Loading...
Loading...

Penghasilan tambahan dapat membantu seseorang memenuhi tujuan keuangan, seperti membangun dana darurat, membayar biaya pendidikan, membeli aset, atau menyiapkan modal usaha. Salah satu cara yang sering dibahas untuk mendapatkan penghasilan tambahan adalah passive income. Passive income adalah penghasilan yang tetap bisa masuk setelah sistem, aset, atau karya dibangun dan dikelola. Meski disebut pasif, sumber penghasilan ini tetap membutuhkan modal, waktu, keterampilan, atau pemantauan secara rutin.
Passive income sering dipahami sebagai penghasilan yang tidak menuntut kehadiran pemiliknya setiap hari. Contohnya adalah dividen saham, uang sewa properti, dan royalti karya. Namun, istilah pasif tidak berarti pemiliknya bisa melepas aset tanpa pengawasan. Setiap sumber penghasilan tetap membutuhkan pengelolaan agar dapat berjalan dengan baik.
Active income adalah pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan langsung, misalnya gaji karyawan, upah harian, atau bayaran jasa. Penghasilan ini biasanya berkaitan langsung dengan waktu dan tenaga yang diberikan seseorang. Ketika seseorang berhenti bekerja atau tidak memberikan layanan, pendapatan tersebut umumnya ikut berhenti.
Sementara itu, passive income dapat terus berjalan selama aset atau sistem yang dimiliki masih menghasilkan. Perbedaan ini membuat passive income menarik bagi orang yang ingin membangun sumber pendapatan tambahan dalam jangka panjang.
Seseorang perlu menyiapkan dana, kemampuan, atau produk sebelum memperoleh passive income. Pemilik properti, misalnya, perlu membeli, memperbaiki, dan mencari penyewa terlebih dahulu. Kreator juga harus membuat karya sebelum memperoleh royalti. Artinya, passive income bukan penghasilan yang muncul tanpa usaha, tetapi hasil dari aset atau sistem yang telah dibangun sebelumnya.
Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, pencipta atau pemegang hak cipta memiliki hak ekonomi untuk memperoleh manfaat ekonomi atas ciptaannya. Hal ini menjadi salah satu dasar bagi pemilik karya untuk memperoleh penghasilan dari penggunaan karya secara legal.
Setiap penghasilan memiliki ketentuan pajak yang perlu dipahami. Penghasilan dari sewa, investasi, usaha digital, maupun royalti dapat dikenai pajak sesuai jenis dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, catat pendapatan dan biaya secara rapi sejak awal.
Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang telah diubah terakhir melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021, penghasilan mencakup setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak.
Pilihan sumber passive income perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kemampuan pribadi. Ada pilihan yang membutuhkan modal besar, tetapi ada pula yang lebih mengandalkan keterampilan. Risiko dari setiap pilihan juga berbeda.
Jangan terburu-buru memilih instrumen hanya karena terlihat menghasilkan cepat. Pahami cara kerja, potensi keuntungan, risiko, biaya, dan kewajiban yang mungkin muncul. Selain itu, hindari menggunakan dana kebutuhan sehari-hari sebagai modal passive income karena kebutuhan utama tetap harus menjadi prioritas.
Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dapat dibagikan kepada pemegang saham. Tidak semua perusahaan membagikan dividen setiap tahun karena keputusan tersebut bergantung pada kinerja perusahaan dan hasil rapat pemegang saham.
Nilai saham juga bisa naik atau turun sehingga investor tetap menanggung risiko kerugian. Karena itu, investasi saham sebaiknya dilakukan setelah memahami profil risiko dan kondisi keuangan perusahaan.
Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan dalam Buku Saku Pasar Modal bahwa investasi di pasar modal memiliki potensi keuntungan dan risiko, sehingga investor perlu memahami produk sebelum berinvestasi.
Rumah, kamar kos, ruko, kendaraan, atau peralatan tertentu dapat disewakan untuk menghasilkan pendapatan berkala. Pilihan ini memerlukan modal awal dan biaya perawatan. Pemilik juga perlu membuat perjanjian yang jelas dengan penyewa agar hak serta kewajiban kedua pihak terlindungi.
Pendapatan sewa bisa lebih stabil saat aset berada di lokasi yang dibutuhkan banyak orang. Namun, risiko unit kosong, kerusakan, biaya perawatan, dan keterlambatan pembayaran tetap perlu dihitung sejak awal. Jangan hanya menghitung potensi pemasukan, tetapi perhitungkan juga seluruh biaya yang dapat mengurangi keuntungan bersih.
Royalti dapat diperoleh dari buku, lagu, foto, aplikasi, desain, atau karya lain yang digunakan secara legal. Produk digital seperti kelas rekaman, template desain, dan buku elektronik juga dapat dijual berulang kali setelah selesai dibuat.
Keunggulan produk digital adalah biaya produksi tambahan dapat relatif kecil ketika produk sudah selesai dibuat. Meski begitu, kualitas produk, pemasaran, pembaruan konten, dan pelayanan kepada pembeli tetap menentukan penjualannya.
Pastikan karya yang dijual adalah milik sendiri atau menggunakan materi yang berlisensi. Langkah ini penting untuk menghindari pelanggaran hak cipta dan sengketa di kemudian hari.
Memulai passive income tidak harus langsung menggunakan modal besar. Langkah yang lebih aman adalah membangun kebiasaan mengatur uang dan mempelajari satu pilihan terlebih dahulu. Fokus pada proses yang realistis agar keputusan tidak didorong oleh janji keuntungan instan.
Berikut langkah yang dapat dilakukan pemula sebelum memilih sumber penghasilan tambahan.
Penawaran passive income sering dipakai untuk menarik orang ke investasi ilegal atau skema yang tidak jelas. Waspadai janji untung tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko. Periksa legalitas perusahaan dan produk melalui kanal resmi sebelum mengirim uang.
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal mengingatkan masyarakat untuk memastikan legalitas pihak yang menawarkan investasi serta memahami risiko produknya sebelum berinvestasi.
Passive income akan lebih mudah dikelola jika memiliki pencatatan yang sederhana. Catat modal, pemasukan, biaya perawatan, pajak, dan keuntungan bersih setiap bulan. Data tersebut membantu menentukan apakah sumber penghasilan tersebut layak diteruskan atau perlu diperbaiki.
Selain itu, jangan langsung menggunakan seluruh keuntungan untuk kebutuhan konsumtif. Sebagian hasil dapat dialokasikan kembali untuk mengembangkan aset, menambah modal, atau mencapai tujuan keuangan lainnya. Dengan cara ini, passive income tidak hanya menjadi tambahan penghasilan, tetapi juga dapat membantu membangun kondisi keuangan yang lebih kuat.
Dengan perencanaan yang matang, passive income dapat menjadi pelengkap penghasilan utama. Pilih sumber yang sesuai kemampuan, pahami risikonya, perhitungkan biaya dan pajaknya, serta kembangkan secara bertahap. Tidak ada sumber passive income yang benar-benar tanpa risiko atau tanpa usaha. Hasil yang lebih berkelanjutan biasanya berasal dari proses membangun aset dan sistem secara konsisten.