
QRIS memudahkan pembayaran lewat satu kode QR yang dapat dipindai dari berbagai aplikasi bank maupun dompet digital. Pengguna cukup memastikan saldo mencukupi dan koneksi internet stabil sebelum bertransaksi. Cara bayar pakai QRIS juga bisa digunakan di toko fisik, gerai makanan, hingga sejumlah transaksi belanja online.
Selain praktis, QRIS membuat proses pembayaran lebih seragam karena merchant tidak perlu menyediakan banyak kode QR dari berbagai penyedia layanan. Pengguna tetap perlu memastikan kode yang dipindai benar dan memeriksa detail transaksi sebelum memberikan persetujuan pembayaran.
Apa Itu QRIS?
QRIS adalah standar kode QR untuk pembayaran di Indonesia. Standar ini membuat merchant tidak perlu menyediakan banyak kode dari aplikasi pembayaran yang berbeda. Pembeli dapat memakai aplikasi yang sudah mendukung QRIS.
Pengertian QRIS
Menurut Bank Indonesia dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21 Tahun 2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk Pembayaran, QRIS merupakan standar QR Code pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia. QRIS membantu transaksi digital berjalan lebih seragam dan mudah dipakai.
QRIS bukan aplikasi pembayaran dan bukan pula dompet digital. QRIS merupakan standar yang menghubungkan transaksi pembayaran dari berbagai penyedia jasa pembayaran. Karena itu, pengguna tetap harus memiliki aplikasi mobile banking atau dompet digital yang mendukung pembayaran melalui QRIS.
Mulai Digunakan pada 2020
Bank Indonesia meluncurkan QRIS pada 17 Agustus 2019. Penggunaannya berlaku secara nasional mulai 1 Januari 2020, sehingga merchant dapat menerima pembayaran dari lebih banyak aplikasi.
Kehadiran QRIS juga membantu standardisasi pembayaran berbasis kode QR. Sebelum adanya standar tersebut, merchant dapat memiliki beberapa kode QR berbeda sesuai penyedia pembayaran yang digunakan.
Pengguna dan Merchant QRIS
Konsumen dapat memakai aplikasi mobile banking atau dompet digital yang memiliki fitur pindai QRIS. Merchant, mulai dari warung kecil sampai toko besar, perlu mendaftar melalui penyedia jasa pembayaran yang berizin.
Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, merchant memperoleh kode QRIS yang dapat digunakan untuk menerima pembayaran. Merchant kemudian dapat menampilkan kode tersebut di kasir atau melalui perangkat yang digunakan dalam transaksi.
Cara Bayar Pakai QRIS dengan Aman
Proses pembayaran QRIS umumnya berlangsung dalam hitungan detik. Namun, pembeli tetap perlu memeriksa nama merchant dan nominal sebelum menekan tombol bayar. Langkah ini membantu mencegah salah transfer atau pembayaran ke kode yang keliru.
Jangan hanya melihat apakah kode QR dapat dipindai. Pastikan informasi penerima yang muncul di aplikasi sesuai dengan toko atau pihak yang memang akan menerima pembayaran.
Bayar QRIS di Toko Offline
Di toko fisik, kasir biasanya menyediakan kode QR di meja pembayaran atau layar kasir. Ikuti langkah berikut agar transaksi berjalan lancar:
Buka aplikasi mobile banking atau dompet digital.
Pilih menu pindai QR atau scan QRIS.
Arahkan kamera ke kode QR merchant.
Masukkan nominal jika kode QR bersifat statis.
Periksa nama toko dan jumlah tagihan.
Masukkan PIN untuk mengonfirmasi pembayaran.
Pastikan muncul notifikasi bahwa transaksi berhasil.
Setelah pembayaran selesai, jangan langsung menutup aplikasi. Periksa status transaksi dan simpan bukti pembayaran jika diperlukan.
Bayar QRIS untuk Belanja Online
Penjual online dapat mengirimkan gambar QRIS atau menampilkan kode di halaman pembayaran. Simpan atau pindai kode tersebut melalui aplikasi, lalu cek kembali nominal pesanan sebelum menyelesaikan transaksi.
Pada transaksi online, pengguna perlu lebih berhati-hati karena kode QR dapat dikirim melalui pesan atau halaman yang tidak resmi. Pastikan nama penerima dan jumlah pembayaran sesuai dengan pesanan.
Jika nominal pada QRIS berbeda dari total belanja, jangan langsung membayar. Tanyakan kepada penjual terlebih dahulu untuk memastikan tidak terjadi kesalahan.
Bedakan QRIS Statis dan Dinamis
QRIS statis memakai satu kode yang sama untuk banyak transaksi, sehingga pembeli biasanya memasukkan nominal secara manual. Jenis ini banyak digunakan oleh warung, pedagang kaki lima, dan usaha kecil.
QRIS dinamis menampilkan nominal tagihan secara otomatis dan lebih sering dipakai di kasir modern. Pembeli cukup memindai kode dan melakukan konfirmasi berdasarkan jumlah yang tertera.
Perbedaan ini penting karena QRIS statis membuat pengguna memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memastikan nominal yang dimasukkan sudah benar.
Keuntungan Menggunakan QRIS
QRIS memberi pilihan pembayaran yang praktis saat pembeli tidak membawa uang tunai. Merchant juga dapat menerima transaksi dari berbagai aplikasi melalui satu kode.
Selain kemudahan pembayaran, transaksi digital dapat meninggalkan catatan yang tersimpan di aplikasi. Catatan tersebut dapat membantu pengguna memeriksa kembali pengeluaran dan membantu merchant mencatat pemasukan.
Praktis untuk Pembeli
Pembeli tidak perlu menyiapkan uang pas atau berpindah aplikasi sesuai kode merchant. Selama aplikasi yang digunakan mendukung QRIS, pembayaran dapat dilakukan melalui satu metode yang sama di berbagai tempat.
Riwayat transaksi biasanya langsung tersimpan di aplikasi dan dapat dipakai untuk mengecek pengeluaran. Hal ini juga memudahkan pengguna ketika ingin mencocokkan transaksi dengan catatan keuangan bulanan.
Membantu Merchant Menerima Pembayaran
Merchant cukup menggunakan satu QRIS untuk menerima pembayaran dari berbagai bank dan dompet digital yang terhubung. Cara ini juga mengurangi kebutuhan menyediakan banyak kode pembayaran di area kasir.
Pembayaran digital dapat membantu mengurangi risiko salah menghitung uang kembalian, terutama ketika toko sedang ramai. Riwayat transaksi juga dapat membantu merchant memantau penerimaan pembayaran.
Bagi UMKM, pencatatan transaksi digital dapat menjadi tambahan informasi ketika mengevaluasi penjualan. Namun, merchant tetap perlu melakukan pencatatan keuangan secara menyeluruh agar transaksi QRIS tidak tercampur dengan biaya usaha lainnya.
Tips Menggunakan QRIS dengan Aman
Kemudahan pembayaran tidak berarti pengguna boleh mengabaikan keamanan. Kode QR dapat ditempel di berbagai tempat sehingga pengguna perlu memastikan kode yang dipindai memang berasal dari merchant yang benar.
Periksa Kode Sebelum Membayar
Menurut Bank Indonesia dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, konsumen berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai produk dan layanan.
Karena itu, hindari memindai kode QR dari sumber tidak jelas. Periksa nama penerima, nominal, dan detail transaksi sebelum memasukkan PIN.
Jangan membagikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada siapa pun. Petugas bank atau penyedia layanan pembayaran tidak seharusnya meminta kode keamanan pribadi untuk menyelesaikan transaksi.
Pastikan Transaksi Berhasil
Setelah memasukkan PIN, tunggu sampai aplikasi menampilkan status transaksi. Jika koneksi internet bermasalah dan transaksi terlihat tidak berhasil, periksa riwayat transaksi terlebih dahulu sebelum mencoba membayar kembali.
Langkah tersebut penting untuk mencegah pembayaran ganda. Jika saldo sudah terpotong tetapi merchant belum menerima pembayaran, simpan bukti transaksi dan hubungi penyedia layanan melalui kanal resmi.
Gunakan Aplikasi Resmi
Pastikan aplikasi mobile banking atau dompet digital yang digunakan berasal dari penyedia resmi dan selalu diperbarui. Hindari mengunduh aplikasi pembayaran dari sumber yang tidak dikenal.
Pengguna juga sebaiknya mengaktifkan pengamanan perangkat, seperti PIN, kata sandi, atau biometrik. Dengan demikian, akun pembayaran tidak mudah diakses ketika ponsel hilang atau digunakan orang lain.
Apakah Bayar QRIS Bisa Tanpa Saldo?
Pada umumnya, pengguna membutuhkan sumber dana yang tersedia pada aplikasi pembayaran untuk menyelesaikan transaksi. Sumber dana tersebut dapat berupa saldo dompet digital atau rekening yang terhubung, sesuai fitur aplikasi yang digunakan.
Karena itu, sebelum melakukan pembayaran, pastikan saldo atau rekening memiliki dana yang cukup. Beberapa aplikasi juga menyediakan pilihan sumber dana tertentu sehingga pengguna perlu memeriksa metode pembayaran yang dipilih sebelum transaksi dikonfirmasi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Salah Bayar?
Kesalahan memasukkan nominal atau membayar ke merchant yang salah perlu segera ditangani. Simpan bukti transaksi, catat waktu pembayaran, nominal, dan nama penerima yang muncul di aplikasi.
Setelah itu, hubungi merchant dan penyedia jasa pembayaran melalui kanal resmi. Jangan memberikan PIN atau OTP dengan alasan proses pengembalian dana.
Jika transaksi sudah berhasil, pengembalian dana tidak selalu dapat dilakukan secara otomatis. Prosesnya bergantung pada kondisi transaksi dan kebijakan penyedia layanan yang terlibat.
Pada akhirnya, cara bayar pakai QRIS cukup sederhana, yaitu membuka aplikasi pembayaran, memindai kode, memeriksa nominal dan nama merchant, lalu mengonfirmasi transaksi dengan PIN. Namun, keamanan tetap menjadi bagian penting dari setiap pembayaran digital.
Dengan memeriksa kode sebelum membayar, memastikan saldo tersedia, menjaga PIN dan OTP, serta menyimpan bukti transaksi, pengguna dapat memanfaatkan QRIS dengan lebih aman. Bagi merchant, QRIS juga dapat menjadi pilihan untuk menerima pembayaran digital dari berbagai aplikasi melalui satu kode yang lebih praktis.











