
Usaha ternak memang sudah tidak asing bagi masyarakat khususnya di area pedesaan. Wajar saja, usaha ini menjadi salah satu sumber bahan pangan bagi, sehingga sangat memiliki peluang. Perlu kamu ketahui bahwa ada berbagai usaha ternak yang menjanjikan dan patut untuk dipertimbangkan.
Dalam artikel ini, akan dibahas tentang usaha tersebut, salah satunya mungkin cocok untuk kamu! Ketahui juga tentang berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan usaha ternak.
Rekomendasi Ide Usaha Ternak yang Menjanjikan
Ada banyak jenis hewan ternak yang bisa dijadikan ide usaha, di bawah ini adalah contoh ide usaha ternak yang menjanjikan dan bisa menjadi peluang untuk kamu.
1. Ternak Ayam Pedaging
Hewan yang sudah sangat umum diternak yaitu ayam. Pertama, ada ayam pedaging yang dapat dipelihara dalam waktu yang cukup singkat. Jika dilihat dari permintaan pasar terkait daging ayam, makaadalah salah satu usaha menjanjikan yang patut dipertimbangkan.
Ternak ayam pedaging atau broiler merupakan salah satu pilihan usaha ternak yang menjanjikan karena karena menghasilkan produk yang banyak digunakan sebagai bahan pangan. Juga pada dasarnya, ayam adalah jenis unggas yang daya konsumsinya tinggi, bahkan hampir dikonsumsi setiap hari.
Keunggulan utama usaha ini adalah siklus produksinya relatif lebih singkat dibandingkan beberapa jenis ternak besar. Namun, peternak perlu memperhatikan kualitas bibit, pakan, kebersihan kandang, suhu, kepadatan populasi, dan kesehatan ayam.
Hal yang perlu dihitung:
- biaya bibit;
- pakan;
- kandang dan peralatan;
- vitamin dan kesehatan;
- tenaga kerja;
- listrik dan air;
- transportasi;
- potensi penyusutan dan kematian ternak
2. Ternak Petelur

Jika ayam pedaging berfokus pada produksi daging, ayam petelur dikembangkan untuk menghasilkan telur. Telur ayam pun menjadi salah satu sumber protein favorit bagi masyarakat. Jika harga daging ayam terlalu tinggi untuk dijangkau, maka alternatif lainnya yaitu membeli telur ayam.
Jadi, bisnis ternak ayam petelur pun menjadi sangat strategis untuk dijalankan. Kamu bisa memelihara induk ayam yang sudah siap bertelur, atau berumur 2-3 bulan. Lalu, biarkan induk tersebut bertelur.
Tantangan utamanya adalah menjaga produktivitas dan mengendalikan biaya pakan. Perubahan harga pakan maupun harga telur dapat memengaruhi margin usaha.
3. Ternak Burung Puyuh
Ternak burung puyuh ternyata cukup menjanjikan, baik untuk dikonsumsi dagingnya maupun untuk diambil telurnya. Jika kamu ingin menjadi peternak telur puyuh, maka kamu perlu tahu bahwa burung puyuh sudah bisa bertelur pada usia 35 hari, namun usia paling produktifnya yaitu 40 sampai 50 hari.
4. Ternak Lebah Madu
Selanjutnya, ada ternak lebah madu yang juga cocok untuk peternak pemula. Lebah madu menawarkan model usaha yang berbeda dari ternak pada umumnya. Madu adalah salah satu bahan pangan yang sehat dan dapat mencegah berbagai jenis penyakit. Hal ini membuat permintaan madu cukup tinggi dan ini dapat menjadi usaha ternak yang menjanjikan.
Usaha ini membutuhkan pemahaman mengenai koloni lebah, lokasi penempatan kotak, sumber pakan alami, musim, serta teknik panen. Keunggulannya adalah kebutuhan ruang dapat berbeda dibandingkan peternakan hewan besar. Namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan pengelolaan koloni.

5. Ternak Kambing
Ternak kambing sudah cukup populer di Indonesia, permintaan pasar pun terbilang cukup tinggi, terlebih ketika mendekati Hari Raya Idul Adha. Produk utamanya dapat berupa daging, sementara jenis kambing tertentu juga dikembangkan untuk produksi susu. Jika dilihat dari waktu pemeliharaannya, ternak kambing tergolong cukup singkat, yaitu dalam kisaran waktu 6 sampai 10 bulan.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- jenis kambing;
- kualitas bibit;
- ketersediaan hijauan dan pakan;
- kandang;
- kesehatan;
- reproduksi;
- biaya tenaga kerja;
- akses ke pembeli.
6. Ternak Bebek
Jika ingin ternak yang cepat namun bosan dengan ayam, maka ternak bebek bisa menjadi alternatif. Bebek dapat dikembangkan untuk menghasilkan daging maupun telur.
Untuk usaha telur, peternak perlu memperhatikan produktivitas dan kualitas pakan. Sementara untuk bebek pedaging, fokus utamanya adalah pertumbuhan dan efisiensi pemeliharaan.
Sebelum menentukan jenis bebek, lakukan survei sederhana mengenai permintaan di wilayah sekitar. Misalnya, apakah terdapat rumah makan yang membutuhkan telur bebek, pedagang telur, atau konsumen yang membeli bebek pedaging.
Baca Juga: 10 Contoh Usaha Mikro yang Paling Banyak Diminati!
7. Ternak Kelinci
Kelinci dapat dikembangkan sebagai usaha ternak yang juga menjanjikan dengan berbagai target pasar, mulai dari bibit, hewan peliharaan, hingga daging untuk pasar tertentu.
Namun, jangan menganggap semua kelinci otomatis memiliki pasar yang besar. Karakter konsumennya lebih spesifik dibandingkan komoditas seperti ayam atau telur.
Karena itu, riset pasar menjadi bagian penting sebelum memulai.
8. Ternak Sapi Pedaging

Selanjutnya, ada jenis ternak yang sudah cukup familiar yaitu ternak sapi pedaging. Karena kebutuhan daging sapi di Indonesia cukup tinggi, maka ini dapat menjadi usaha ternak yang menjanjikan.
Permintaan sapi juga sangat tinggi mendekati Hari Raya Idul Adha, sehingga peluang ini dapat dioptimalkan. Namun, perlu dipahami bahwa jenis ternak ini membutuhkan modal yang tidak sedikit.
9. Ternak Sapi Perah
Selain sapi pedaging, ada juga jenis ternak sapi perah yang memang dikembangkan untuk keperluan menghasilkan susu dalam jumlah banyak. Ini juga merupakan usaha yang menjanjikan karena kamu bisa mendapatkan 12 sampai 15 liter susu setiap harinya, dari satu ekor sapi.
BPS mencatat bahwa statistik perusahaan peternakan sapi perah mencakup jumlah ternak, tenaga kerja, pengeluaran, penerimaan, produksi susu harian, dan lama produksi selama satu tahun. Artinya, bisnis sapi perah perlu dilihat sebagai usaha produksi yang membutuhkan pencatatan biaya dan hasil secara rutin.
10. Ternak Jangkrik
Jangkrik merupakan salah satu pilihan usaha ternak dengan pasar yang lebih spesifik.
Jangkrik dapat digunakan sebagai pakan untuk berbagai jenis hewan, terutama burung dan reptil. Karena itu, target pasarnya dapat berupa penghobi, toko pakan, peternak, maupun komunitas tertentu.
Keunggulannya adalah usaha dapat dikembangkan dari skala kecil. Namun, tetap diperlukan pengelolaan kandang, suhu, kelembapan, pakan, dan siklus produksi.
Modal Usaha dan Keuntungan Usaha Ternak
Dalam melakukan setiap jenis usaha, maka ada berbagai perhitungan yang perlu dilakukan, misalnya menghitung modal dan memperkirakan keuntungannya.
Modal Usaha
Jika kamu bertanya tentang berapa modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha ternak yang menjanjikan, maka jawabannya adalah tergantung dari jenis ternaknya.
Ada jenis usaha ternak yang dapat dimulai dengan modal yang terbilang kecil, misalnya ternak burung puyuh dan ternak jangkrik yang bisa dimulai dari modal awal sekitar Rp300 ribu rupiah. Modal ini meliputi pembelian bibit, sewa lahan, alat penampungan, vitamin ternak, makanan ternak, serta membayar karyawan.
Namun, jika kamu mau memulai usaha ternak lainnya, terlebih untuk hewan ternak yang tergolong mahal, maka modalnya pun akan semakin besar. Misalnya, untuk ternak ayam, kisaran modal awal yang dibutuhkan bisa jadi mencapai 25 juta rupiah. Untuk ternak kambing atau sapi, maka tentu saja modalnya akan semakin besar lagi.
Keuntungan Usaha
Sama seperti bicara tentang modal, keuntungan yang bisa didapatkan dari usaha ternak pun akan tergantung dari jenis hewan ternak dan seberapa besar bisnis ternak yang kamu kelola.
Jadi, ketika kamu sudah memutuskan akan ternak apa, maka pastikan bahwa kamu mempelajari perhitungannya lebih lanjut. Dengan begitu, maka target keuntungan juga dapat diperkirakan dengan optimal.
Manfaat Menjalankan Usaha Ternak
Menjalankan usaha ternak yang menjanjikan tentunya memiliki banyak manfaat, baik bagi kamu sebagai pemilik bisnis maupun bagi masyarakat di sekitarmu. Berikut adalah beberapa manfaat penting yang dapat menjadi pertimbangan dalam memulai usaha ternak.
Peluangnya Luas
Seperti yang sudah dibahas sejak awal, hasil ternak merupakan salah satu sumber bahan pangan sehingga bisnis ini dapat memberikan peluang yang sangat luas. Jangkauan pasarnya pun bisa beragam, mulai dari pasar tradisional hingga modern.
Kamu juga bisa memanfaatkan berbagai perkembangan teknologi untuk memperluas pasar. Misalnya, dengan melakukan promosi melalui media sosial.
Menjadi Sumber Penghasilan
Sebagai salah satu jenis usaha, tentu saja manfaat dari ternak dapat menjadi sumber penghasilan untuk kamu. Berbagai jenis hasil ternak dapat dijual di pasaran, misalnya telur, daging, susu, madu, dan sebagainya.
Membuka Lapangan Pekerjaan
Ketika peternakan yang kamu buat sudah cukup besar atau sudah banyak jumlah hewan yang diternak, maka tentunya kamu akan membutuhkan lebih banyak tenaga. Jika tidak bisa mengurusnya sendiri, maka kamu bisa membuka lowongan dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitarmu.
Limbah Ternak Dapat Dimanfaatkan
Manfaat selanjutnya dari bisnis ternak yaitu kamu bisa memanfaatkan limbahnya. Biasanya, kotoran hewan ternak dapat dijual kepada petani untuk dijadikan pupuk.
Itulah berbagai penjelasan tentang berbagai jenis usaha ternak yang bisa menjadi peluang bisnis tepat bagi kamu. Salah satu dari rekomendasi di atas bisa jadi cocok dengan minat kamu, atau mungkin sesuai dengan kebutuhan pasar di sekitarmu.
Ada berbagai manfaat dari menjalankan usaha ternak, seperti yang sudah dijelaskan. Namun, berbagai perhitungan keuangan perlu dilakukan dengan matang, jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.
Usaha Ternak dan Ekonomi Masyarakat
Usaha peternakan tidak hanya menghasilkan pendapatan bagi pemilik usaha. Jika berkembang, aktivitas peternakan juga dapat menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja, pakan, transportasi, perdagangan ternak, hingga pengolahan hasil peternakan.
BPS secara khusus mencatat struktur ongkos, penerimaan, dan aktivitas perusahaan peternakan sebagai bagian dari gambaran ekonomi subsektor peternakan. Hal ini menunjukkan bahwa peternakan merupakan bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan lebih banyak pihak daripada sekadar peternak dan pembeli.
Sebelum memulai usaha ternak ini, lakukan perhitungan modal dan biaya operasional secara menyeluruh. Gunakan harga lokal terbaru dan hindari menjadikan angka dari artikel lama sebagai patokan tetap karena harga komoditas peternakan dapat berubah dari waktu ke waktu. BPS sendiri memperbarui statistik harga produsen peternakan secara berkala.
Bagi pelaku usaha mikro yang ingin mengembangkan skala usaha, akses terhadap modal tambahan dapat menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan. Amartha melalui ekosistem pembiayaan Modal untuk UMKM mendukung pelaku usaha akar rumput agar dapat mengembangkan kegiatan produktifnya sesuai kebutuhan dan kemampuan usaha.
Tags











