icon-langID
logo-amartha
Home / Blog / Bisnis / Rasio Profitabilitas Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya
icon-lang
icon-lang

Rasio Profitabilitas Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

By Tim Blog Amartha - 31 May 2024 - 3 min membaca

Rasio profitabilitas adalah salah satu instrumen penting dalam dunia usaha atau bisnis yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan badan usaha dalam menghasilkan laba dari pendapatannya. Dalam mengelola keuangan usaha, pemahaman tentang rasio profitabilitas sangatlah vital.

Pengertian Rasio Profitabilitas

Jika kamu sudah masuk ke dalam dunia akuntansi keuangan suatu usaha, pasti tidak asing lagi dengan konsep rasio profitabilitas. Dalam istilah sederhana, rasio profitabilitas adalah alat yang membantu kamu menilai seberapa baik suatu badan usaha dalam menghasilkan laba dari pendapatannya.

Singkat kata, bisa diketahui bahwa rasio profitabilitas adalah ukuran penting yang menunjukkan seberapa efisien badan usaha dalam menghasilkan keuntungan dari aktivitas produksinya.

Tujuan dan Manfaat Rasio Profitabilitas 

Perlu kamu ketahui, rasio atau perbandingan profitabilitas memiliki tujuan dan manfaat. Lebih lanjut, ketahui melalui pembahasan berikut. 

Tujuan Rasio Profitabilitas

Tujuannya yakni berhubungan dengan laba badan usaha dan perkembangannya, efektivitas penggunaan modal, hingga posisi laba dibanding periode sebelumnya. Lebih detail, berikut adalah poin-poin dan pembahasannya:

1. Mengukur Laba Badan Usaha

Tujuan utama dari rasio profitabilitas adalah untuk mengukur laba atau keuntungan yang diperoleh oleh badan usaha dalam periode tertentu. Lebih tepatnya yakni memberikan gambaran yang lebih baik tentang kinerja keuangannya.

2. Melacak Perkembangan Laba dari Waktu ke Waktu

Rasio profitabilitas membantu badan usaha dalam melacak perkembangan laba dari waktu ke waktu, memungkinkan mereka untuk mengevaluasi pertumbuhan laba dan mengidentifikasi tren yang memengaruhi kinerja keuangan di masa depan.

3. Menilai Efektivitas Penggunaan Modal

Rasio profitabilitas membantu dalam menilai efektivitas badan usaha dalam menghasilkan laba dari modal yang digunakan, baik itu modal pinjaman maupun modal sendiri.

4. Menilai Posisi Laba Dibandingkan dengan Periode Sebelumnya

Rasio profitabilitas membantu penilaian posisi laba badan usaha dalam periode tertentu dibandingkan sebelumnya. Khususnya yakni memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kinerja keuangan dari waktu ke waktu.

Manfaat Rasio Profitabilitas

Setelah membahas tentang tujuan, kamu perlu tahu apa saja manfaat rasio satu ini. Nah, ini dia daftarnya: 

1. Penilaian Kinerja

Rasio profitabilitas adalah alat yang penting untuk mengevaluasi kinerja keuangan badan usaha. Ini membantu pemangku kepentingan dalam membuat keputusan investasi dan mengelola usaha secara lebih efisien.

2. Pemberi Kepastian Laba Badan Usaha dalam Periode Tertentu

Rasio profitabilitas memberikan gambaran yang jelas tentang laba atau keuntungan yang dihasilkan oleh badan usaha dalam suatu periode waktu, memberikan pemahaman yang lebih baik bagi para investor dan manajer.

3. Tolak Ukur dalam Penilaian oleh Bank dan/atau Investor

Bank dan investor menggunakan rasio profitabilitas untuk menilai kelayakan badan usaha sebagai penerima pinjaman atau investasi. Rasio profitabilitas tinggi menunjukkan potensi pengembalian yang baik bagi investasi atau pinjaman yang diberikan.

4. Pemahaman Efisiensi Usaha atau Bisnis

Rasio profitabilitas membantu dalam menilai efisiensi badan usaha dalam menghasilkan laba dari setiap unit modal atau aset yang dimiliki.

5. Tolak Ukur bagi Trader Saham

Trader saham menggunakan rasio profitabilitas untuk menilai apakah saham badan usaha layak untuk dibeli atau tidak. Rasio profitabilitas yang tinggi menarik minat investor karena menjanjikan pengembalian yang lebih tinggi.

6. Poin Penting dalam Aspek Pajak

Rasio profitabilitas adalah acuan dasar dalam menentukan kewajiban pajak badan usaha. Rasio ini membantu dalam perencanaan pajak dan pengelolaan keuangan secara efektif.

Baca Juga: Begini Rumus Modal Awal Bisnis dan Cara Menghitungnya!

Jenis-Jenis Rasio Profitabilitas dan Contohnya

Ada tujuh jenis rasio atau perbandingan profitabilitas beserta contohnya yang perlu kamu tahu. Berikut daftarnya:

1. Gross Profit Margin (GPM)

Jenis rasio ini mengukur persentase laba kotor terhadap pendapatan penjualan badan usaha. Laba kotor adalah laba yang diperoleh setelah mempertimbangkan biaya produksi. Semakin tinggi GPM, semakin efisien kegiatan operasional badan usaha.

Contohnya, jika Badan Usaha A memiliki laba kotor Rp100.000.000 dari total pendapatan Rp160.000.000, maka GPM-nya adalah 62.5%. Untuk perhitungannya adalah menggunakan rumus sebagai berikut:

GPM = (Laba Kotor : Total Pendapatan) x 100%

GPM = (Rp100.000.000 : Rp160.000.000) x 100% 

GPM = 62.5%

2. Profit Margin Ratio (PMR)

Juga dikenal sebagai Net Profit Margin (NPM), rasio ini menunjukkan persentase laba bersih setelah dikurangi pajak terhadap pendapatan penjualan.

Contohnya, jika laba bersih Badan Usaha B setelah pajak Rp55.000.000 dari total penjualan Rp75.000.000, maka NPM-nya adalah 73.3%. Adapun berikut merupakan perhitungannya:

PMR = (Laba Bersih setelah Pajak : Penjualan) x 100%

PMR = (Rp55.000.000 : Rp75.000.000) x 100%

PMR = 73.3%

3. Return on Assets Ratio (ROA)

ROA mengukur efisiensi badan usaha dalam mengelola asetnya. Contohnya, jika laba bersih Badan Usaha C Rp300.000.000 dari total aset Rp60.000.000, maka ROA-nya yaitu 5%. Adapun rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

ROA = (Laba Bersih : Total Aset) x 100%

ROA = (Rp300.000.000 : R640.000.000) x 100%

ROA = 5%

4. Return on Equity Ratio (ROE)

ROE menilai kemampuan badan usaha dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham. Contohnya, jika laba bersih setelah pajak Badan Usaha D Rp850.000.000 dari total ekuitas pemegang saham Rp1.500.000.000, maka ROE-nya adalah 56.6%. Berikut merupakan perhitungannya:

ROE = (Laba Bersih setelah Pajak : Ekuitas Pemegang Saham) x 100%

ROE= (Rp850.000.000 : Rp1.500.000.000) x 100%

ROE = 56.6%

5. Return on Sales Ratio (ROS)

ROS menunjukkan tingkat keuntungan badan usaha sebelum pajak dan imbal hasil terhadap penjualan. Contohnya, jika laba sebelum pajak dan imbal hasil Badan Usaha E Rp250.000.000 dari total penjualan Rp1.500.000.000, maka ROS-nya adalah 16.6%. Di bawah ini adalah perhitungannya:

ROS = (Laba sebelum Pajak dan Imbal Hasil: Penjualan) x 100%

ROS = (Rp250.000.000 : Rp1.500.000.000) x 100%

ROS = 16.6%

6. Return on Capital Employed (ROCE)

ROCE mengukur keuntungan badan usaha dari modal yang digunakan. Contohnya, jika laba sebelum pajak dan imbal hasil Badan Usaha F Rp500.000.000 dibagi modal kerja senilai Rp600.000.000, maka ROCE-nya adalah 83.3%. Berikut adalah perhitungannya:

ROCE = (Laba sebelum Pajak dan Imbal Hasil: Modal Kerja) x 100%

ROCE = (Rp500.000.000 : Rp600.000.000) x 100%

ROCE = 83.3%

7. Return on Investment (ROI)

ROI adalah rasio laba bersih setelah pajak terhadap total aktiva. Contohnya, Badan Usaha G mendapat keuntungan Rp500.000.000 dari penjualan 2000 barang. Adapun investasi awalnya adalah Rp400.000.000. Dari contoh ini, maka ROI-nya adalah 25%. Berikut merupakan perhitungannya:

ROI = ((Laba Atas Investasi – Investasi Awal) : Investasi) x 100%

RO1 = ((Laba Atas Investasi – Investasi Awal) : Investasi) x 100%

ROI = ((Rp500.000.000 - Rp400.000.000) : Rp400.000.000) x 100%

ROI = 25%

Kesimpulan

Rasio profitabilitas adalah ukuran kunci dalam mengevaluasi kemampuan badan usaha dalam menghasilkan laba dari pendapatannya. Jika kamu adalah pelaku usaha, maka penting untuk memahami rasio ini, karena dapat memberikan wawasan berharga dalam pengambilan keputusan yang kreatif dan inovatif.

Dengan pemahaman yang baik tentang rasio profitabilitas, kamu dapat lebih memahami dinamika usaha modern dan mengelola aspek keuangan yang krusial untuk kesuksesan badan usaha.

Demikian informasi kali ini. Semoga bermanfaat dan tetap semangat menjalankan usaha! 

Gabung Sebagai Pendana di Amartha!

Tertarik dengan pendanaan untuk mendapatkan penghasilan pasif setiap minggunya? Amartha adalah pilihan tepat untuk pendanaan, karena kamu sebagai lender juga bisa mendapatkan passive income. Peluang pendanaan yang ditawarkan ini cocok untuk investor pemula dan investor yang memiliki keterbatasan modal.  Kamu bisa mulai modalin hanya dengan Rp 100.000 saja dengan imbal hasil yang akan kamu dapatkan mencapai 15% flat per tahun.

Banyak dampak juga yang telah diciptakan dari pendanaan di Amartha, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan baru hingga pendidikan yang layak bagi anak-anak pengusaha mikro. Tertarik untuk melakukan pendanaan? Yuk, download dan mulai mendanai sekarang juga!

Download aplikasi Amartha di Android

Download aplikasi Amartha di iOS

Tags:

Artikel Terkait

belajar bisnis pemula

Bingung Memulai Bisnis? Berikut Cara Belajar Bisnis Pemula

Tips Bisnis
Fixed cost adalah

Fixed Cost Adalah: Pahami Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Tips Bisnis
bisnis idul adha

7 Peluang Ide Bisnis Idul Adha Paling Menguntungkan

Tips Bisnis
cara menghitung HPP

Begini Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan Mudah!

Tips Bisnis
rasio profitabilitas adalah

Rasio Profitabilitas Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Ada pertanyaan seputar artikel di blog Amartha? atau ingin mengirimkan artikel terbaik kamu untuk di publish di blog Amartha?

Hubungi Kami SEKARANG

https://access.amartha.com/uploads/invite_a21debce13.png