
Laba yang besar belum tentu menandakan kondisi bisnis sehat. Perusahaan juga perlu melihat seberapa efisien aset, modal, dan penjualannya menghasilkan keuntungan. Karena itu, profitabilitas adalah salah satu ukuran yang sering dipakai dalam analisis keuangan.
Informasi ini berguna bagi pemilik usaha, investor, kreditur, hingga manajemen perusahaan. Melalui angka profitabilitas, mereka dapat menilai hasil kerja bisnis dalam periode tertentu dan menentukan langkah berikutnya.
Profitabilitas Adalah Kemampuan Perusahaan Menghasilkan Laba
Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan memperoleh laba dari kegiatan usahanya. Pengukurannya tidak hanya melihat nominal keuntungan, melainkan juga membandingkannya dengan penjualan, aset, atau modal yang digunakan. Hasilnya membantu pembaca laporan keuangan memahami apakah bisnis berjalan efisien.
Pengertian Profitabilitas Menurut Ahli
Menurut Kasmir dalam buku Analisis Laporan Keuangan, rasio profitabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga menunjukkan tingkat efektivitas manajemen dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
Profitabilitas biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase. Semakin baik angkanya dibandingkan periode sebelumnya atau rata rata industrinya, semakin besar peluang perusahaan dinilai mampu mengelola sumber daya secara produktif.
Perbedaan Profitabilitas dan Profit
Profit atau laba adalah selisih antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan perusahaan. Sementara itu, profitabilitas menunjukkan perbandingan laba dengan dasar tertentu, misalnya total aset atau jumlah penjualan.
Contohnya, dua toko dapat sama sama memperoleh laba Rp10 juta. Toko yang menghasilkan laba tersebut dengan modal lebih kecil memiliki tingkat profitabilitas yang lebih baik karena memakai dananya dengan lebih efisien.
Rasio yang Dipakai untuk Menilai Profitabilitas
Analisis profitabilitas memakai beberapa rasio agar penilaian tidak terpaku pada satu angka. Setiap rasio memberi sudut pandang berbeda tentang kemampuan perusahaan mencetak laba. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan analisis dan jenis usaha.
Net Profit Margin
Net Profit Margin atau margin laba bersih menunjukkan besarnya laba bersih dari setiap rupiah penjualan. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan penjualan bersih, lalu dikalikan seratus persen.
Margin laba bersih membantu usaha melihat apakah biaya operasional, harga jual, dan beban lain masih terkendali. Angka yang menurun dapat menjadi tanda bahwa biaya naik lebih cepat daripada penjualan.
Return on Assets dan Return on Equity
Return on Assets atau ROA mengukur kemampuan aset perusahaan dalam menghasilkan laba. Aset mencakup sumber daya yang dipakai untuk beroperasi, seperti kas, persediaan, mesin, dan bangunan.
Return on Equity atau ROE mengukur laba bersih dibandingkan modal pemilik. Menurut Sofyan Syafri Harahap dalam buku Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, rasio keuangan dapat digunakan untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi perusahaan dari waktu ke waktu.
Faktor yang Memengaruhi Profitabilitas Perusahaan
Profitabilitas dapat berubah meski penjualan terlihat meningkat. Biaya produksi, utang, harga bahan baku, dan strategi operasional ikut memengaruhi laba yang akhirnya diperoleh. Oleh karena itu, perusahaan perlu membaca penyebab perubahan angka secara menyeluruh.
Penjualan dan Pengendalian Biaya
Peningkatan penjualan berpotensi menaikkan laba apabila biaya tetap terkontrol. Namun, diskon berlebihan, bahan baku yang mahal, atau biaya distribusi yang meningkat dapat membuat margin laba menyusut.
Usaha makanan rumahan, misalnya, perlu menghitung kenaikan harga minyak, kemasan, dan ongkos kirim sebelum menentukan harga jual. Penghitungan sederhana ini membantu pemilik usaha menjaga laba per produk.
Penggunaan Utang dan Modal
Utang dapat membantu perusahaan membeli aset atau menambah modal kerja. Namun, bunga pinjaman dan kewajiban pembayaran dapat menekan laba jika penggunaan dana tersebut tidak menghasilkan pendapatan yang cukup.
Menurut Mamduh M. Hanafi dalam buku Manajemen Keuangan, keputusan pendanaan berkaitan dengan cara perusahaan memperoleh dana untuk membiayai kegiatan bisnisnya. Manajemen perlu memilih sumber dana yang sesuai dengan kemampuan perusahaan membayar kembali kewajibannya.
Manfaat Analisis Profitabilitas bagi Pengambilan Keputusan
Analisis profitabilitas memberi dasar yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan bisnis. Data ini dapat dibandingkan dengan laporan periode sebelumnya agar perubahan kinerja terlihat. Hasilnya juga perlu dibaca bersama arus kas dan tingkat utang perusahaan.
Manfaat bagi Pemilik dan Manajemen
Pemilik usaha dapat memakai rasio profitabilitas untuk menetapkan harga, memangkas biaya, atau menambah kapasitas produksi. Manajemen juga dapat mengenali produk dan layanan yang memberi laba paling baik.
Menurut Irham Fahmi dalam buku Analisis Laporan Keuangan, laporan keuangan menyediakan informasi yang dapat dipakai pihak terkait untuk mengambil keputusan. Dengan demikian, profitabilitas adalah angka yang perlu dipantau rutin, bukan hanya saat bisnis mengalami penurunan laba.
Manfaat bagi Investor dan Kreditur
Investor menggunakan profitabilitas untuk melihat potensi imbal hasil dari modal yang ditanamkan. Kreditur dapat menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba sebagai salah satu pertimbangan sebelum memberikan pinjaman.
Angka tinggi tetap perlu diperiksa secara hati hati. Profitabilitas yang naik karena penjualan aset, misalnya, belum tentu mencerminkan kinerja operasional yang dapat bertahan dalam jangka panjang.











