu menjaga arus kas saat ada pengeluaran mendadak. Seseorang tidak perlu terburu-buru memakai kartu kredit atau pinjaman online dengan bunga tinggi. Selain itu, dana investasi dapat tetap dibiarkan tumbuh sesuai tujuan awalnya.
Ponsel baru karena tergoda promo bukan alasan memakai dana darurat. Sebaliknya, ponsel yang rusak saat dipakai bekerja dapat menjadi kebutuhan mendesak. Buat aturan pribadi sejak awal agar dana ini tidak habis untuk belanja spontan.
Besaran dana darurat tidak sama untuk setiap orang. Jumlahnya perlu menyesuaikan biaya hidup bulanan, stabilitas penghasilan, serta jumlah orang yang menjadi tanggungan. Semakin besar tanggung jawab keuangan, semakin besar pula target dana yang perlu disiapkan.
Patokan ini dapat digunakan sebagai target awal, lalu disesuaikan dengan situasi pribadi. Pekerja lepas dan pelaku usaha biasanya membutuhkan cadangan lebih besar karena penghasilannya dapat berubah setiap bulan. Di sisi lain, pekerja dengan pendapatan tetap tetap perlu memiliki simpanan untuk menghadapi risiko kesehatan atau kehilangan pekerjaan.
Otoritas Jasa Keuangan dalam Perencanaan Keuangan Seri Literasi Keuangan Perguruan Tinggi mencantumkan patokan dana darurat sebesar tiga kali pengeluaran bulanan untuk lajang, enam kali untuk pasangan menikah, dan sembilan kali untuk keluarga dengan anak.
Angka tersebut bukan batas mutlak. Jika memiliki cicilan besar, orang tua yang ditanggung, atau penghasilan tidak tetap, targetnya bisa ditambah secara bertahap.
Hitung kebutuhan pokok yang tetap harus dibayar setiap bulan. Fokus pada biaya yang membuat kehidupan sehari-hari tetap berjalan, bukan seluruh pengeluaran konsumtif.
Cara menghitung dana darurat dimulai dari mencatat total pengeluaran pokok selama satu bulan. Gunakan catatan keuangan, mutasi rekening, atau aplikasi pencatat pengeluaran agar angkanya lebih akurat. Setelah itu, kalikan total tersebut dengan jumlah bulan cadangan yang sesuai kondisi Anda.
Misalnya, seorang lajang menghabiskan Rp4 juta per bulan untuk kebutuhan pokok. Dengan target tiga bulan, dana darurat yang perlu dikumpulkan adalah Rp12 juta. Target besar ini tidak harus tersedia sekaligus karena dapat dicapai lewat setoran rutin.
Jika pengeluaran wajib rata-rata Rp6 juta dan Anda sudah menikah tanpa anak, target awalnya sekitar Rp36 juta. Angka ini dapat berubah apabila ada cicilan baru atau tambahan anggota keluarga.
Sisihkan nominal tetap setiap menerima penghasilan, misalnya 10 persen dari gaji. Simpan dana itu di rekening terpisah agar tidak tercampur dengan uang belanja. Saat pendapatan bertambah, naikkan setoran untuk mempercepat pencapaian target.
Dana darurat harus aman dan cepat dicairkan. Karena fungsinya sebagai cadangan, pilih instrumen dengan risiko rendah dan jangan menaruh seluruh dana pada aset yang nilainya mudah naik turun. Likuid berarti dana dapat digunakan atau dicairkan dalam waktu singkat.
Rekening tabungan khusus biasanya menjadi pilihan paling sederhana untuk kebutuhan yang sangat mendesak. Deposito dapat dipakai untuk sebagian dana yang tidak perlu diakses hari itu juga. Namun, perhatikan aturan pencairan sebelum jatuh tempo dari setiap bank.
Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan nasabah hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama memenuhi syarat penjaminan yang berlaku. Informasi ini tercantum dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan.
Simpan sebagian dana di rekening yang memiliki kartu debit atau layanan transfer cepat. Cara ini memudahkan Anda membayar kebutuhan darurat tanpa menjual aset investasi.
Setelah memakai dana darurat, catat jumlah yang keluar dan alasannya. Susun kembali target setoran bulanan sampai nominalnya pulih. Dengan cara menghitung dana darurat secara rutin, jumlah simpanan akan tetap sesuai dengan kebutuhan hidup terbaru.