Loading...
Loading...

"Sebelum memiliki sumur dan toilet, saya harus berjalan 3 km untuk mendapatkan air bersih," kata Junengsih.Dia sudah menjalankan usaha tani sejak 20 tahun lalu. Namun, perkembangan usahanya semakin meningkat setelah bergabung dengan Amartha. Apalagi, dia terbantu dengan kelompok yang diakomodir oleh para petugas lapangan Amartha di daerahnya. Selain mendapatkan pinjaman modal, dia juga mendapatkan bimbingan bisnis dari perusahaan yang berdiri sejak 2010 itu. Awalnya, dia mengaku mendapatkan keuntungan selama sebulan sebesar Rp 1 juta. Kemudian, pendapatannya terus bertambah hingga Rp 6 juta. Karena itu, dia dapat memperbaiki taraf hidupnya. "Saya sekarang sudah bisa pasang keramik di lantai, bikin kamar mandi. Kalau dulu sih boro-bro," ucapnya seraya tertawa. Raut muka Junengsih tersenyum dengan mata yang berbinar-binar saat menceritakan kesuksesannya hingga sekarang. Saat ini, dia juga mampu membiayai kedua buah hatinya sekolah. Junengsih merupakan salah satu ibu yang mendapatkan dampak positif dari pendanaan fintech peer to peer lending. Mari kita wujudkan inklusi keuangan bersama Amartha. [embed]https://youtu.be/GHX1-KzTPao[/embed]
Tags