Loading...
Loading...
06 Sep 2026 • 4 min read

Cicilan rumah bisa berubah setelah masa bunga promo berakhir. Perubahan ini terjadi karena bank dapat memakai bunga floating, yaitu suku bunga yang mengikuti kondisi pasar dan kebijakan bank. Karena itu, calon debitur perlu membaca skema kredit sejak awal agar kenaikan angsuran tidak mengganggu keuangan bulanan.
Bunga floating KPR umumnya berlaku setelah periode bunga fixed selesai. Besaran cicilan kemudian dapat naik, turun, atau tetap, bergantung pada suku bunga yang ditetapkan bank.
Bunga floating KPR adalah bunga pinjaman rumah yang nilainya dapat berubah selama tenor kredit berjalan. Bank biasanya mencantumkan skema ini dalam perjanjian kredit, terutama setelah masa bunga tetap berakhir. Debitur perlu memahami bahwa perubahan bunga dapat memengaruhi jumlah angsuran atau lama pelunasan kredit.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Peraturan OJK Nomor 37 Tahun 2019 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank, bank wajib mempublikasikan suku bunga dasar kredit sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Bunga fixed atau bunga tetap memiliki angka yang sama dalam periode tertentu, misalnya satu, tiga, atau lima tahun pertama. Sementara itu, bunga floating dapat berubah sesuai evaluasi bank setelah masa fixed selesai.
Misalnya, KPR menawarkan bunga fixed lima tahun. Pada tahun keenam, bunga kredit dapat mengikuti ketentuan floating yang berlaku saat itu. Karena itu, cicilan pada tahun keenam belum tentu sama dengan cicilan di tahun pertama.
Bank tidak menetapkan bunga floating secara acak. Beberapa faktor yang diperhitungkan meliputi biaya dana, biaya operasional, margin keuntungan, serta tingkat risiko debitur.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Peraturan OJK Nomor 37 Tahun 2019, suku bunga dasar kredit terdiri atas harga pokok dana untuk kredit, biaya overhead, dan margin keuntungan. Premi risiko ditentukan berdasarkan penilaian bank terhadap masing-masing debitur.
Skema bunga floating biasanya mulai berlaku setelah bunga promo atau bunga tetap berakhir. Bank akan memberi informasi mengenai perubahan bunga sesuai ketentuan dalam perjanjian kredit. Meski begitu, debitur tetap perlu memantau tagihan dan pemberitahuan dari bank secara rutin.
Perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia dapat ikut memengaruhi biaya dana perbankan. Namun, kenaikan atau penurunan BI Rate tidak selalu membuat bunga KPR berubah dalam waktu yang sama karena setiap bank memiliki kebijakan kredit sendiri.
Saat bunga floating naik, bank dapat menaikkan nominal cicilan bulanan. Pilihan lainnya, bank mempertahankan angsuran tetapi memperpanjang masa kredit sesuai ketentuan yang disepakati.
Sebaliknya, bunga yang turun berpeluang membuat angsuran lebih ringan atau mempercepat pelunasan. Tanyakan mekanisme yang digunakan bank karena kebijakan setiap produk KPR bisa berbeda.
Jangan hanya melihat cicilan murah pada tahun-tahun awal. Minta simulasi angsuran setelah bunga fixed berakhir, termasuk perkiraan apabila bunga meningkat beberapa persen.
Menurut Bank Indonesia dalam Laporan Kebijakan Moneter, perubahan suku bunga kebijakan digunakan untuk memengaruhi kondisi moneter dan perekonomian. Situasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bank dalam meninjau bunga kredit.
Bunga floating KPR tetap dapat dikelola dengan perencanaan yang realistis. Kuncinya adalah menghitung kemampuan bayar berdasarkan kemungkinan cicilan tertinggi, bukan hanya cicilan promo. Langkah ini membantu debitur menjaga pembayaran tetap lancar saat bunga berubah.
Sebelum menandatangani akad, baca seluruh ketentuan mengenai periode fixed, bunga floating, denda, serta opsi pelunasan dipercepat. Jangan ragu meminta petugas bank menjelaskan istilah yang belum dipahami.
Alokasikan dana cadangan khusus untuk menghadapi kenaikan cicilan. Dana ini berbeda dari dana darurat, sehingga kebutuhan mendadak seperti kesehatan atau kehilangan pekerjaan tidak langsung mengganggu pembayaran KPR.
Bandingkan masa bunga fixed, bunga floating, biaya provisi, asuransi, dan penalti antarbank. Bunga promo yang rendah belum tentu menghasilkan biaya kredit paling ringan bila masa fixed sangat singkat atau bunga floatingnya lebih tinggi.
Memahami bunga floating KPR sejak awal membantu calon pembeli rumah memilih tenor dan cicilan yang lebih aman bagi kondisi keuangannya.