

Bergabung dengan Amartha, Titiek Partina Sukses Kembangkan Usaha Batik
By Team Amartha Blog - 8 Oct 2019 - 3 min membaca
Tak pernah berhenti belajar. Itulah mottonya dalam menjalani hidup. Meskipun, Titiek Partina (50) telah menekuni batik sejak enam tahun lalu. Namun, dia terus belajar membatik bersama sahabatnya.
“Saya punya teman di Imogiri melatih batik juga. Saya datang bawa kain sendiri, mencoba pelan-pelan dan hasilnya bagus. Saya jadi senang dan mau belajar terus,” katanya dengan semangat, dirumahnya, Kebondalem, Kindul, Prambanan.
Batik sudah menjadi hobinya sejak masih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Setiap waktu senggang, dia terus belajar membatik. Pada 2013, dia mulai belajar membatik bersama UNESCO di Candi Sojiwan. Sejak itu, dia terus belajar membatik selama lebih dari 10 jam setiap hari. “Kemauan kuat untuk belajar membuat saya bisa seperti ini. Dulu waktu masih kerja, saya setiap hari libur dipakai untuk belajar batik. Setelah pensiun, saya setiap hari belajar membatik,” ujarnya.
Babak baru Titiek terjadi saat dirinya pensiun dari PNS. Dia memutuskan untuk mendirikan usaha batik tulis bernama “Giriwangi“ bersama sang suami. Usia bukan halangan bagi ibu satu anak ini dalam membangun usahanya. Selain mendirikan usaha, dia juga membuka kelas belajar membatik dengan teman-temannya.
Pada 2015, modal awal didapatnya dari Amartha. Kala itu, dia meminjam modal usaha sebesar Rp 2 juta. Modal itu dipakainya untuk membeli peralatan batik serta kain. “Modal awal, saya pakai untuk beli kain, beli malam, sama beli kompor listrik juga,” ujarnya.
Tak dinyana, usaha batiknya terus berkembang. Bahkan, dia mengikuti salah satu pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara yaitu, International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) di Jakarta. Tak hanya itu, dia juga membuka toko di kawasan Mangga Dua dan Thamrin City, Jakarta. Bisnisnya pun terus berkembang hingga kini. “Saya sering diundang ke pameran. Di INACRAFT juga tiap tahun diundang,” ungkapnya.
Pelatihan Bisnis dan Keuangan
Di Amartha, Titiek juga mendapatkan pelatihan bisnis dan keuangan. Selain itu, pelayanan Amartha juga sangat membantu usahanya menjadi lebih baik dan maju. Kini, beberapa saudara dan temannya juga ikut meminjam di perusahaan yang berdiri sejak 2010 itu. “Sebelumnya, ada beberapa kenalan yang sudah bergabung bersama Amartha. Jadi sekitar tahun 2014 saya sudah tahu Amartha. Tapi, baru tahun 2015 bergabung. Alhamdullilah, pinjaman dan pengembalian saya tidak ada masalah. Amartha juga terus memberikan pelatihan kepada kami,” tutupnya.Tags:
Artikel Terbaru
Ide Usaha Berdasarkan Modal: Peluang Bisnis Modal 1 Juta hingga 50 Juta
18 May 2026READ MORE
Peluang Usaha Modal Kecil: Ide Bisnis, Cara Memulai, dan Strategi Mengembangkan Usaha Secara Bertahap
18 May 2026READ MORE
Usaha Rumahan Modal Kecil: Ide Bisnis, Cara Memulai, dan Strategi Mengembangkan Penghasilan dari Rumah
17 May 2026READ MORE
Usaha di Kampung Modal 2 Juta: Ide Bisnis, Cara Memulai, dan Strategi Mengembangkan Usaha Kecil
17 May 2026READ MORE
Usaha Modal Kecil di Desa: Ide Bisnis, Peluang, dan Cara Mengembangkan Usaha dari Lingkungan Sekitar
17 May 2026READ MORE
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Ada pertanyaan seputar artikel di blog Amartha? atau ingin mengirimkan artikel terbaik kamu untuk di publish di blog Amartha?
Hubungi Kami SEKARANG






