
Laporan keberlanjutan membantu publik melihat dampak perusahaan terhadap lingkungan, pekerja, dan masyarakat. Dokumen ini memuat langkah nyata perusahaan dalam mengelola energi, emisi, keselamatan kerja, hingga tata kelola. Di Indonesia, sustainability report semakin relevan karena investor dan konsumen ikut menilai tanggung jawab bisnis.
Apa Itu Sustainability Report
Sustainability report adalah laporan yang menjelaskan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari kegiatan perusahaan. Laporan ini biasanya diterbitkan setiap tahun bersama laporan tahunan atau sebagai dokumen terpisah. Isinya perlu didukung data agar pembaca dapat menilai kinerja perusahaan secara lebih jelas.
Pengertian Sustainability Report
Menurut Global Reporting Initiative dalam GRI 1 Foundation 2021, laporan keberlanjutan digunakan organisasi untuk menyampaikan dampak paling signifikan terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia. Dampak tersebut dapat muncul dari kegiatan operasional, rantai pasok, maupun produk yang dijual perusahaan.
Tujuan dan Pentingnya Laporan
Tujuan utama sustainability report adalah membuka informasi yang selama ini tidak terlihat dalam laporan keuangan. Publik dapat mengetahui, misalnya, penggunaan air perusahaan, program pengurangan sampah, atau angka kecelakaan kerja.
Sejarah dan Perkembangan Sustainability Report
Pelaporan keberlanjutan berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap dampak lingkungan dari kegiatan industri. Standar pelaporannya kemudian makin terstruktur dan digunakan lintas negara. Indonesia juga membangun aturan untuk mendorong keterbukaan informasi tersebut.
Awal Perkembangan di Dunia
Global Reporting Initiative didirikan pada 1997 untuk mengembangkan kerangka pelaporan dampak keberlanjutan yang dapat dibandingkan. Standar GRI kini banyak dipakai perusahaan untuk menentukan topik dan data yang perlu dilaporkan.
Perkembangan di Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan Peraturan OJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan. Aturan ini mengarahkan lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik untuk menyusun laporan keberlanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Komponen Utama dalam Sustainability Report
Isi laporan perlu menggambarkan dampak perusahaan secara menyeluruh. Karena itu, pembahasannya umumnya mencakup lingkungan, sosial, dan tata kelola. Ketiga aspek ini sering disebut ESG, singkatan dari environmental, social, dan governance.
Aspek Lingkungan
Aspek lingkungan membahas penggunaan energi, air, bahan baku, emisi, serta limbah. Perusahaan dapat menjelaskan target pengurangan emisi dan hasilnya dalam periode pelaporan.
Aspek Sosial
Aspek sosial mencakup keselamatan kerja, pelatihan karyawan, keberagaman, serta hubungan dengan masyarakat sekitar. Informasi ini menunjukkan cara perusahaan mengelola dampaknya terhadap manusia.
Aspek Tata Kelola
Tata kelola membahas cara perusahaan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Topiknya dapat meliputi pencegahan korupsi, kepatuhan hukum, perlindungan data, dan pengawasan manajemen.
Manfaat Sustainability Report bagi Perusahaan
Sustainability report memberi gambaran yang lebih lengkap dibanding laporan keuangan saja. Investor dapat menggunakannya untuk membaca risiko jangka panjang perusahaan. Di sisi lain, manajemen memperoleh bahan evaluasi untuk memperbaiki operasional.
Meningkatkan Transparansi
Laporan yang terbuka membantu pemangku kepentingan memahami kebijakan dan capaian perusahaan. Transparansi juga memudahkan publik membandingkan target dengan hasil yang benar-benar dicapai.
Mendukung Kepatuhan Regulasi
Peraturan OJK Nomor 51 Tahun 2017 mengatur kewajiban penyampaian laporan keberlanjutan bagi pihak yang tercakup dalam regulasi. Penyusunan laporan yang rapi membantu perusahaan memenuhi kebutuhan informasi regulator.
Memperkuat Kepercayaan Pasar
Data ESG dapat menjadi pertimbangan investor dalam melihat risiko reputasi dan risiko operasional. Namun, perusahaan perlu menghindari klaim hijau tanpa bukti karena informasi yang tidak akurat dapat menurunkan kepercayaan.
Praktik Sustainability Report di Indonesia
Perusahaan di Indonesia dapat memakai standar GRI sebagai acuan penyusunan isi laporan. Standar tersebut membantu perusahaan menentukan isu yang paling berdampak atau material. Isu material berarti topik yang paling relevan terhadap bisnis dan pemangku kepentingan.
Laporan dari BUMN dan Perusahaan Publik
BUMN, bank, perusahaan energi, dan emiten banyak menerbitkan laporan keberlanjutan setiap tahun. Pembaca perlu memperhatikan apakah laporan tersebut menyajikan target, capaian, metode pengukuran, dan tantangan yang dihadapi.
Standar dan Aturan Penyusunan
Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Peraturan OJK Nomor 51 Tahun 2017, laporan keberlanjutan dapat disajikan sebagai bagian laporan tahunan atau laporan tersendiri. Perusahaan juga dapat menggunakan standar internasional seperti GRI untuk membuat data lebih terarah dan mudah dibandingkan.
Tantangan Sustainability Report di Indonesia
Tantangan terbesar ada pada kualitas data dan konsistensi pengukuran antarperiode. Perusahaan perlu melibatkan banyak divisi karena data lingkungan, sosial, dan tata kelola tidak terkumpul di satu tempat. Sustainability report yang baik harus menyajikan capaian sekaligus masalah yang masih perlu diperbaiki.
Menjaga Data Tetap Akurat
Perusahaan perlu menetapkan metode pengumpulan data yang jelas sejak awal. Langkah ini mengurangi risiko angka emisi, penggunaan energi, atau data sosial berubah tanpa penjelasan.
Menghindari Klaim Berlebihan
Setiap klaim keberlanjutan sebaiknya didukung target, angka capaian, dan penjelasan tindakan perusahaan. Dengan cara ini, sustainability report dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi investor, konsumen, dan masyarakat.











