icon-langID
logo-amartha
Home / Blog / Mitra / Tips Bisnis / Begini Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan Mudah!
icon-lang
icon-lang

Begini Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan Mudah!

By Tim Blog Amartha - 31 May 2024 - 3 min membaca

Ketika terjun di dunia usaha, kamu wajib memahami konsep dan cara menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan). Singkat kata, HPP ini merupakan total biaya dikeluarkan dalam menjalankan suatu proses produksi dalam sebuah badan usaha. Salah satu kegunaan utamanya adalah untuk menghitung laba (keuntungan) dan kerugian dalam badan usaha.

Untuk menentukan berapa harga jual suatu produk secara tepat dan hasil penjualan terukur, pemahaman tentang cara perhitungan HPP sangatlah krusial. Nah, agar kamu bisa menghitung harga pokok penjualan dengan benar, kamu perlu mempelajari komponen-komponen penyusun beserta rumusnya.

Apa Itu HPP?

Sebelum membahas cara menghitung HPP, kamu perlu tahu konsepnya secara garis besar terlebih dahulu. Jadi, HPP atau Harga Pokok Penjualan, merupakan jumlah pengeluaran dan beban yang dikeluarkan untuk memproduksi item atau jasa suatu badan usaha. Ini mencakup biaya produksi, biaya impor, biaya jasa perakitan atau pengemasan, dan lain sebagainya.

Dalam konteks usaha, HPP merupakan metrik penting yang membantu kamu menghitung laba kotor dan margin kotor. Untuk menentukan HPP dengan benar, kamu perlu memperhitungkan semua komponen yang terlibat, mulai dari biaya produksi hingga biaya operasional.

Salah satu cara menghitung HPP yakni dengan menambah laba kotor dengan pendapatan. Kemudian, untuk mendapatkan margin kotor, laba kotor tersebut dibagi dengan hasil penjualan. Berikut adalah rumusnya secara umum:

Laba Kotor = Harga Pokok Penjualan – Pendapatan

Harga Pokok Penjualan = Laba Kotor + Pendapatan

Margin Kotor = Laba Kotor : Hasil Penjualan

Satu lagi, perlu untuk diingat bahwa laba kotor dan harga pokok penjualan berbanding terbalik. Jadi, semakin besar nilai HPP, semakin kecil laba kotor yang diperoleh badan usaha.

Komponen HPP

HPP, atau Harga Pokok Penjualan, merupakan nilai yang penting dalam laporan finansial suatu badan usaha. Ini diperoleh dari hitungan beragam komponen pada suatu proses produksi beserta operasional badan usaha. Sebelum menerapkan cara menghitung HPP, kamu perlu tahu komponen-komponen apa yang termasuk dan apa saja yang bukan.

Komponen Termasuk HPP

Harga pokok penjualan mencakup sejumlah komponen, yaitu stok awal, pembelian stok, dan stok akhir. Berikut adalah daftar dan penjelasan ringkasnya:

  • Stok Awal

Salah satu komponen penting dalam HPP adalah stok awal item. Sebelum menghitung HPP, kamu perlu memperhitungkan persediaan item saat awal periode produksi. Ini mencakup biaya untuk bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi.

  • Pembelian Stok

Pembelian stok item penjualan juga merupakan bagian dari hitungan harga pokok penjualan. Adapun tujuannya yakni untuk memastikan ketersediaan stok yang cukup untuk dijual. Untuk mengoptimalkan biaya pembelian suatu stok, kamu bisa memanfaatkan diskon, mengembalikan item yang tidak terpakai, serta memaksimalkan penggunaan transportasi ketika pembelian.

  • Stok Akhir

Cara menghitung HPP yang akurat memerlukan data tentang stok item saat akhir periode. Ini termasuk sisa persediaan item yang belum terjual. Dengan mempertimbangkan stok akhir, kamu dapat menyesuaikan produksi dan merencanakan pembelian bahan baku untuk periode berikutnya.

Untuk menghitung harga pokok penjualan dengan benar, kamu perlu memperhatikan semua komponen di atas serta menggunakan rumus yang sesuai. Tidak hanya itu, teliti juga komponen apa saja yang seharusnya tidak termasuk ke dalam hitungan harga pokok penjualan.

Komponen Tidak Termasuk HPP

Sekali lagi, perlu diingat bahwa dalam proses menghitung HPP, tidak segala unsur yang terlibat dalam aktivitas produksi termasuk dalam perhitungan. Beberapa komponen yang dikecualikan yaitu biaya non-operasional beserta biaya administrasi. Di bawah ini adalah detail daftarnya:

  • Biaya Non-operasional

Biaya non-operasional mencakup segala biaya yang tidak langsung terkait dengan proses produksi. Ini termasuk biaya pendanaan lewat pinjaman usaha dan pembayaran imbal hasil yang harus kamu tanggung. Meskipun biaya ini penting bagi kelangsungan usaha, namun tidak relevan dengan perhitungan HPP yang fokus pada biaya produksi langsung.

  • Biaya Administrasi

Di sisi lain, biaya administrasi mencakup berbagai pengeluaran yang terkait dengan pengelolaan usaha secara keseluruhan. Ini termasuk biaya akuntansi, manajemen, pembayaran gaji karyawan, sewa properti, dan lain-lain.

Meskipun biaya-biaya ini penting untuk menjalankan usaha dengan lancar, mereka tidak termasuk dalam perhitungan HPP karena fokus utama HPP adalah pada biaya-biaya produksi yang langsung terkait dengan pembuatan produk atau penyediaan jasa.

Jadi, saat menghitung HPP, kamu hanya perlu mempertimbangkan biaya-biaya yang secara langsung terlibat dalam proses produksi.

Cara Menghitung HPP dan Contoh Perhitungannya

Untuk mengetahui harga pokok penjualan, kamu bisa melakukan perhitungan dengan benar. Nah, poin-poin dan penjelasan di bawah ini akan membantu pemahamanmu:

Penjualan Bersih

Langkah awal dalam perhitungan HPP adalah menentukan nilai penjualan bersih. Kamu dapat menggunakan rumus ini: Penjualan Bersih = Total Penjualan – (Retur + Diskon).

Sebagai permisalan, jika usaha restoranmu memiliki total penjualan bulanan Rp8.000.000, dengan retur Rp2.000.000 dan potongan Rp1.500.000, diperoleh nominal penjualan bersihnya adalah Rp4.500.000.

Pembelian Bersih

Sesudah mengetahui berapa penjualan bersih, step berikutnya adalah menghitung pembelian bersih. Kamu dapat menggunakan rumus: Pembelian Bersih = (Pembelian Kotor + Ongkir) – (Retur + Diskon).

Misalnya, jika pembelian kotor restoranmu yaitu Rp4.000.000 dan ongkos pengiriman Rp500.000, dengan retur Rp250.000 dan potongan Rp400.000, diperoleh total pembelian bersihnya yakni Rp3.850.000.

Persediaan Item

Selanjutnya, perhitungan dilakukan guna mengetahui berapa nilai persediaan item. Rumus yang dapat diaplikasikan adalah: Persediaan Item = Persediaan Awal + Pembelian Bersih.

Misalnya, jika persediaan awal restoranmu senilai Rp5.000.000 dan persediaan akhirnya Rp2.000.000, diperoleh total persediaan item yaitu Rp7.000.000.

Harga Pokok Penjualan (HPP)

Sesudah mengetahui nilai persediaan akhir dan total persediaan, langkah terakhir adalah menghitung HPP. Kamu bisa menggunakan salah satu dari dua rumus berikut:

HPP = Persediaan Item - Persediaan Akhir atau HPP = (Persediaan Awal + Pembelian Bersih) – Persediaan Akhir.

Dengan contoh sebelumnya, jika total persediaan item yaitu Rp7.000.000 dan persediaan akhirnya Rp2.500.000, maka HPP yang didapatkan adalah Rp4.500.000.

Mengetahui cara menghitung HPP merupakan kewajiban bagi pelaku usaha, karena hal ini membantu penentuan harga jual suatu produk. Dengan memahami proses ini, kamu dapat mengelola usahamu dengan lebih efektif dan mendapatkan hasil penjualan yang menguntungkan.

Kesimpulan

Menghitung harga pokok penjualan tidak hanya penting untuk mengevaluasi kesehatan finansial badan usaha, tetapi juga untuk menentukan harga jual produk dengan tepat. Dengan pemahaman yang baik tentang konsep HPP dan cara menghitungnya, kamu dapat mengoptimalkan keuntungan badan usaha dengan lebih efisien.

Penting untuk memperhatikan komponen-komponen HPP, termasuk stok awal, pembelian stok, dan stok akhir, serta memahami apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam perhitungannya. Dengan demikian, kamu bisa mengelola keuangan badan usaha dengan lebih terencana dan mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Keuntungan Menggunakan Pinjaman Kelompok Amartha

Jika sudah membaca berbagai penjelasan di atas, maka kini kamu tentunya lebih terbayang untuk membuka bisnis. Dengan tips dan strategi yang sudah dipaparkan, kamu juga bisa mendapat referensi yang membuatmu semakin siap memulai bisnis.

Jadi bagaimana, apakah kamu mulai tertarik untuk memulai bisnis? Jika iya, mempersiapkan modal awal adalah dapat menjadi hal utama yang perlu kamu lakukan.

Bicara tentang modal awal, ada berbagai cara untuk mencari modal awal, salah satu alternatif yang cocok untukmu yakni menggunakan pinjaman kelompok dari Amartha.

Dengan pinjaman ini, maka kamu bisa dapatkan modal usaha untuk dipakai secara produktif. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan pendampingan UMKM, sehingga perjalanan bisnismu dapat menjadi lebih lancar dan terkendali.

Ada berbagai keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan pinjaman kelompok ini, yaitu sebagai berikut:

1. Pengajuan pinjaman mudah

2. Pengajuan dilakukan secara berkelompok, dengan risiko yang sudah terukur

3. Pencairan dana dapat diproses dengan cepat, serta tidak ada potongan untuk biaya administrasi.

4. Akan mendapat pendampingan bekala untuk UMKM, dengan layanan yang amanah dan ramah untukmu

Wah, ternyata cukup banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari pinjaman kelompok ini. Untuk proses pinjaman modal usaha, kamu dapat melakukannya dengan mengikuti langkah berikut:

1. Membentuk kelompok dengan jumlah 15 sampai 25 orang yang memiliki domisili berdekatan.

2. Melakukan pendaftaran profil usaha, supaya nantinya bisa melakukan proses verifikasi. Lalu, setiap calon mitra diberikan skor kredit dan angka atau jumlah pinjaman yang telah disetujui.

3. Melakukan akad kredit antara mitra dengan petugas dari Amartha untuk proses pencairan dana, sesuai dengan jumlah pinjaman yang disepakati.

4. Melakukan pertemuan kelompok mingguan yang telah difasilitasi oleh Amartha. Ini dilakukan sepanjang masa peminjaman modal usaha.

Mau dapat keuntungan lebih besar? Kamu juga bisa menjadi agen Amartha, loh. Segera dapatkan berbagai informasi lebih lanjut di sini dan maksimalkan usaha yang menjanjikan.

Bagaimana? Mudah, bukan? Jangan tunda lagi, segera daftarkan dirimu untuk menjadi mitra Amartha sekarang!

Tags:

Artikel Terkait

belajar bisnis pemula

Bingung Memulai Bisnis? Berikut Cara Belajar Bisnis Pemula

Tips Bisnis
Fixed cost adalah

Fixed Cost Adalah: Pahami Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Tips Bisnis
bisnis idul adha

7 Peluang Ide Bisnis Idul Adha Paling Menguntungkan

Tips Bisnis
cara menghitung HPP

Begini Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan Mudah!

Tips Bisnis

Ada pertanyaan seputar artikel di blog Amartha? atau ingin mengirimkan artikel terbaik kamu untuk di publish di blog Amartha?

Hubungi Kami SEKARANG

https://access.amartha.com/uploads/invite_a21debce13.png