Keuangan & Gaya Hidup

Rupiah Indonesia dari ORI hingga Mata Uang Modern

21 Oct 2026 • 5 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Rupiah Indonesia dari ORI hingga Mata Uang Modern

Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Oeang Republik Indonesia atau ORI pada 30 Oktober 1946 untuk menggantikan uang yang beredar pada masa pendudukan Jepang dan awal kemerdekaan. Kehadiran ORI menegaskan kedaulatan ekonomi Indonesia yang saat itu masih menghadapi situasi politik dan keamanan yang sulit. Dari titik inilah perjalanan rupiah Indonesia dimulai.

Rupiah kini digunakan untuk transaksi harian, mulai dari membeli makanan hingga membayar transportasi. Bank Indonesia menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan, mengedarkan, serta mencabut uang rupiah dari peredaran.

Apa Itu Rupiah Indonesia

Rupiah adalah mata uang resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam transaksi internasional, rupiah memakai kode IDR dan simbol Rp. Penggunaan rupiah juga diatur dalam Undang Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Undang undang tersebut mewajibkan penggunaan rupiah dalam transaksi yang dilakukan di wilayah Indonesia, dengan sejumlah pengecualian tertentu seperti transaksi perdagangan internasional. Aturan ini membantu menjaga fungsi rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. Masyarakat juga perlu memahami ciri uang asli agar tidak mudah tertipu.

Rupiah hadir dalam bentuk uang kertas dan uang logam. Nilai nominalnya beragam agar dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi kecil maupun besar. Desainnya memuat pahlawan nasional, unsur kebudayaan, dan gambar kekayaan alam Indonesia.

Simbol dan Kode Rupiah

Simbol Rp lazim diletakkan sebelum angka nominal, misalnya Rp10.000. Sementara itu, kode IDR digunakan dalam sistem perbankan, perdagangan valas, serta informasi kurs.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa rupiah merupakan simbol kedaulatan negara yang wajib dihormati. Karena itu, uang rupiah tidak boleh dirusak, dibakar, atau dipalsukan. Sumber: Bank Indonesia.

Perbedaan dengan Mata Uang Sebelumnya

Sebelum ORI beredar, masyarakat menggunakan beberapa jenis uang, termasuk gulden Hindia Belanda dan uang pendudukan Jepang. Kondisi ini membuat sistem pembayaran tidak seragam di berbagai daerah.

ORI memberi pemerintah Indonesia alat pembayaran sendiri. Setelah pengakuan kedaulatan, penggunaan rupiah berkembang secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia.

Perjalanan Rupiah Indonesia Sejak Kemerdekaan

Perkembangan rupiah mengikuti perubahan politik dan kondisi ekonomi nasional. Pemerintah beberapa kali menerbitkan seri uang baru, melakukan penyesuaian nilai, serta memperkuat pengawasan terhadap peredaran uang. Langkah tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Pada 1953, Bank Indonesia berdiri dan mengambil alih fungsi bank sentral dari De Javasche Bank. Sejak saat itu, pengelolaan uang rupiah berada dalam kerangka kebijakan bank sentral Indonesia. Peran ini terus diperkuat melalui berbagai undang undang.

Desain uang rupiah juga terus berubah. Pembaruan dilakukan untuk meningkatkan keamanan, memperjelas nominal, dan menampilkan identitas Indonesia secara lebih baik.

Penyesuaian Nilai pada Tahun 1965

Pada 13 Desember 1965, pemerintah melakukan sanering, yaitu penyederhanaan nilai uang saat inflasi sangat tinggi. Dalam kebijakan tersebut, Rp1.000 uang lama ditukar menjadi Rp1 uang baru.

Menurut Bank Indonesia dalam publikasi Sejarah Bank Indonesia Periode IV 1966 sampai 1983, kebijakan moneter pada masa itu ditempuh untuk mengendalikan persoalan inflasi dan memulihkan perekonomian. Sumber: Bank Indonesia.

Krisis Moneter 1997 hingga 1998

Krisis Asia pada 1997 membuat nilai tukar rupiah melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat. Dampaknya terasa pada harga barang, dunia usaha, dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setelah krisis, Bank Indonesia memperkuat kebijakan moneter dengan fokus pada kestabilan nilai rupiah. Stabilitas ini mencakup pengendalian inflasi dan upaya menjaga pergerakan nilai tukar agar tidak terlalu bergejolak.

Rupiah Indonesia dalam Kehidupan Sehari Hari

Rupiah memudahkan masyarakat menentukan harga, menerima upah, menabung, dan membayar barang atau jasa. Nilai uang yang stabil membantu keluarga merencanakan pengeluaran dengan lebih tenang. Di sisi lain, kenaikan harga yang terlalu cepat dapat mengurangi daya beli.

Masyarakat perlu memperlakukan uang dengan baik karena uang yang rusak menyulitkan proses transaksi. Uang lusuh juga dapat ditukarkan melalui layanan kas Bank Indonesia atau bank yang ditunjuk. Kebiasaan sederhana ini ikut menjaga kualitas uang beredar.

Untuk mengenali uang asli, Bank Indonesia mengenalkan cara 3D. Cara ini berarti dilihat, diraba, dan diterawang. Langkah tersebut mudah dilakukan saat menerima uang tunai.

Kenali Ciri Keaslian Uang

Periksa gambar utama, warna, angka nominal, dan benang pengaman pada uang kertas. Saat diraba, beberapa bagian uang asli memiliki cetakan kasar yang dapat terasa di ujung jari.

Uang juga dapat diterawang ke arah cahaya untuk melihat tanda air dan gambar saling isi. Ciri pengaman ini berbeda pada tiap pecahan dan seri emisi.

Uang Rupiah sebagai Alat Pembayaran Sah

Pelaku usaha pada dasarnya wajib menerima rupiah untuk pembayaran di Indonesia. Penolakan rupiah dapat dikenai ketentuan hukum, kecuali ada keraguan atas keaslian uang atau alasan yang dibenarkan undang undang.

Menurut Undang Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, rupiah adalah mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sumber: Pemerintah Republik Indonesia.

Memahami sejarah rupiah Indonesia membantu masyarakat melihat bahwa uang yang dipakai setiap hari memiliki kaitan erat dengan perjalanan kedaulatan dan ekonomi nasional. Menggunakan serta merawat rupiah dengan benar juga menjadi bentuk penghargaan terhadap mata uang Indonesia.