Bisnis & UMKM

Apa Itu Usaha dan Cara Memulainya di Indonesia

20 Oct 2026 • 5 min read

Ditulis oleh Tim Blog Amartha
Apa Itu Usaha dan Cara Memulainya di Indonesia

Usaha dimulai dari kegiatan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Kegiatannya bisa berjalan dari rumah, kios kecil, toko daring, hingga perusahaan dengan banyak karyawan. Karena itu, memahami apa itu usaha membantu calon pelaku bisnis memilih langkah awal yang lebih realistis.

Setiap usaha membutuhkan tujuan, modal, cara mengelola uang, serta strategi mencari pelanggan. Skala usaha dapat berkembang seiring peningkatan penjualan dan kemampuan pemilik dalam mengelolanya.

Apa Itu Usaha dalam Kegiatan Ekonomi

Usaha adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk menghasilkan barang atau jasa. Tujuan utamanya adalah memperoleh pendapatan dan menjaga kegiatan bisnis tetap berjalan. Usaha dapat dikelola sendiri maupun bersama orang lain.

Dalam percakapan sehari-hari, istilah usaha sering disamakan dengan bisnis. Keduanya memang berkaitan, meski ada perbedaan dalam penggunaannya. Perusahaan biasanya mengacu pada bentuk organisasi yang menjalankan usaha secara lebih formal.

Usaha juga mencakup kegiatan yang masih sederhana, misalnya menerima pesanan makanan dari rumah. Ketika kegiatan ini memiliki pelanggan dan arus penjualan, pemiliknya sudah menjalankan usaha.

Usaha Menurut Ahli

Menurut Kasmir dalam buku Kewirausahaan, wirausaha adalah orang yang berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Artinya, pemilik usaha perlu siap menghadapi kemungkinan penjualan naik turun dan perubahan kebutuhan pelanggan.

Risiko tersebut dapat dikelola dengan perencanaan sederhana. Contohnya, penjual minuman rumahan bisa memulai dari jumlah produksi kecil sebelum menambah stok bahan baku.

Usaha, Bisnis, dan Perusahaan

Usaha merupakan aktivitas mencari penghasilan melalui penjualan barang atau jasa. Bisnis lebih sering dipakai untuk menggambarkan proses pengelolaan pasar, pelanggan, dan keuntungan. Sementara itu, perusahaan adalah badan atau organisasi yang menjalankan kegiatan usaha.

Seorang penjual kue yang menerima pesanan sendiri dapat disebut memiliki usaha. Jika kegiatan tersebut memiliki struktur kerja, izin, dan pegawai, bentuknya dapat berkembang menjadi perusahaan.

Jenis Usaha yang Banyak Dijalankan di Indonesia

Jenis usaha dapat dibedakan dari ukuran modal, omzet, dan jumlah tenaga kerja. Pembagian ini memudahkan pemerintah menyusun kebijakan pendampingan serta perizinan. Pelaku usaha pun dapat mengetahui posisi bisnisnya saat ingin berkembang.

Bidang usaha di Indonesia sangat beragam karena kebutuhan masyarakat juga berbeda. Ada usaha makanan, perdagangan, jasa, pertanian, hingga layanan digital. Pemilihan bidang sebaiknya menyesuaikan kemampuan dan peluang pasar di sekitar.

Usaha tidak harus dimulai dengan modal besar. Banyak bisnis kecil tumbuh karena pemiliknya konsisten menjaga kualitas produk dan layanan.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Menurut Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM merupakan usaha produktif milik orang perseorangan atau badan usaha dengan kriteria tertentu. Kelompok ini mencakup warung makan, penjahit, bengkel, toko kelontong, hingga penjual produk melalui marketplace.

UMKM biasanya dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Keunggulannya terletak pada fleksibilitas, karena pemilik dapat cepat menyesuaikan produk dengan permintaan pelanggan.

Usaha Skala Menengah dan Besar

Usaha skala menengah dan besar umumnya memiliki modal, penjualan, serta jangkauan pasar yang lebih luas. Kegiatannya dapat melibatkan banyak karyawan, sistem distribusi, dan kerja sama dengan pemasok.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 mengatur kriteria UMKM berdasarkan modal usaha atau hasil penjualan tahunan. Aturan ini membantu pelaku usaha menentukan klasifikasi bisnisnya saat mengurus legalitas dan program pemerintah.

Cara Memulai Usaha untuk Pemula

Memulai usaha perlu dilakukan secara bertahap agar modal tidak cepat habis. Calon pengusaha sebaiknya memahami masalah yang ingin diselesaikan melalui produk atau jasa. Selain itu, catatan keuangan perlu dibuat sejak awal meski penjualan masih kecil.

Ide usaha yang baik tidak selalu rumit. Produk yang dibutuhkan lingkungan sekitar sering kali lebih mudah mendapat pelanggan. Namun, pemilik tetap perlu mencari pembeda agar usahanya tidak mudah tersisih.

Berikut langkah awal yang dapat dilakukan sebelum membuka usaha.

  1. Kenali kebutuhan calon pelanggan di sekitar rumah, sekolah, kantor, atau pasar.
  2. Pilih produk atau jasa yang sesuai dengan kemampuan dan modal yang tersedia.
  3. Hitung biaya bahan, harga jual, serta perkiraan keuntungan secara sederhana.
  4. Mulai dari jumlah produksi kecil untuk mengurangi risiko barang tidak terjual.
  5. Promosikan usaha melalui rekomendasi pelanggan dan media sosial.
  6. Pisahkan uang usaha dari uang pribadi agar arus kas lebih mudah dipantau.

Tentukan Ide Berdasarkan Kebutuhan Pasar

Ide usaha perlu menjawab kebutuhan yang benar-benar ada. Misalnya, lingkungan kos dapat menjadi peluang untuk usaha laundry, katering harian, atau jasa titip belanja.

Menurut Suryana dalam buku Kewirausahaan Kiat dan Proses Menuju Sukses, peluang usaha muncul dari kemampuan melihat kebutuhan dan perubahan di lingkungan. Karena itu, pengamatan sederhana sering menjadi modal awal yang berguna.

Hadapi Tantangan dengan Perencanaan

Tantangan umum dalam usaha adalah modal terbatas, persaingan, dan pelanggan yang belum stabil. Pemilik usaha dapat mengatasinya dengan menjaga kualitas, mencatat pengeluaran, serta mendengar masukan pelanggan.

Memahami apa itu usaha juga berarti siap belajar dari proses. Usaha yang dikelola dengan rapi berpeluang menciptakan penghasilan, membuka pekerjaan, dan menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitar.