Loading...
Loading...

Setiap investasi memiliki risiko, namun dapat dimitigasi yang bisai berlaku pada seluruh instrumen investasi.
Namun, risiko bukanlah sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Yang lebih penting adalah memahami bagaimana risiko investasi tersebut dikelola. Dengan sistem seleksi yang ketat, diversifikasi portofolio, dan pemantauan berkelanjutan, Amartha Prosper membantu investor mengakses peluang investasi berdampak sekaligus mengelola risiko investasi secara lebih terukur.
Lalu, bagaimana sebenarnya mekanisme pengelolaan risiko investasi di Amartha Prosper?
Untuk menjaga kualitas portofolio dan mendukung keberlanjutan investasi, Amartha Prosper menerapkan beberapa lapisan pengelolaan risiko investasi berikut:
Salah satu fondasi utama ekosistem Amartha adalah sistem tanggung renteng, yaitu mekanisme pendanaan kelompok yang telah diterapkan selama lebih dari satu dekade.
Dalam sistem ini, para perempuan pengusaha mikro tergabung dalam kelompok yang saling mendukung dan memiliki komitmen bersama terhadap kelancaran pembayaran. Pendekatan ini menciptakan akuntabilitas kolektif sekaligus mendorong disiplin finansial di tingkat komunitas.
Manfaat sistem tanggung renteng meliputi:
Mendorong kedisiplinan pembayaran melalui tanggung jawab bersama.
Memperkuat dukungan sosial antar anggota kelompok.
Membantu menjaga keberlangsungan usaha mikro di tingkat komunitas.
Menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas portofolio pendanaan Amartha.
Amartha Prosper menerapkan prinsip diversifikasi dalam pengelolaan dana investor.
Alih-alih terpapar pada satu penerima pendanaan, dana investor dialokasikan ke dalam portofolio yang terdiri dari banyak pelaku usaha mikro di berbagai wilayah dan sektor usaha produktif.
Melalui pendekatan ini, risiko investasi dapat tersebar lebih merata karena:
Dana tidak bergantung pada satu mitra usaha tertentu.
Eksposur tersebar di berbagai sektor ekonomi produktif.
Portofolio mencakup beragam wilayah di Indonesia.
Dampak dari risiko investasi pada satu kelompok usaha dapat diminimalkan terhadap keseluruhan portofolio.
Pendekatan diversifikasi ini menjadi salah satu alasan mengapa investor dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi akar rumput secara lebih terukur.
Pengelolaan risiko investasi tidak berhenti pada tahap seleksi awal penerima pendanaan. Amartha melakukan monitoring secara berkelanjutan melalui kombinasi teknologi dan pendampingan lapangan untuk menjaga kualitas portofolio dari waktu ke waktu.
Proses ini mencakup:
Monitoring rutin terhadap performa pembayaran mitra usaha.
Pendampingan lapangan untuk mendukung perkembangan usaha mikro.
Analisis data portofolio secara berkala.
Identifikasi dini terhadap potensi risiko investasi yang dapat mempengaruhi kualitas pendanaan.
Pendekatan berbasis teknologi dan kehadiran tim lapangan memungkinkan Amartha untuk terus memantau kondisi portofolio secara aktif dan responsif.
Sebelum memperoleh akses pembiayaan, calon penerima dana melalui proses seleksi yang dirancang untuk memastikan kualitas portofolio tetap terjaga.
Tahapan yang dilakukan meliputi:
Penilaian berbasis credit scoring.
Evaluasi riwayat usaha dan kapasitas pembayaran.
Verifikasi lapangan oleh tim Amartha.
Analisis kelayakan usaha secara menyeluruh.
Melalui proses ini, hanya mitra yang memenuhi kriteria tertentu yang dapat memperoleh akses pendanaan dalam ekosistem Amartha.
Investor yang baik tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga memahami risiko yang menyertainya.
Dengan memahami bagaimana sistem tanggung renteng bekerja, bagaimana diversifikasi dilakukan, serta bagaimana portofolio di monitor, investor dapat membuat keputusan yang lebih sesuai dengan tujuan dan profil risikonya.
Transparansi mengenai risiko investasi dan potensi imbal hasil menjadi bagian penting dari investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Amartha Prosper menghubungkan investor dengan jutaan perempuan pengusaha mikro di berbagai pelosok Indonesia melalui pendekatan yang mengedepankan inklusi keuangan dan pengelolaan risiko yang disiplin.
Melalui seleksi yang ketat, diversifikasi portofolio, monitoring berkelanjutan, dan mekanisme imbal hasil berbasis kinerja, investor memiliki kesempatan untuk tidak hanya mengembangkan aset, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi akar rumput yang lebih inklusif.
Sebelum berinvestasi, pastikan Anda memahami tujuan keuangan, profil risiko, dan karakteristik setiap produk investasi agar dapat memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
Melalui hal ini, Amartha Prosper mengikuti panduan risiko investasi sesuai ketentuan OJK.
Risiko Pendanaan sesuai Ketentuan OJK
1. Penerima Dana dapat merupakan kelompok masyarakat yang termasuk kepada kategori underserved dan unbankable serta memiliki risiko yang tinggi.
2. Informasi Penilaian Kelayakan Pendanaan (credit scoring) Penerima Dana yang disediakan oleh Penyelenggara bukan merupakan bentuk saran, rekomendasi, maupun ajakan untuk melakukan Pendanaan sehingga Pendana bertanggung jawab atas keputusan Pendanaan kepada Penerima Dana.
3. Penerima Dana memiliki profil risiko yang berbeda dan Pendana bertanggung jawab untuk melakukan langkah Mitigasi Risiko yang diperlukan.
4. Pengembalian atas Pendanaan yang di salurkan dipengaruhi oleh berbagai faktor di luar kendali Penyelenggara, termasuk namun tidak terbatas pada perubahan kondisi ekonomi dan politik, perubahan dalam tingkat suku bunga, perubahan pada ketentuan peraturan perundang undangan, pandemi, bencana alam, dan aksi terorisme, yang dapat mengakibatkan kerugian dan kehilangan sebagian atau seluruh dana yang disalurkan kepada Penerima Dana.
Risko Umum
Risiko usaha mitra UMKM mencakup namun tidak terbatas pada naik turun keadaan usaha, keterlambatan bayar, hingga risiko force majeure. Risiko investasi meliputi risiko usaha yang dijalankan oleh peminjam, diantaranya tapi tidak terbatas pada:
1. Risiko terkait kondisi ekonomi makro Perubahan ekonomi, seperti inflasi atau kenaikan harga bahan pokok, dapat berdampak langsung pada daya beli konsumen sehingga mempengaruhi pendapatan usaha dari peminjam.
2. Risiko terkait kompetisi di daerah sekitar Persaingan dengan usaha serupa di lingkungan sekitar dapat mengurangi pendapatan, terutama karena konsumen sering memilih berdasarkan harga atau hubungan kedekatan.
3. Risiko terkait kebencanaan atau force majeure Bencana alam, seperti banjir atau pandemi, berkelompok dengan infrastruktur terbatas.
4. Risiko terkait fluktuasi permintaan musiman dapat menghambat operasional usaha, terutama usaha yang berbasis di rumah atau Beberapa usaha bergantung pada tren musiman. Penurunan permintaan di luar musim sering menyebabkan pendapatan tidak stabil.
5. Risiko terkait ketergantungan pada dukungan lingkungan sekitar Pelaku usaha sering bergantung pada pemasok lokal dan konsumen di lingkungan sekitar. Gangguan dalam dukungan ini dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha.
6. Risiko terkait keterbatasan pengetahuan market Peminjam di segmen akar rumput sering menghadapi kesulitan dalam memahami tren pasar atau memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pendapatan.
7. Risiko terkait keterbatasan infrastruktur di daerah sekitar Akses terbatas ke transportasi dan fasilitas publik, atau layanan digital dapat memperlambat operasional dan mempengaruhi akses ke konsumen atau pemasok.
8. Risiko terkait keberlanjutan usaha rekanan pendanaan Terkait risiko operasional, likuiditas dan keberlangsungan usaha rekanan pendanaan yang berpengaruh kepada kinerja di masa yang akan datang
Sebagaimana instrumen investasi lainnya, investasi di Amartha Prosper tetap memiliki risiko. Namun, melalui kombinasi sistem tanggung renteng, diversifikasi portofolio, proses seleksi yang ketat, serta monitoring berkelanjutan, Amartha berupaya mengelola risiko investasi tersebut secara disiplin dan terukur.
Pendekatan inilah yang menjadi dasar dalam mendukung keberlanjutan portofolio sekaligus memberikan kesempatan bagi investor untuk memperoleh imbal hasil berbasis kinerja sambil menciptakan dampak sosial yang nyata bagi jutaan pelaku usaha mikro di Indonesia.