Bisnis & UMKM

Modal Ternak Sapi dan Kambing: Rincian Biaya dan Cara Menghitungnya

07 Jul 2023 • 11 min read

Ditulis oleh Nerissa Arviana
Modal Ternak Sapi dan Kambing: Rincian Biaya dan Cara Menghitungnya

Usaha ternak sapi dan kambing menjadi salah satu pilihan bisnis yang dapat dikembangkan di daerah pedesaan maupun wilayah dengan akses terhadap lahan dan sumber pakan. Namun, sebelum membeli hewan ternak, calon peternak perlu menghitung kebutuhan modal secara menyeluruh.

Modal ternak sapi dan kambing terdiri dari harga bibit/bakalan, kandang, pakan, kesehatan, tenaga kerja, transportasi, dan biaya lain. Besarnya modal berbeda menurut jenis ternak, jumlah, lokasi, dan lama pemeliharaan.

Besarnya modal juga tidak bisa disamaratakan. Harga ternak dapat berbeda berdasarkan jenis, umur, bobot, kondisi kesehatan, lokasi, dan waktu pembelian. Karena itu, angka dalam simulasi berikut sebaiknya digunakan sebagai kerangka menghitung kebutuhan modal, bukan patokan harga pasar untuk semua daerah.

Lalu, berapa modal yang perlu disiapkan untuk memulai usaha ternak sapi atau kambing? Berikut penjelasannya.

Berapa Modal untuk Ternak Sapi dan Kambing?

Secara sederhana, kebutuhan modal usaha ternak dapat dibagi menjadi dua kelompok:

  1. Modal investasi awal, seperti pembelian ternak, pembangunan kandang, dan peralatan.
  2. Modal operasional, seperti pakan, obat, vitamin, tenaga kerja, air, listrik, dan transportasi.

Rumus sederhananya:

Total modal awal = harga ternak + kandang + peralatan + biaya persiapan

Sedangkan:

Modal operasional = pakan + kesehatan + tenaga kerja + utilitas + transportasi + biaya lain-lain

Karena harga ternak dan biaya operasional berbeda di setiap daerah, sebaiknya calon peternak membuat survei harga lokal sebelum menentukan jumlah ternak yang akan dibeli.

Investasi Awal dan Modal Usaha Ternak Sapi (Perkiraan)

  • Beli sapi untuk ternak (bibit atau pedet) berkisar harga antara Rp9 juta hingga Rp35 juta per ekor, tergantung pada jenis, usia, dan bobot tubuhnya : Jika harga Rp 10.000.000,- x 5 = Rp 50.000.000,-.

  • Sewa Tanah : Rp 4.000.000,- per tahun.

  • Membuat kandang : Rp 7.000.000,-.

  • Peralatan (tempat makan minum, pembersih, selang, timba, dan lainnya) : Rp 1.200.000.

Jumlah Rp 62.200.000.

Biaya Operasional (Perkiraan)

Biaya untuk penggemukan sapi atau perawatannya:

  • Makanan tambahan senilai Rp 15.000,- per hari, sebulan Rp 450.000.

  • Konsentrat Rp 100.000,- per hari, sebulan Rp 3.000.000.

  • Vaksin Rp 15.000,- per hari, sebulan Rp 450.000.

  • Vitamin sekitar Rp 20.000,- per hari. Sebulan Rp 600.000.

  • Obat sekitar Rp 20.000,- per hari. Sebulan Rp 600.000.

  • BBM, air, listrik, dan lainnya Rp 1.000.000.

  • Kawin dianggarkan Rp 150.000.

  • Biaya lain-lain Rp 300.000.

Jumlah Rp 6.550.000.

Total modalnya adalah Rp 62.200.000 + Rp 6.550.000,- = Rp 68.750.000.

Perkiraan Pendapatan Ternak Sapi

Pada umumnya, sapi bisa dikembangkan selama sekitar 6 sampai 12 bulan. Bisa juga memakan waktu sekitar 3 tahun jika memang bibit yang diambil masih kecil. Harga jual per ekor bervariasi mulai dari Rp20juta hingga di atas Rp30 juta tergantung bobot dan jenisnya

Dengan perkiraan sapi siap jual setelah 6 bulan, maka pendapatannya adalah:

  • Misalnya satu ekor sapi dihargai Rp 25.000.000,-, dikali 5 = Rp 125.000.000.

  • Kotoran sapinya 20 kg per hari x 30 x 5 ekor = 3.000 kg.

  • Dengan estimasi harga per kg kotorannya adalah Rp 1.500,-, maka kotorannya akan mendapatkan uang sebesar 3.000 x Rp 1.500,- = Rp 4.500.000.

  • Dengan demikian, total pendapatannya adalah Rp 129.500.000.

  • Keuntungannya adalah Rp 129.500.000,- – Rp 68.750.000,- = Rp 60.750.000,- per 6 bulan.

Estimasi pendapatan di atas, hanya berlaku jika kamu mulai beternak dengan 5 ekor sapi. Bisa semakin besar pendapatan yang diraih jika ternaknya lebih banyak.

Baca Juga: Dari Susu Sapi Perah, Ibu Ini Berhasil Menyekolahkan Anak ke Perguruan Tinggi


Perkiraan Modal Bisnis Hewan Ternak Kambing

Bisnis yang satu ini berpeluang besar dan menguntungkan karena selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Para peternak rumahan umumnya memelihara hewan berkaki empat ini di rumahnya.

Namun, cara beternak seperti ini belum tergolong sebagai peternakan profesional. Sebab, sifatnya memang hanya dijual saat butuh uang saja. Bukan sengaja dibisniskan untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Padahal jika dijalankan secara serius, bisnis ini sangat menjanjikan. Perolehannya bisa jutaan Rupiah per bulan.

Untuk para pemula, estimasi dana yang dibutuhkan untuk keperluan kandang, bibit, pakan rumput, vitamin, dan lain-lainnya.

  • Kandang modern siap pakai (bisa beli online) sekitar Rp 3.000.000.

  • Harga bibit dengan usia 5 bulan @Rp 500.000,- x 10 campur betina dan jantan = Rp 5.000.000.

Total investasi awal

  • Rp 8.000.000.

  • Pakan rumput, vitamin, dan lainnya per bulan Rp 1.000.000.

Total biaya di awal Rp 9.000.000.

Perkiraan ini mengikutkan biaya gaji dan sewa lahan karena bisnis ini ideal dilakukan di pedesaan. Di mana kebanyakan orang senang memulainya sendiri dari lahan yang sudah ada.

Keuntungan Ternak Kambing (Perkiraan)

Pendapatan Rp 2.500.000,- per ekor setelah dirawat selama 10 bulan. Artinya total usia kambingnya 15 bulanan.

Rp 2.500.000,- x 10 = Rp 25.000.000,-.

Biaya operasional per bulan Rp 1.000.000 x 10 = Rp 10.000.000,-.

Jadi, keuntungannya selama 10 bulan adalah Rp 25.000.000 – Rp 10.000.000,- = Rp 15.000.000,-.

Pendapatan per bulannya adalah Rp 15.000.000,- : 10 = Rp 1.500.000,-

Perkiraan harga ini bisa meningkat saat permintaan kambing sedang banyak-banyaknya, misalnya pada momen Idul Adha nanti. Harganya bisa lebih mahal.

Itulah perkiraan modal dalam usaha ternak hewan sapi dan kambing. Untuk kamu yang tertarik menjalankan bisnis hewan ternak, baik sapi ataupun kambing.


Apakah Bisnis Ternak Sapi dan Kambing Masih Punya Peluang?

Data BPS menunjukkan bahwa populasi ternak di Indonesia tetap tersebar luas di berbagai wilayah. Pada 2025, populasi kambing Indonesia tercatat sekitar 15,82 juta ekor, berdasarkan data sementara yang bersumber dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

BPS juga menerbitkan Peternakan Dalam Angka 2025 yang mencakup data populasi ternak, produksi dan konsumsi daging sapi serta kerbau, supply-demand, ekspor-impor, dan harga komoditas peternakan.

Namun, keberadaan pasar tidak berarti setiap usaha ternak otomatis menguntungkan. Peternak tetap perlu melihat kondisi daerah masing-masing, terutama:

  • ketersediaan pakan;
  • akses ke pasar;
  • harga ternak;
  • biaya transportasi;
  • ketersediaan tenaga kerja;
  • kondisi kesehatan hewan;
  • kebutuhan konsumen lokal.

BPS juga menyediakan statistik harga produsen subsektor peternakan dan perikanan yang dapat digunakan sebagai salah satu referensi ketika melakukan riset pasar. Data tersebut dikumpulkan secara berkala di 38 provinsi.

Bagaimana Mendapatkan Modal untuk Usaha Ternak?

Setelah menghitung kebutuhan modal, calon peternak dapat memilih sumber dana sesuai kondisi usaha. Jika menggunakan pembiayaan, jangan hanya melihat jumlah dana yang bisa diperoleh. Perhitungkan juga kemampuan membayar angsuran, biaya pembiayaan, tenor, dan arus kas usaha.

Untuk usaha yang pendapatannya bersifat musiman, seperti penjualan ternak menjelang periode permintaan tinggi, pencocokan antara jadwal pembayaran dan siklus bisnis menjadi semakin penting.


Amartha dan Akses Modal bagi Pelaku Usaha

Tak bisa dipungkiri, memang banyak sekali tantangan menjalankan usaha. Adakalanya pertumbuhan bisnis terhambat karena arus keuangan tidak lancar, serta kekurangan modal yang kian terjadi. Untuk menghindari hal itu, kamu bisa dapatkan pinjaman modal usaha kelompok mingguan produktif dan pendampingan di Amartha.

Pengajuan pinjaman modal usaha di Amartha itu mudah, aman, dan terpercaya, dengan cicilan ringan dan jangka waktu pengembalian hingga 50 minggu. Pencairan dana juga cepat tanpa potongan admin. Yuk, cari tahu selengkapnya mengenai pinjaman kelompok mingguan Amartha.

Amartha Menghubungkan Akses Pendanaan dengan Mudah dan Terjangkau

  • Pengajuannya mudah

  • Dilakukan berkelompok dengan risiko terukur

  • Pencairan dana yang cepat tanpa potongan admin

  • Pendampingan berkala dengan layanan ramah dan amanah

Proses Pinjaman Modal Usaha di Amartha

  • Pembentukan Kelompok: Membentuk kelompok 15-25 orang dengan domisili berdekatan.

  • Penilaian: Mendaftarkan profil usaha untuk selanjutnya dilakukan verifikasi. Setiap calon mitra akan mendapatkan skor kredit serta jumlah pinjaman modal usaha yang disetujui.

  • Pencairan Dana: Mitra dengan pinjaman yang disetujui akan menerima dana dan melakukan akad kredit dengan petugas Amartha.

  • Pertemuan Mingguan: Selama masa peminjaman modal usaha, mitra akan mengikuti pertemuan kelompok mingguan yang difasilitasi Amartha.

*Artikel ini dupdate Oktober 2026

Tags