Keuangan & Gaya Hidup

Apa Itu Likuiditas dan Cara Mengukurnya dalam Keuangan

21 Oct 2026 • 4 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Apa Itu Likuiditas dan Cara Mengukurnya dalam Keuangan

Kas yang cukup membantu perusahaan membayar gaji, tagihan pemasok, dan cicilan tepat waktu. Kondisi ini berkaitan dengan kemampuan aset perusahaan untuk cepat berubah menjadi uang tunai. Kemampuan tersebut dikenal sebagai likuiditas.

Apa itu likuiditas dapat dipahami sebagai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek ketika jatuh tempo. Likuiditas biasanya dilihat dari jumlah kas, piutang yang segera tertagih, persediaan, serta utang lancar. Investor dan kreditur memakai informasi ini untuk menilai kondisi keuangan sebuah usaha.

Pengertian Apa Itu Likuiditas dalam Keuangan

Likuiditas menunjukkan seberapa siap sebuah perusahaan memenuhi kebutuhan pembayaran harian. Aset yang likuid dapat dijual atau digunakan tanpa membutuhkan waktu lama dan tanpa penurunan nilai yang besar. Kas menjadi contoh aset paling likuid karena dapat langsung dipakai untuk bertransaksi.

Menurut Kasmir dalam buku Analisis Laporan Keuangan, rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Kewajiban jangka pendek adalah utang yang perlu dilunasi dalam waktu maksimal satu tahun. Contohnya meliputi utang usaha, pajak terutang, dan cicilan pinjaman yang segera jatuh tempo.

Likuiditas sering dibahas bersama solvabilitas, padahal keduanya berbeda. Solvabilitas menilai kemampuan perusahaan melunasi seluruh utangnya dalam jangka panjang. Sementara itu, likuiditas berfokus pada kesiapan dana untuk kebutuhan dekat.

Likuiditas Perusahaan

Likuiditas perusahaan berkaitan dengan pengelolaan aset lancar dan utang lancar. Aset lancar mencakup kas, saldo bank, piutang usaha, serta persediaan yang diperkirakan dapat digunakan atau dijual dalam satu tahun. Perusahaan dengan kas memadai biasanya lebih leluasa menghadapi tagihan mendadak.

Likuiditas Pasar dan Bank

Likuiditas pasar menggambarkan kemudahan suatu aset diperjualbelikan pada harga yang wajar. Saham yang aktif diperdagangkan cenderung lebih likuid daripada saham yang jarang memiliki transaksi. Pada bank, likuiditas berkaitan dengan kemampuan menyediakan dana saat nasabah menarik simpanannya.

Rasio untuk Mengukur Likuiditas

Perusahaan tidak cukup menilai likuiditas hanya dari besarnya saldo kas. Manajemen perlu membandingkan aset yang tersedia dengan kewajiban yang segera jatuh tempo. Perbandingan ini biasa dilakukan melalui rasio likuiditas.

Menurut Hery dalam buku Analisis Laporan Keuangan, rasio lancar mengukur kemampuan aset lancar dalam menutup kewajiban lancar. Angka rasio yang terlalu rendah dapat menandakan risiko kesulitan membayar utang. Namun, rasio yang terlalu tinggi juga perlu diperiksa karena bisa menunjukkan dana belum digunakan secara produktif.

Hasil rasio perlu dibandingkan dengan perusahaan sejenis dan kondisi industrinya. Bisnis ritel, manufaktur, serta jasa memiliki kebutuhan kas dan pola persediaan yang berbeda. Oleh karena itu, tidak ada satu angka ideal yang berlaku untuk semua perusahaan.

Current Ratio

Current ratio atau rasio lancar membandingkan seluruh aset lancar dengan utang lancar. Rumusnya adalah aset lancar dibagi utang lancar. Rasio ini memberi gambaran awal apakah perusahaan memiliki sumber dana jangka pendek yang cukup.

Quick Ratio

Quick ratio menghitung kas, investasi jangka pendek, dan piutang yang relatif cepat dicairkan. Persediaan tidak dimasukkan karena waktu penjualannya bisa berbeda pada setiap bisnis. Rasio ini membantu melihat kemampuan bayar perusahaan dalam situasi yang lebih ketat.

Cash Ratio

Cash ratio memakai kas dan setara kas sebagai pembanding utang lancar. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang mudah dicairkan, misalnya deposito berjangka sangat pendek. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban dengan dana paling siap pakai.

Faktor yang Memengaruhi Likuiditas

Likuiditas dapat berubah cepat karena arus uang masuk dan keluar terus bergerak. Penjualan tinggi belum tentu membuat kondisi kas sehat jika pelanggan membayar terlalu lama. Karena itu, perusahaan perlu memantau waktu penagihan piutang dan jadwal pembayaran utang.

Persediaan juga memengaruhi jumlah dana yang tersedia. Terlalu banyak stok dapat membuat uang tertahan di gudang, terutama jika barang sulit terjual. Di sisi lain, stok yang terlalu sedikit dapat mengganggu penjualan.

Kondisi ekonomi turut menentukan kelancaran arus kas. Saat daya beli melemah, pelanggan bisa menunda pembayaran dan penjualan dapat melambat. Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Indonesia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dan stabilitas sistem keuangan saling berkaitan dengan kelancaran fungsi intermediasi perbankan.

Kelola Piutang dengan Disiplin

Perusahaan dapat menetapkan batas waktu pembayaran yang jelas kepada pelanggan. Tim keuangan juga perlu mengingatkan pelanggan sebelum jatuh tempo. Langkah ini membantu kas masuk lebih teratur.

Atur Persediaan dan Utang Usaha

Manajemen perlu membeli stok berdasarkan kebutuhan penjualan yang realistis. Negosiasi tempo pembayaran kepada pemasok dapat membantu menjaga arus kas, selama perusahaan tetap memenuhi kesepakatan. Pengelolaan ini membuat apa itu likuiditas lebih mudah diterapkan dalam keputusan sehari-hari.