Produk & Layanan

7 Uang Kuno Indonesia yang Banyak Dicari Kolektor, Apa Saja?

07 Jul 2023 • 6 min read

Ditulis oleh Nerissa Arviana
7 Uang Kuno Indonesia yang Banyak Dicari Kolektor, Apa Saja?

Uang kuno bukan hanya alat pembayaran dari masa lalu. Bagi kolektor, uang lama dengan tahun emisi tertentu, desain unik, jumlah terbatas, atau kondisi yang masih baik dapat memiliki nilai koleksi. Namun, tidak semua uang kuno otomatis bernilai tinggi. Harga jualnya dapat berbeda tergantung kelangkaan, kondisi, keaslian, dan permintaan kolektor.

Apa yang Membuat Uang Kuno Bernilai Tinggi?

  • Kelangkaan
  • Kondisi fisik
  • Tahun dan seri penerbitan
  • Permintaan kolektor

Apakah Semua Uang Kuno Bisa Dijual dengan Harga Tinggi?

Tidak. Nilai nominal dan nilai koleksi adalah dua hal berbeda. Uang yang sudah tidak berlaku sebagai alat pembayaran juga tidak otomatis memiliki nilai koleksi tinggi.

Jika suatu uang Rupiah telah dicabut dan ditarik dari peredaran, Bank Indonesia memiliki ketentuan mengenai periode dan tempat penukarannya. BI menyebutkan bahwa uang yang dicabut dapat ditukarkan dalam jangka waktu yang ditetapkan, dan secara umum dapat dilakukan di Bank Indonesia atau bank umum.

Uang Kuno Incaran Kolektor

Beberapa uang jaman dulu ini biasanya dibeli kolektor dengan harga tinggi. Apalagi jika keluarnya sudah puluhan tahun silam.

1. Uang Gulden

Uang Gulden dari masa Hindia Belanda menjadi salah satu jenis uang lama yang masih dikoleksi hingga saat ini. Nilainya sangat beragam karena terdapat banyak jenis, tahun emisi, bahan, dan kondisi.

Sebagai gambaran, koin Gulden perak dapat berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp5 juta, tergantung jenis dan kondisinya. Sementara itu, seri uang kertas atau varian yang lebih langka dapat memiliki nilai berbeda dan perlu dinilai secara khusus.

*updated 2026

2. Uang Seri Hewan

Seri Hewan merupakan salah satu seri uang lama Indonesia yang menarik bagi kolektor. Salah satunya adalah pecahan Rp5.000 bergambar banteng.

Untuk pasar 2026, kisaran harga Seri Hewan dapat berada sekitar Rp300 ribu hingga Rp5 juta, dengan kondisi UNC dan varian tertentu memiliki nilai lebih tinggi. Karena itu, angka puluhan juta yang sering beredar di internet sebaiknya tidak dianggap sebagai harga pasar umum.

*updated 2026

3. Uang Koin Rp 25, Rp 50 dan Rp 100

Beberapa koin lama seperti Rp25 bergambar biji pala, Rp50 bergambar cendrawasih, serta Rp100 bergambar Rumah Gadang dan Wayang masih dapat ditemukan di pasar koleksi.

Namun, harga listing menunjukkan rentang yang sangat lebar. Misalnya, koin Rp50 Cendrawasih 1971 dapat ditemukan mulai dari sekitar Rp1.000 hingga beberapa ribu rupiah untuk kondisi biasa, sementara listing tertentu memasang harga jauh lebih tinggi.

Hal serupa berlaku untuk koin Rp100 Rumah Gadang dan Wayang. Harga koin biasa dapat berada pada kisaran ribuan hingga puluhan ribu rupiah, sedangkan harga yang jauh lebih tinggi pada marketplace belum tentu mencerminkan harga transaksi sebenarnya.

*updated 2026

4. Uang Peringatan

Mengutip laman resmi Bank Indonesia, uang rupiah khusus diartikan sebagai uang yang diterbitkan secara khusus oleh Bank Indonesia, dalam rangka memperingati peristiwa atau tujuan tertentu.

Biasanya, Bank Indonesia mencetak uang ini ketika ada perayaan kemerdekaan atau hari tertentu. Karena penerbitannya juga terbatas, maka ketersediaan uang kuno ini juga tidak banyak.

Uang Rupiah khusus yang diterbitkan untuk memperingati peristiwa tertentu juga dapat menjadi koleksi. Namun, kurang tepat menetapkan satu kisaran harga untuk seluruh uang peringatan.

Misalnya saat Bank Indonesia atau BI meluncurkan uang rupiah khusus dalam rangka peringatan HUT ke-75 RI di Tahun 2020. Sebelum uang rupiah khusus edisi peringatan HUT ke-75 RI, BI pernah menerbitkan beberapa jenis uang rupiah khusus. Sejauh ini, Bank Indonesia telah mengeluarkan 27 edisi Uang Rupiah Khusus seperti uang logam berbahan emas dan perak edisi Bung Karno, Bung Hatta, hingga Pak Harto.

Nilainya bergantung pada seri, jumlah penerbitan, kondisi, kelengkapan, dan permintaan kolektor. Bahkan untuk uang yang memiliki nilai koleksi tinggi, harga lelang dapat berbeda jauh dari harga yang dipasang penjual.

Karena akan dijadikan barang koleksi oleh para kolektor, harga jual uang rupiah khusus ini bahkan bisa ratusan kali lipat dari nilai nominalnya.

Sebagai contoh, salah satu uang Rp10.000 Barong 1975 dengan sertifikasi PMG 66 EPQ tercatat mencapai Rp13 juta dalam lelang pada 2026, sedangkan grade PMG 67 EPQ dilaporkan mencapai Rp19,5 juta. Ini menunjukkan bahwa kondisi dan sertifikasi dapat memberikan perbedaan harga yang signifikan.

*updated 2026

Baca Juga: Kiamat ATM di Depan Mata, Gimana Nasib Uang Tunai?

5. Uang Rp 500

Uang kertas Rp500 bergambar orang utan tahun emisi 1992 masih menjadi salah satu uang lama yang sering dicari kolektor.

Harga yang ditemukan di pasar 2026 sangat bervariasi. Contohnya, beberapa listing berada di kisaran Rp7.000–Rp50.000 per lembar, tergantung kondisi dan penjual. Sementara itu, sumber lain mencatat bahwa varian atau kondisi tertentu dapat ditawarkan hingga jutaan rupiah.

Karena itu, sebaiknya tidak menyebut Rp1,5–8 juta sebagai harga pasti untuk setiap lembar uang Rp500 Orang Utan.

*updated 2026

6. Uang Rp 1.000

Koin Rp1.000 bergambar kelapa sawit tahun 1993 juga termasuk uang lama yang banyak diperjualbelikan sebagai koleksi.

Berdasarkan referensi pasar 2026, kisarannya sekitar Rp50 ribu–Rp300 ribu untuk kondisi UNC. Harga dapat berbeda tergantung kondisi, varian, dan permintaan kolektor.

Jadi, klaim bahwa setiap koin Rp1.000 Kelapa Sawit dapat bernilai hingga Rp100 juta sebaiknya tidak digunakan sebagai patokan harga.

*updated 2026

7. Uang Rp 10.000

Uang kertas Rp10.000 Barong tahun 1975 merupakan salah satu uang lama yang menarik perhatian kolektor. Untuk kondisi UNC, referensi pasar 2026 mencatat kisaran sekitar Rp500 ribu–Rp3,5 juta.

Namun, uang dengan kondisi dan grade sertifikasi tertentu dapat mencapai harga lebih tinggi. Dalam lelang 2026, misalnya, uang Barong dengan grade PMG 66 EPQ tercatat Rp13 juta dan grade PMG 67 EPQ mencapai Rp19,5 juta.

*updated 2026

Mengoleksi uang kuno bisa menjadi cara menarik untuk mengenal sejarah sekaligus memiliki aset koleksi. Namun, nilainya dapat berubah dan tidak selalu mudah dijual kembali. Karena itu, jika ingin mengembangkan keuangan melalui investasi, penting untuk memahami karakteristik, risiko, dan tujuan dari setiap pilihan investasi.

Amartha Prosper hadir sebagai pilihan investasi yang memungkinkan kamu mengembangkan portofolio sekaligus turut mendukung pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.

Kenali profil dan pilihan investasi di Amartha Prosper untuk menemukan opsi yang sesuai dengan tujuan finansialmu.

*Harga terakhir diperiksa September 2026

Tags