Keuangan & Gaya Hidup

Cara Memulai Investasi Pemula Secara Bertahap

27 Oct 2026 • 5 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Cara Memulai Investasi Pemula Secara Bertahap

Uang yang hanya disimpan di rekening bisa tergerus kenaikan harga barang dari waktu ke waktu. Karena itu, banyak orang mulai mencari cara untuk mengembangkan dana melalui instrumen investasi. Investasi pemula dapat dimulai dengan nominal kecil, asalkan tujuan dan risikonya dipahami sejak awal.

Apa Itu Investasi untuk Pemula

Investasi adalah kegiatan menempatkan dana pada aset tertentu dengan harapan memperoleh hasil pada masa depan. Hasilnya dapat berupa kenaikan nilai aset, bunga, dividen, atau bagi hasil.

Menurut Eduardus Tandelilin dalam buku Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain saat ini untuk memperoleh keuntungan pada masa mendatang.

Pemula tidak perlu mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat. Fokus utama adalah membangun kebiasaan mengatur uang dan memilih produk yang sesuai kemampuan.

Tujuan dan manfaat investasi

Investasi dapat membantu menyiapkan dana pendidikan, uang muka rumah, dana pensiun, atau tujuan keuangan lain. Jangka waktu tujuan akan memengaruhi pilihan produk yang digunakan.

Contohnya, dana yang akan dipakai dalam satu tahun sebaiknya ditempatkan pada instrumen dengan risiko lebih rendah. Dana untuk tujuan lima tahun atau lebih dapat dipertimbangkan untuk instrumen yang nilainya lebih berfluktuasi.

Perbedaan tabungan dan investasi

Tabungan cocok untuk kebutuhan harian serta dana darurat karena mudah dicairkan. Nilainya relatif stabil, tetapi pertumbuhannya biasanya terbatas.

Investasi memiliki peluang hasil yang lebih tinggi, namun nilainya dapat naik dan turun. Oleh karena itu, dana darurat dan kebutuhan rutin sebaiknya tidak dipakai untuk berinvestasi.

Jenis Investasi yang Cocok untuk Pemula

Setiap instrumen punya tingkat risiko, potensi hasil, dan jangka waktu yang berbeda. Risiko adalah kemungkinan nilai investasi turun atau hasilnya tidak sesuai harapan.

Pemula sebaiknya mengenali karakter produk sebelum menaruh dana. Jangan memilih instrumen hanya karena sedang ramai dibicarakan di media sosial.

Otoritas Jasa Keuangan melalui Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021 sampai 2025 menekankan pentingnya pemahaman produk keuangan sebelum masyarakat mengambil keputusan.

Reksadana dan deposito

Reksadana menghimpun dana dari banyak investor untuk dikelola oleh manajer investasi. Reksadana pasar uang umumnya dipilih pemula karena berisi instrumen jangka pendek dan pergerakan nilainya cenderung lebih stabil.

Deposito menawarkan bunga dengan jangka waktu tertentu. Produk ini cocok bagi orang yang ingin menyimpan dana dengan risiko rendah, meski pencairan sebelum jatuh tempo dapat dikenai ketentuan bank.

Emas dan saham

Emas sering dipilih untuk tujuan jangka panjang karena mudah dipahami dan dapat dibeli secara bertahap. Namun, harga emas juga bergerak mengikuti kondisi pasar.

Saham adalah bukti kepemilikan pada perusahaan terbuka. Potensi hasilnya lebih besar, tetapi pergerakan harganya juga lebih tajam sehingga pemula perlu mempelajarinya dengan lebih serius.

Cara Memulai Investasi Pemula

Memulai investasi tidak harus menunggu penghasilan besar. Langkah awal yang rapi justru membantu pemula menghindari keputusan impulsif.

Tentukan tujuan yang jelas, misalnya dana liburan tiga tahun lagi atau dana pendidikan anak. Setelah itu, sesuaikan nominal investasi dengan kondisi keuangan bulanan.

Pastikan platform dan produk yang dipilih berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang. OJK mengatur perlindungan konsumen sektor jasa keuangan melalui POJK Nomor 3 Tahun 2023.

Siapkan kondisi keuangan

  1. Catat pemasukan dan pengeluaran rutin setiap bulan.
  2. Siapkan dana darurat terlebih dahulu.
  3. Tentukan tujuan serta jangka waktu investasi.
  4. Mulai dari nominal yang sanggup disisihkan secara rutin.
  5. Pilih produk sesuai profil risiko pribadi.

Profil risiko menggambarkan kesiapan seseorang menghadapi perubahan nilai investasi. Orang yang mudah panik saat nilai turun sebaiknya memilih instrumen yang lebih stabil.

Pilih platform secara teliti

Periksa legalitas perusahaan melalui situs OJK atau Bursa Efek Indonesia sebelum membuka akun. Hindari pihak yang menjanjikan keuntungan pasti, apalagi meminta transfer dana ke rekening pribadi.

Simpan bukti transaksi dan pahami biaya yang dikenakan. Biaya pembelian, penjualan, atau pengelolaan dapat memengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang.

Tips Mengelola Risiko Investasi

Nilai investasi dapat berubah karena kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, dan sentimen pasar. Perubahan tersebut wajar, terutama pada saham dan reksadana saham.

Strategi yang sederhana sering kali lebih mudah dijalankan pemula. Kuncinya adalah disiplin, tidak terburu-buru, dan tetap memakai dana yang memang dialokasikan untuk investasi.

Investasi pemula akan lebih terarah ketika keputusan dibuat berdasarkan tujuan, bukan rasa takut ketinggalan tren.

Bagikan dana ke beberapa instrumen

Diversifikasi berarti membagi dana ke beberapa jenis aset untuk mengurangi risiko terkonsentrasi pada satu produk. Misalnya, seseorang dapat menggabungkan reksadana pasar uang untuk tujuan dekat dan saham untuk tujuan jangka panjang.

Jangan membeli banyak produk sekaligus tanpa memahami fungsinya. Mulailah dari satu atau dua instrumen yang mudah dipantau.

Hindari kesalahan yang sering terjadi

Kesalahan umum pemula adalah memakai uang kebutuhan harian, mengikuti ajakan tanpa riset, dan menjual aset saat harga turun karena panik. Kebiasaan mengecek portofolio setiap hari juga dapat memicu keputusan emosional.

Pelajari informasi dari OJK, Bursa Efek Indonesia, dan perusahaan investasi berizin. Dengan langkah bertahap, investasi pemula dapat menjadi kebiasaan keuangan yang lebih sehat.