Tujuan Keuangan: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Mencapainya
06 Nov 2024 • 11 min read

Punya keinginan membeli rumah, menyiapkan dana pendidikan anak, atau menikmati masa pensiun dengan lebih tenang? Semua itu bisa dimulai dengan menetapkan tujuan keuangan.
Tujuan keuangan adalah target finansial yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu melalui perencanaan dan pengelolaan uang. Tujuan ini membantu kamu menentukan berapa dana yang dibutuhkan, kapan dana tersebut harus tersedia, dan langkah apa yang perlu dilakukan untuk mencapainya.
Dengan tujuan keuangan yang jelas, kamu bisa mengatur pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, dan mempertimbangkan investasi sesuai kebutuhan.
Lalu, apa saja contoh tujuan keuangan? Bagaimana cara menentukannya dan menyusun strategi untuk mencapainya? Simak panduan berikut!
Apa Itu Tujuan Keuangan?
Tujuan keuangan adalah target atau rencana keuangan yang ingin kamu capai, baik jangka pendek, menengah, atau panjang. Untuk kamu yang masih pelajar atau freelancer, tujuan ini bisa dimulai dari menabung untuk dana darurat, investasi untuk tambahan pemasukan, atau bahkan mempersiapkan dana pendidikan.
Memiliki tujuan keuangan yang jelas, akan membuat kamu lebih memiliki gambaran yang jelas dan konkret tentang kemana uang kamu digunakan dan bagaimana cara mencapai stabilitas finansial.
Apa Saja Jenis Tujuan Keuangan Berdasarkan Jangka Waktu?
Tujuan keuangan umumnya dapat dikelompokkan berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang.
Pembagian ini bersifat panduan umum. Kamu dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi finansial pribadi.
1. Tujuan keuangan jangka pendek
Tujuan keuangan jangka pendek adalah target yang ingin dicapai dalam waktu relatif dekat, umumnya hingga satu tahun.
Contohnya:
- Menyiapkan dana liburan.
- Membeli laptop untuk kebutuhan kerja.
- Melunasi tagihan atau utang tertentu.
- Mengumpulkan dana untuk kebutuhan tahunan.
Untuk target jangka pendek, pertimbangkan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan pencairan dana dan tingkat risiko yang dapat diterima.
2. Tujuan keuangan jangka menengah
Tujuan keuangan jangka menengah adalah target yang membutuhkan waktu beberapa tahun untuk dicapai, misalnya sekitar satu hingga lima tahun.
Contohnya:
- Mengumpulkan uang muka rumah.
- Menyiapkan biaya pernikahan.
- Membeli kendaraan.
- Mempersiapkan dana pendidikan dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam menentukan strategi, perhatikan estimasi waktu penggunaan dana, kebutuhan likuiditas, dan kemungkinan perubahan nilai target.
3. Tujuan keuangan jangka panjang
Tujuan keuangan jangka panjang adalah target yang membutuhkan waktu lebih dari lima tahun atau sesuai periode yang direncanakan.
Contohnya:
- Menyiapkan dana pensiun.
- Membangun aset untuk masa depan.
- Menyiapkan biaya pendidikan anak yang masih kecil.
- Merencanakan pembelian properti di masa mendatang.
Untuk tujuan jangka panjang, kamu dapat mempertimbangkan kombinasi tabungan dan instrumen investasi sesuai profil risiko serta jangka waktu.
Perlu diingat, jangka waktu panjang tidak otomatis membuat suatu instrumen menjadi aman atau menguntungkan.
Manfaat Tujuan Keuangan
Menentukan tujuan finansial bukan hanya membuat "gaya-gayaan" atau terkesan serius soal uang lho!. Sebenarnya banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapatkan, di antaranya:
1. Lebih Mudah Mengatur Prioritas
Dengan tujuan finansial, kamu bisa lebih mudah memutuskan kapan harus menabung dan kapan bisa menggunakan uang untuk hal lain. Misalnya, menabung untuk dana darurat yang menjadi prioritas utama, sehingga kamu tidak mudah berpikir untuk melakukan pengeluaran impulsif.
2. Membantu Perencanaan Keuangan yang Lebih Baik
Jika kamu mempunyai tujuan keuangan yang jelas, maka kamu bisa menyusun rencana masa depan dengan lebih terarah, terutama untuk tujuan yang membutuhkan waktu lama. Untuk membantu perencanaan keuangan yang baik, kamu bisa mulai dengan memisahkan sejumlah penghasilan setiap bulan untuk mencapai target jangka panjang.
3. Dorongan untuk Berinvestasi
Memiliki target finansial juga bisa menjadi motivasi untuk berinvestasi sejak dini. Tujuan utama investasi adalah untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari modal yang telah diinvestasikan di awal. Misalnya, jika kamu punya target mengumpulkan uang dalam jumlah tertentu dalam beberapa tahun, maka investasi bisa membantu uang kamu berkembang lebih cepat. Potensi keuntungan yang dapat kamu peroleh yaitu memperoleh pendapatan pasif, mengantisipasi inflasi, meningkatkan nilai aset, dan lain-lain.
4. Mengurangi Stres Finansial
Dengan memiliki tujuan keuangan yang jelas tidak hanya membantu kamu mengumpulkan uang lebih banyak, tetapi juga bisa membuat kamu lebih tenang soal keuangan masa depan. Ambil contoh ketika kamu berinvestasi untuk tabungan pendidikan atau dana darurat, maka tabungan tersebut bisa menjadi bantuan ketika berada di masa-masa sulit finansial.
Cara Menentukan Tujuan Keuangan dan Contohnya
Menentukan tujuan finansial sebenarnya tidak sulit. Berikut langkah-langkah simpel yang bisa kamu coba:
1. Kenali Kebutuhan dan Keinginan
Pertama, tulislah hal-hal yang benar-benar menjadi kebutuhan kamu. Misalnya, jika kamu seorang mahasiswa mungkin akan memerlukan tabungan pendidikan ataupun dana darurat. Jika kamu seorang freelancer, maka investasi untuk membeli laptop atau tab menjadi suatu kebutuhan untuk menunjang pekerjaan.
2. Gunakan Metode SMART
Metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) bisa membantu kamu membuat tujuan yang realistis. Seperti, “Saya ingin punya dana darurat sebesar 3 bulan pengeluaran dalam setahun.”
3. Pisahkan Berdasarkan Jangka Waktu
Bagi tujuan keuangan kamu berdasarkan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Dengan begitu, kamu bisa fokus mengatur strategi masing-masing. Untuk jangka pendek, sebaiknya simpan uang kamu di instrumen likuid. Tetapi, Untuk jangka panjang, pilihlah investasi seperti saham atau properti.
4. Tentukan Nominal yang Diperlukan
Setelah mengetahui apa saja yang ingin kamu capai, hitung berapa banyak uang yang kamu butuhkan. Contohnya, jika target kamu adalah menabung untuk pendidikan, maka cari tahu biaya kuliah atau kursus yang dapat menunjang pendidikan kamu.
5. Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial
Hindari menetapkan tujuan keuangan yang tidak sesuai dengan kemampuan kamu. Sesuaikanlah target dengan penghasilan dan biaya hidup kamu. Dengan demikian, kamu tidak akan mudah terdistraksi ketika menabung.
6. Evaluasi Tujuan Secara Berkala
Jangan lupa untuk mengevaluasi target keuangan secara berkala, misalnya enam bulan sekali. Ini penting dilakukan untuk memastikan kamu tetap fokus pada target keuangan yang ingin dicapai.
Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh tujuan keuangan yang mungkin relevan untuk kamu:
Contoh Tujuan Keuangan
1. Dana Darurat
Jika kamu seorang freelancer dengan penghasilan yang tidak tetap, dana darurat sangat penting untuk dipersiapkan. Kamu bisa menargetkan dengan 3-6 bulan pengeluaran perbulan. Simpan dana ini di instrumen yang mudah dicairkan, untuk mengantisipasi jika kamu membutuhkan dana tersebut secepatnya.
2. Dana Pendidikan
Untuk pelajar atau mahasiswa, dana pendidikan merupakan hal penting yang harus dipersiapkan. Tujuan keuangan ini nantinya bisa digunakan untuk kamu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kamu bisa mulai berinvestasi agar uang kamu bisa berkembang lebih cepat dibandingkan tabungan biasa.
4. Dana Pensiun
Meski masih muda, mempersiapkan dana pensiun sejak dini bukanlah hal yang salah. Tujuannya adalah untuk membantu kamu mempersiapkan masa depan secara lebih optimal, sehingga menghindari kesulitan finansial yang tidak terduga nantinya. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya juga kamu mulai berinvestasi kecil-kecilan.
Strategi Mencapai Tujuan Keuangan
Menentukan target saja belum cukup. Kamu juga perlu menyusun strategi yang dapat dijalankan secara konsisten.
1. Buat anggaran bulanan
Catat pendapatan dan pengeluaran agar kamu mengetahui berapa dana yang tersedia untuk mencapai tujuan finansial.
Pisahkan kebutuhan pokok, kewajiban, tabungan, investasi, dan pengeluaran lainnya.
2. Sisihkan dana secara rutin
Kamu bisa menentukan nominal yang akan disisihkan setiap kali menerima penghasilan.
Jika memungkinkan, alokasikan dana untuk tujuan keuangan sejak awal agar tidak hanya mengandalkan sisa uang di akhir bulan.
3. Bangun dana darurat
Dana darurat dapat membantu menghadapi pengeluaran tidak terduga tanpa harus mengganggu dana yang sudah dialokasikan untuk tujuan lain.
Besarnya dana darurat perlu disesuaikan dengan pengeluaran rutin, kestabilan pendapatan, dan tanggungan.
4. Sesuaikan instrumen dengan jangka waktu
Jangan memilih instrumen hanya berdasarkan potensi imbal hasil.
Pertimbangkan kapan dana akan digunakan, seberapa mudah dana dicairkan, biaya yang berlaku, dan risiko kerugian.
5. Evaluasi rencana secara berkala
Periksa perkembangan target dan sesuaikan rencana ketika terjadi perubahan pendapatan, kebutuhan, atau kondisi finansial.
Jika target semakin sulit dicapai, kamu dapat mengubah nominal setoran, jangka waktu, atau prioritas.
Bagaimana Memilih Instrumen Keuangan Sesuai Tujuan?
Instrumen keuangan sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan dan karakteristik tujuan yang ingin dicapai.
Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan.
Tabungan
Tabungan dapat digunakan untuk menyimpan dana yang perlu diakses dengan relatif mudah, misalnya untuk kebutuhan rutin atau sebagian dana darurat.
Perhatikan ketentuan rekening, biaya, dan tingkat bunga yang berlaku.
Deposito
Deposito dapat dipertimbangkan untuk dana dengan jangka waktu tertentu. Pastikan tenor dan ketentuan pencairannya sesuai dengan kebutuhan.
Periksa juga ketentuan bunga, pajak, dan syarat penjaminan yang berlaku.
Instrumen investasi
Investasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk tujuan finansial yang sesuai dengan karakteristik instrumen dan profil risiko investor.
Setiap instrumen memiliki risiko, potensi imbal hasil, dan tingkat likuiditas yang berbeda. Karena itu, tidak semua investasi cocok untuk setiap tujuan keuangan.
Untuk dana yang harus tersedia dalam waktu dekat, prioritaskan kecocokan jangka waktu dan kebutuhan likuiditas dibandingkan mengejar potensi imbal hasil yang tinggi.
Mengenal Amartha Prosper untuk Tujuan Keuangan Anda
Jika kamu sedang menyusun tujuan keuangan jangka menengah atau panjang, investasi dapat menjadi salah satu opsi yang dipelajari sebagai bagian dari strategi pengembangan aset.
Salah satu pilihan yang dapat kamu pilih adalah Amartha Prosper, platform investasi yang menghubungkan pertumbuhan portofolio dengan pendanaan usaha mikro di Indonesia.
Melalui Amartha Prosper, kamu dapat mempelajari berbagai profil investasi yang memiliki karakteristik berbeda, seperti Balanced, Progressive, dan Dynamic.
Setiap profil memiliki ketentuan, karakteristik risiko, serta mekanisme investasi yang perlu dipahami sebelum memilih.
Bagaimana Amartha Prosper dapat menjadi bagian dari tujuan keuangan?
1. Menjadi salah satu pilihan dalam strategi portofolio
Kamu dapat mempelajari karakteristik produk dan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan tujuan keuangan, jangka waktu, serta toleransi risiko.
2. Mendukung diversifikasi
Diversifikasi dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan portofolio. Namun, diversifikasi tidak menjamin keuntungan atau menghilangkan risiko kerugian.
3. Menghubungkan investasi dengan dampak sosial
Melalui ekosistem pendanaan Amartha, investasi turut berkaitan dengan dukungan terhadap pelaku usaha mikro dan pertumbuhan ekonomi akar rumput.
Ingin mengenal pilihan investasi berdampak? Pelajari profil dan ketentuan Amartha Prosper untuk mengetahui apakah karakteristiknya sesuai dengan rencana keuangan yang sedang kamu susun.
Tujuan keuangan membantu kamu menentukan apa yang ingin dicapai, berapa dana yang dibutuhkan, dan kapan target tersebut harus terpenuhi, dengan menetapkan prioritas, menyusun anggaran, menghitung kebutuhan dana, serta mengevaluasi perkembangan secara berkala, kamu dapat membangun rencana finansial yang lebih terarah.
Tidak ada satu strategi yang cocok untuk semua orang. Pilih langkah dan instrumen keuangan berdasarkan kondisi finansial, kebutuhan, jangka waktu, serta toleransi risiko.
Jika kamu ingin mempelajari pilihan investasi yang juga mendukung pertumbuhan ekonomi akar rumput, kenali Amartha Prosper dan pahami karakteristik produknya sebelum memutuskan.
*Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi atau nasihat investasi. Setiap instrumen investasi memiliki risiko. Pahami karakteristik produk, biaya, dan risiko sebelum mengambil keputusan.
*last edited September 2026
Tags










