Sejarah Singkat Sepak Bola di Indonesia. Simak Di sini!
07 Jul 2023 • 6 min read

Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang memiliki tempat kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pertandingan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari budaya, komunitas, industri olahraga, hingga aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Sepak bola memang memiliki sejarah yang begitu panjang di dalam peradaban manusia, termasuk budaya serta gaya hidup, tidak terkecuali negara Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang begitu menggemari sepak bola. Lebih-lebih jika terdapat perhelatan internasional yang melibatkan pemain Tim Nasional Indonesia.
Sejarah Singkat Sepak Bola
Sepak bola dimulai dari tahun 1914, pada masa tersebut, Indonesia masih dijajah Belanda. Kompetisi antar kota dilakukan serta hanya dijuarai dua tim, yaitu Soerabaja City serta Batavia City. Sejarah sepak bola dimulai tahun 1930, tepatnya pada 19 April.
Pada masa tersebut PSSI atau Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia terbentuk. Persatuan tersebut terbentuk di Yogyakarta serta diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Dapat dikatakan PSSI lahir disebabkan karena kepentingan politik bangsa, menentang penjajahan serta strategi untuk memupuk benih nasionalisme di hati pemuda Indonesia dengan menggunakan olahraga sepak bola.
Kemudian, sesudah Soeratin Sosrosoegondo wafat, Tim Nasional Indonesia tidak banyak mencetak prestasi. Hal ini disebabkan karena pembinaan yang tidak beriringan dengan pengembangan organisasi serta kompetisi.
Sebelum tahun 1970-an, pemain sepak bola bahkan bersaing dalam kompetisi internasional seperti Ramang, Tan Liong Houw, Ronny Pattinasarany, serta Sucipto Suntoro. Dengan berjalannya waktu, PSSI akhirnya memperluas kompetisi dalam negeri, seperti dengan penyelenggaraan LSI atau Liga Super Indonesia.
Kemudian mengadakan sejumlah kompetisi sepak bola kelompok dengan usia tertentu serta kompetisi sepakbola wanita. Sayangnya, sejarah sepak bola Indonesia ini belum bisa mengubah prestasi sepak bola di Indonesia menjadi lebih baik lagi.
Tetapi, tidak ada kata terlambat untuk kita sebagai generasi penerus agar dapat menyelamatkan serta meraih tempat di dunia internasional.
Berdirinya PSSI pada 1930
Tonggak penting dalam sejarah sepak bola Indonesia terjadi pada 19 April 1930, ketika Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia atau PSSI didirikan di Yogyakarta.
Organisasi tersebut dipimpin oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo dan dibentuk melalui pertemuan sejumlah perkumpulan sepak bola pribumi. Berdirinya PSSI tidak hanya menjadi perkembangan dalam bidang olahraga, tetapi juga berkaitan dengan semangat kebangsaan pada masa kolonial.
PSSI kemudian menjadi organisasi yang menaungi perkembangan sepak bola nasional dan berperan dalam pembinaan kompetisi serta tim nasional Indonesia.
Perjalanan Sepak Bola Indonesia pada Masa Kolonial
Sebelum Indonesia merdeka, sepak bola sudah memiliki kompetisi dan organisasi yang cukup berkembang. Namun, terdapat lebih dari satu organisasi yang menaungi sepak bola pada masa Hindia Belanda.
Pada 1930, PSSI hadir sebagai organisasi sepak bola yang dibentuk oleh perkumpulan-perkumpulan pribumi. Sementara itu, NIVB dan kemudian NIVU menjadi organisasi yang mewakili struktur sepak bola Hindia Belanda.
Perbedaan organisasi tersebut juga berpengaruh terhadap representasi sepak bola Indonesia di tingkat internasional pada masa itu.
Indonesia di Piala Dunia 1938
Salah satu fakta menarik dalam sejarah sepak bola Indonesia adalah keikutsertaan Hindia Belanda dalam Piala Dunia 1938 di Prancis.
Pada saat itu, Indonesia belum menjadi negara merdeka sehingga tim yang berpartisipasi menggunakan nama Hindia Belanda. Keikutsertaan tersebut menjadikan wilayah yang kini menjadi Indonesia sebagai salah satu peserta awal Piala Dunia.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dari sejarah sepak bola di Indonesia, meskipun struktur sepak bola pada masa itu berbeda dengan organisasi dan tim nasional Indonesia saat ini.
Jumlah Pemain Dalam Permainan Sepak Bola
Kamu tentu mengetahui bila pemain sepak bola terdiri 11 orang, selain itu bentuk formasinya ditentukan oleh tim masing-masing. Tetapi, dari sejarah singkat sepak bola dimulai hingga sekarang, umumnya formasi dari tim sepak bola adalah satu orang penjaga gawang kemudian 2-4 sebagai pemain bertahan, 2-4 pemain tengah serta 1-3 orang penyerang.
Penjaga gawang menjadi pemain yang boleh memegang bola agar bisa melindungi gawang dari serangan tim lawan. Umumnya, penjaga gawang menggunakan seragam berbeda dari pemain. Sedangkan pemain bertahan memiliki tugas menjaga pertahanan dari tim lawan.
Pemain tengah kemudian dibagi lagi dengan pemain yang bermain bersama penyerang. Sesuai namanya, pemain penyerang ini mempunyai tugas mencetak gol di gawang lawan.
Perkembangan Sepak Bola Setelah Indonesia Merdeka
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, sepak bola terus berkembang sebagai olahraga nasional.
PSSI kemudian semakin memperkuat perannya dalam mengelola sepak bola nasional. Pada 1952, PSSI menjadi anggota FIFA, yang memperkuat posisi Indonesia dalam organisasi sepak bola internasional.
Kompetisi domestik juga terus berkembang. Salah satu kompetisi yang memiliki sejarah panjang adalah Perserikatan, yang mempertemukan berbagai klub daerah.
Seiring perkembangan sepak bola profesional, jalur Perserikatan dan Galatama kemudian digabungkan dan melahirkan Liga Indonesia pada 1994. Kompetisi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan sistem liga sepak bola profesional di Indonesia.
Baca Juga: Deretan Artis Yang Punya Klub Bola, Siapa Saja?
Peraturan Sepak Bola
Berikut sejumlah peraturan dalam permainan bola, antara lain:
1. Lama Permainan
Umumnya, pertandingan sepak bola memiliki durasi 2x45 menit serta durasi istirahat 15 menit pada kedua babak.
2. Kartu Kuning
Sebenarnya, kartu kuning merupakan peringatan saat pemain melakukan sejumlah tindakan yang tidak sesuai dengan aturan.
3. Kartu Merah
Kartu merah dapat diberikan kepada pemain karena pelanggaran serius atau akumulasi kartu kuning. Pemain yang menerima kartu merah harus meninggalkan pertandingan
4. Tendangan Bebas
Tendangan bebas diberikan setelah terjadi pelanggaran tertentu. Tendangan bebas dapat berupa tendangan langsung maupun tidak langsung, sesuai jenis pelanggaran dan situasinya.
Perjalanan panjang sepak bola Indonesia menunjukkan bahwa olahraga ini telah berkembang jauh melampaui pertandingan di lapangan.
Sebuah pertandingan melibatkan banyak pihak. Selain pemain dan klub, ada pelatih, ofisial, wasit, penyelenggara, sponsor, broadcaster, media, suporter, hingga pelaku usaha di sekitar lokasi pertandingan.
Ekosistem tersebut membuat kegiatan olahraga dapat menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Kementerian Pemuda dan Olahraga, misalnya, menyebut bahwa kegiatan olahraga dapat membuka peluang bagi UMKM, kuliner, transportasi, pariwisata, hingga berbagai sektor pendukung lainnya. Pada penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026, Kemenpora juga menyoroti keterlibatan UMKM yang berjualan di sekitar kegiatan sepak bola.
Artinya, ketika sebuah pertandingan berlangsung dan masyarakat berkumpul, terdapat aktivitas ekonomi yang ikut bergerak.
Bagaimana Sepak Bola Bisa Menggerakkan Ekonomi Lokal?
Hubungan antara sepak bola dan ekonomi dapat terlihat dalam berbagai aktivitas sederhana.
Misalnya, ketika ada pertandingan atau acara nonton bareng, masyarakat membutuhkan makanan dan minuman. Pedagang lokal dapat memperoleh kesempatan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Di sekitar stadion atau lokasi pertandingan, aktivitas ekonomi juga dapat melibatkan:
- Pedagang makanan dan minuman
- Penjual merchandise
- Usaha transportasi
- Fotografer dan jasa kreatif
- Penginapan dan akomodasi
- Usaha kecil di sekitar venue
- Produk lokal dan kerajinan
Kemenpora juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan dampak terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM di daerah penyelenggara. Karena itu, sepak bola dapat dilihat sebagai bagian dari ekosistem yang mempertemukan olahraga, komunitas, hiburan, dan aktivitas ekonomi.
Di balik sebuah pertandingan sepak bola memang ternyata terdapat ekosistem yang lebih luas, mulai dari komunitas, industri kreatif, sponsor, media, hingga pelaku UMKM yang ikut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Pada akhirnya, pertumbuhan sebuah ekosistem membutuhkan banyak pihak yang saling mendukung. Prinsip serupa juga dapat ditemukan dalam ekonomi akar rumput, ketika akses terhadap modal dan layanan keuangan dapat menjadi salah satu bagian dari perjalanan pertumbuhan usaha mikro.
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai investasi yang terhubung dengan pertumbuhan UMKM, Amartha Prosper dapat menjadi salah satu pilihan yang dipelajari sesuai tujuan finansial dan profil risiko masing-masing.
Tags










